
"Dhika ... "
"Ya, Ma"
Dhika menoleh, melihat kearah mamanya yang memanggilnya.
"Sudah malam, waktunya tidur. Cuci kaki dan wajahmu. Lalu masuk kekamarmu"
"Sekarang, Ma?"
"Ya, sekarang lah Dhika, masa tunggu tahun depan",sambung Adel yang sedang duduk di sofa sambil membaca buku.
Dhika bangkit dari duduknya di depan televisi. Dia mendekati Tante Adel lalu mengambil bukunya dan berlari. Melihat itu Adel kesal sekali. Dia mengejar keponakannya yang jahil itu. Dhika meletakkan buku itu disofa.
Tapi Adellia masih saja mengejarnya, hendak menghadiahi kelitikan pada keponakannya itu. Dhika berlari memeluk Juan yang baru keluar kamar.
"Kakek, selamatkan aku"
"Kalian ini kenapa sih? Malah lari-larian malam-malam begini!"
"Sini, Pa. Berikan anak jahil itu, biar Adel hukum dia"
Dhika makin memeluk erat sang kakek. Meminta perlindungan dari Juan.
"Sudahlah. Jangan bercanda lagi. Sudah malam"
Adel memonyongkan bibirnya dan Dhika tersenyum penuh kemenangan. Risa menggeleng melihat kelakuan anak sulungnya itu.
"Kamu ini kan mama suruh masuk kamar dan tidur. Kenapa kamu malah menjahili tante Adelnya"
Dhika diam. Tanpa banyak kata-kata dia naik kekamarnya di lantai atas. Kali ini Adellia yang tersenyum penuh kemenangan.
******
"Mama..."
"Ya ..."
__ADS_1
"Mama sayang sama Papa?"
Risa kaget mendengar pertanyaan putra sulungnya itu.
"Kenapa kamu tanya begitu?"
"Mama sayang sama Papa?"
"Tentu saja Mama sayang sama Papa?"
"Mama kangen sama Papa?"
Nah ... Lagi-lagi pertanyaan diluar dugaan dari Dhika membuat Risa tak bisa berkata-kata. Ada pucuk airmata diujung mata indahnya. Dia berusaha agar tidak menangis dihadapan putra tersayangnya.
"Ma ..."
"Ya, sayang"
"Dhika juga kangen sama Papa"
Risa hanya tersenyum, dia membelai kepala Dhika dan menunggunya sampai dia tertidur. Lalu dia keluar dari kamar si sulung.
******
"Jangan berteriak, sayang. Nanti kau bisa mengumpulkan seisi rumah kekamar ini"
"Kak Yudha ... "
Kali ini dia benar-benar menangis. Tangisan bahagia bisa melihat suaminya dalam keadaan selamat. Yudha tersenyum. Dia menghapus airmata istrinya, lalu mencium nya. Melekatkan kepala istrinya dalam dadanya, dalam pelukannya.
"Aku merindukanmu, sayang"
Dibelai mesra rambut istrinya itu, hujani dengan ciuman hangat. Membuat Risa tak kuasa lagi menahan dirinya. Dia menangis sejadi-jadinya dipelukan suaminya.
Menumpahkan segala rasa rindu yang selama ini ditanggungnya.
Yudha menutup pintu menggunakan kakinya, lalu menguncinya dari dalam. Dengan sigap dia menggendong istrinya lalu membawanya keatas tempat tidur. Yudha pun berbaring disebelahnya.
__ADS_1
"Kak Yudha kemana saja, aku sangat mngkhawatirkan mu"
"Maaf ya, sayang. Bukan maksud hatiku membuatmu menderita begini"
Yudha membelai-belai rambut dan wajah istrinya. Ditatapnya penuh cinta. Menebus segala rasa rindu yang juga ada di hatinya. Kemesraan mereka terpecah mendengar tangisan Aldis yang tidur di tempat tidur bayi disamping tempat tidur mereka. Yudha bangkit dari tidurnya lalu mengendong baby Aldis.
Baby Aldis memandang orang yang menggendongnya, cukup lama dia menatap Papa nya. Barulah seletah sadar siapa yang menggendongnya, Baby Aldi tertawa. Ini membuat Yudha gemes melihatnya.
"Anak gadis Papa sudah bangun"
Yudha menciumi putri nya itu sehingga Baby Aldis merasa geli dan tertawa terbahak-bahak. Risa begitu terharu melihatnya, dia mendekati Yudha dan merangkulkan tangannya pada pinggang suaminya.
******
Sudah lewat tengah malam, Baby Aldis pun sudah terlelap lagi. Yudha meletakkan putrinya di tempat tidurnya.
"Aku harus pergi lagi, jaga dirimu dan anak-anak"
"Kak Yudha mau kemana lagi? Apa yang terjadi, Kak?"
"Sabarlah sebentar lagi, sayang. Aku sedang dalam tugas. Nanti aku pasti kembali. Jangan ceritakan pertemuan kita ini pada siapapun"
"Kak..."
"Hmmm..."
"Jangan terlibat bahaya lagi. Aku takut , Kak"
"Iya, aku janji akan baik-baik saja. Bersabarlah, sayang"
"Janji ya"
"Ya"
Risa mengambil tangan suaminya, mencium punggung tanganya dan meletakkannya lebih lama di pipinya. Yudha tersenyum. Pelukan hangat nya kepada istrinya, membuat Risa mempunyai banyak lagi kekuatan untuk bertahan.
Yudha pergi keluar melalui balkon, entah bagaimana caranya dia bisa keluar dengan aman sedangkan pengamanan dan pengawalan rumah nya sangatlah ketat.
__ADS_1
******