
Setelah mengantar si bungsu, Dicky langsung menuju ke kantornya. Hari ini dia ada pertemuan penting dengan kliennya dari London guna menandatangani perjanjian kerjasama ekspor. Satu jam kemudian, Juan pun sampai di kantor pusat. Mereka mempersiapkan segala sesuatunya di ruang CEO bersama seorang sekretaris dan beberapa staff terkait. Pukul sebelas siang rekanan bisnis dari London datang memasuki ruang rapat.
Tok... Tok .... Tok...
Pintu ruangan diketuk sesaat rapat akan dimulai.
Cekreeek ....
Ken berdiri dari balik pintu dan membukakan jalan buat Yudha. Seisi ruangan memperhatikan siapa yang datang.
"Yudha"
"Kak Yudha"
Juan dan Dicky terkejut melihat siapa yang datang. Yudha mendekat kearah Papa dan adiknya, dia berdiri tepat diantara mereka berdua.
"I am so sorry for disturbing this meeting, Mr. Brown" 1)
"Who are you? What do you want?"2)
"I think you are realize what I want, Brown. Ooh, I think it will better if I call you Smith. Larent Smith"3)
Mendengar ucapan Yudha barusan, tamu asing yang ada diruangan itu menjadi pias. Dia memandang Yudha dengan pandangan tajam penuh kebencian.
Ckriiikkk...
Suara pistol di kokang. Yudha mengarahkan pistolnya tepat ke arah tamu asing tadi, Yudha lebih cepat beberapa detik dari tamu asing itu yang sudah memasukkan tangannya ke balik jas yang dia pakai.
Ken berjalan mendekat dan memegang tangan tamu asing tadi. Dan benar saja pistolnya terjatuh diatas meja. Yudha mengambil pistol itu menggunakan sapu tangan.
__ADS_1
"Mr. Larent Smith, please come with us. we hold you on charges of fraud"4)
Beberapa polisi dan orang-orang asing bersenjata mengepung tamu asing tadi. Melihat posisinya terdesak, tersangka tidak dapat berbuat apa-apa. Dengan cepat polisi membawanya ke dalam mobil patroli.
"Terima kasih atas bantuan anda, Pak Yudha. Tanpa anda kasus ini tak akan selesai dengan cepat", salah seorang kepala polisi menghampiri Yudha.
Yudha menganguk sambil tersenyum.
"I am on behalf of Security Service Department (The English intelligence agency) I apriciate your help, sir", seorang pria bule berjas menyalami Yudha.5)
"It’s my pleasure"6)
Setelah memberi hormat polisi dan pria bule itu berpamitan. Juan dan Dicky yang masih binggung dengan kejadian itu mendekati Yudha. Belum sempat Yudha menjelaskan apa yang terjadi, ada seseorang mengetuk pintu.
Tok...tok...tok...
Cekreeek ...
"What are you doing here? It not CIA bussines"8)
"Calm down, brother. I just wanna see you a minutes. I miss you so much"9)
Hahahhaha, pria asing itu tertawa lalu pergi dari ruangan itu.
Yudha hendak mengejar pria yang baru datang tadi, tapi seseorang menarik tangan nya.
"Jaga emosi mu, Yudha. Jangan turunkan pamor hanya karena masalah ini. Ingat itu"
"Bagaimana kau bisa bersamanya, Han"
__ADS_1
"Aku hanya berpapasan dengannya di bawah tadi, lalu kami sama-sama kesini. Santai saja. Semuanya sudah dalan kendali pihak kepolisisan"
"Tidak untuk bule busuk itu"
Burhan hanya menghela nafas panjang. Dia tau sahabatnya tak akan tenang begitu saja melihat Dave Stanley tiba-tiba muncul dihadapannya.
******
Terjemahan
1) "Saya sangat menyesalkan atas terganggunya rapat ini, Tuan Brown" 1)
2) "Siapa anda? Apa yang anda inginkan?"2)
3) "Saya yakin anda tahu apa yang saya inginkan, Brown. Ooh, saya pikir lebih baik saya memanggil anda Smith. Larent Smith"3)
4) "Tuan Larent Smith, silakan ikut kami. Anda kami tahan atas kasus percobaan penipuan"4)
5) "Saya atas nama Security Service Department ( Badan inteligen Inggris) sangat berterima kasih kepada anda, Pak"5)
6) "Terima kasih kembali"6)
7) "Kerja yang bagus, Yudha. Aku bangga pada mu"7)
8) "Apa yang kau lakukan disini? Ini bukan urusan CIA"8)
9)"Tenang saja, Bung. Aku hanya ingin melihatmu sebentar. Aku sangat merindukanmu"9)
******
__ADS_1