
Bagaikan petir disiang hari saat Burhan dan pihak kepolisian datang menyampaikan pada Risa bahwa mobil yang di kendarai Yudha ditemukan terguling di semak-semak. Waktu masih menunjukkan pukul tiga pagi saat mereka datang. Risa langsung menghubungi Dicky. Satu jam kemudian Dicky datang seorang diri. Yulia yang mendapat kabar itu langsung tidak sadarkan diri. Juan dan Adellia mengurusnya dirumah.
"Dhika ...."
Dhika duduk diam seorang diri di ruang tengah saat Oom gantengnya tiba disana. Dia langsung berlari memeluk Dicky.
"Mamamu mana, sayang?"
"Mama di kamar Oom, tadi mama pingsan. Papa kenapa Oom??"
Tanya Dhika sambil menangis dan tak melepaskan pelukkannya. Dicky mencium keponakannya lalu menggendong nya kekamar.
Tok ... Tok...
Cekreeeeekkk ...
Risa berbaring di temapat tidur. Tubuhnya terasa tak bertulang. Lemas. Dan kepalanya berputar-putar. Begitu melihat Dicky datang makin pecahlah tangisnya. Dicky tak tahan melihat keadaan itu. Sesak nafasnya melihat Risa dan Dhika menangis dipelukannya.
"Kak, apa yang sebenarnya terjadi", tanyanya saat semua sudah mulai tenang.
Dia memberikan segelas air pada kakak iparnya, Dhika sudah tertidur pulas.
"Tadi sekitar pukul empat pagi Burhan dan pihak kepolisian datang. Mereka mengabarkan kalau mobil yang dikendarai Yudha hancur menabrak pembatas jalan dan jatuh kesemak-semak. Tapi Kak Yudha tidak ditemukan"
"Dia dalam pengejaran bersama Burhan dan yang lainnya. Menurut mereka mobil yang di kendarai Yudha berada di depan mengejar mobil Adam. Burhan dan pihak kepolisian berada dibelakang mereka. Saat kejadian naas itu Burhan melihat langsung saat mobil Kak Yudha terpental kedalam semak"
__ADS_1
"Sampai saat ini mereka belum menemukan Kak Yudha".
Dicky terdiam, perasaannya saat ini tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Sesak memenuhi seluruh dadanya.
Tok ... Tok ...
Cekreeeeekkk
"Kak Risa ..."
Adellia masuk dan langsung memeluk kakak iparnya. Juan dan Yulia mengikuti dibelakangnya. Lagi, pecah tangis keluarga Marabahan di kamar itu. Juan dan Dicky hanya bisa terdiam, jauh dalam hati mereka juga merasakan rasa sedih yang sama dengan Risa, Yulia dan Adel.
Juan menarik tanggan Dicky keluar. Mereka bicara di balkon kamar.
"Apa sudah ada kabar tentang kakakmu, Dicky?"
"Ya, Tuhan .... Yudha ...."
"Kita do'akan Kak Yudha, selamat. Dia pasti baik-baik saja, Pa"
Juan mengangukkan kepala perlahan. Mata nya merah menahan tanggisnya. Dicky memeluk Papanya. Dia paham apa yang dirasakan Papanya.
******
Sudah lewat tengah hari, pencarian Yudha belum membuahkan hasil. Para penyidik dan anjing pelacak dikerahkan untuk mencari Yudha dan juga Adam dalam keadaan apapun.
__ADS_1
Ada dua mobil yang tergeletak di TKP, sedan hitam dan Avanza silver. Sedan hitam adalaha mobil naas yang dikendarai Yudha mobil yang sudah tidak berbentuk lagi. Hancur lebur terguling di dalam semak.
Sedangkan Avanza silver itu tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan kunci mobil masih terpasang dan pintu kemudi terbuka lebar. Seperti ditinggalkan dengan terburu-buru.
Dicky yang sudah berada di lokasi kejadian langsung menemui Burhan.
"Kedua orang yang mengendarai mobil-mobil itu belum ditemukan. Yudha dan juga Adam. Sebelum kejadian aku dan Yudha sempat bersitegang dengan Adam. Bahkan Yudha sempat berkelahi dengan Adam lalu Adam lari membawa Avanza silver"
"Yudha menyusul menggunakan sedan itu. Aku baru dapat mengejar mereka setelah kepolisian datang. Aku bersama mobil patroli mengejar mereka, setengah jam kemudian kami melihat mobil mereka kejar-kejaran. Kecepatannya sangat tinggi, dan tidak bisa terhindari lagi peristiwa naas itu terjadi"
"Lalu apa tidak ada tanda-tanda keberadaan Kak Yudha?"
"Belum"
Mereka berdua terdiam. Tak berani membayangkan apa yang kan terjadi nantinya jika Yudha tidak ditemukan dalam keadaan selamat.
Dicky masih terngiang-ngiang kata-kata yang pernah diucapkan kakaknya dulu.
"Ya, dek. Kak Yudha akan jaga diri. Tapi jika nanti terjadi apa-apa pada Kak Yudha, kamulah yang harus menggantikan Kak Yudha menjaga keluarga ini"
"Kak Yudha minta tolong padamu. Tolong jaga Risa dan anak-anak. Kak Yudha percaya padamu, dek"
Seolah-olah itu adalah pertanda dia akan pergi. Seperti sebuah pesan dan salam perpisahan. Bagaimana dengan Mama nya nanti, juga Adellia dan Kakak iparnya. Yang pasti Dhika dan Aldis. Semua itu ada dalam pikiran Dicky saat ini.
"Kak Yudha, Dicky harap Kak Yudha bisa pulang dengan selamat. Demi Dhika dan Aldis, Kak"
__ADS_1
******