Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 11


__ADS_3

Rayyan pun membawa Nabila untuk mulai menempati rumah baru mereka. Tapi mereka berdua sudah janji pada Mama Silvya jika setiap weekend akan pulang ke rumah mama.


Hingga saat ini kehamilan Nabila memasuki trimester kedua, perutnya semakin membesar dan di rumah baru mereka, Rayyan sudah menempatkan seorang pembantu rumah tangga yang bertugas membantu Nabila mengurus rumah. Selain itu juga agar Nabila memiliki teman selagi Rayyan bekerja.


Bagi Nabila, dengan tinggal di rumah mereka sendiri, merasa lebih nyaman. Mau berbuat sesuka hati pun tidak ada yang melarang.


Rayyan pun juga semakin kesini semakin terlihat perubahan yang tentunya lebih baik lagi. Rayyan yang penuh tanggung jawab pada Nabila dan begitu perhatian pada istri nya itu. Apapun yang Nabila inginkan sebisa mungkin Rayyan penuhi.


Bahkan saat sekarang Nabila mulai merasakan yang namanya mengidam, secapek apapun dan sesibuk apapun, tetap akan Rayyan usahakan untuk memenuhi nya.


Pernah suatu malam Nabila terbangun di tengah tidur nya karena menginginkan kelapa muda. Dan Rayyan tanpa protes, tengah malam keliling kota demi mencari penjual kelapa muda. Untungnya Rayyan tidak kaget dengan keinginan Nabila yang terkadang aneh-aneh. Mama Silvya sering kali menasehati Rayyan atau juga sering memberitahu Rayyan tentang kebiasaan-kebiasaan perempuan yang sedang mengandung. Dan nyata nya apa yang sering mama nya sampaikan benar adanya. Oleh karena itu Rayyan tak pernah protes apalagi mengeluh.


Dan seperti sebelum-sebelumnya, kali ini Nabila kembali meminta nya untuk melakukan sesuatu. Bahkan seharusnya siang ini dia harus ke studio karena ada janji bersama Derry untuk mengecek semua hasil kerja nya di luar kota dua hari lalu.


Dan karena Nabila tidak bisa ditinggal jadilah Rayyan lagi-lagi harus merepotkan Derry, asisten nya.


Rayyan meminta Derry agar membawa semua berkas-berkas pekerjaan ke rumahnya. Karena Rayyan berencana akan mengerjakan nya di rumah saja. Dan Derry pun menurut serta meng-iyakan permintaan Rayyan.


***

__ADS_1


" Ray...!" teriak Nabila dari dalam kamarnya.


" Iya sayang, tunggu sebentar, " jawab Rayyan yang masih berada di dapur.


Derry yang melihat bos nya tampak kacau dengan celemek tergantung di leher, terkekeh geli. Dari arah meja makan Derry dapat melihat betapa muka Rayyan yang sudah kusut masai. Seorang Rayyan Alexander yang terbiasa dengan kamera di tangan nya, justru sekarang sedang fokus dengan spatula di tangan kanan nya. Dan sedang berkutat dengan penggorengan di atas kompor. Wajah Rayyan sudah tidak karuan bentuk dan rupanya.


Demi seporsi udang asam manis permintaan istri tercinta, Rayyan sanggup melakukan apa saja. Asal anak nya yang lahir kelak tidak ileran, Rayyan rela memasak dengan tangan nya sendiri.


Nabila keluar kamar dengan wajah ditekuk dan terlihat tidak sabar.


" Belum ya ... masih lama tidak? " tanya Nabila, lalu wanita itu berhenti di ruang makan dan duduk di kursi makan disebelah Dery.


Rayyan yang melihat itu langsung melotot. Lalu segera mematikan kompor nya.


Rayyan melihat Derry yang menatap sang istri tidak berkedip. Dengan geram Rayyan segera menghampiri mereka berdua, wajahnya sudah panik. Dengan sepiring udang asam manis yang sudah ada di atas tangan kanannya. Rayyan segera keluar dapur dan segera menghampiri Nabila.


Rayyan panik lantaran sang istri yang berperut buncit itu keluar kamar dengan pakaian yang menurut Rayyan kelewat seksi. Dan lihatlah Derry sialan sejak tadi bahkan tak berkedip menatap Nabila.


Itulah kebiasaan Nabila sejak perutnya semakin membesar. Nabila sering mengeluh kegerahan, hingga dia menjadi terbiasa berpakaian minim jika berada di dalam rumah. Hanya Daster rumahan tanpa lengan dengan panjang selutut. Tapi karena perutnya membuncit daster itu akan terangkat ke atas jika dipakai Nabila hingga panjangnya mencapai setengah paha. Belum lagi baju itu menerawang karena tipis nya hingga bra yang Nabila pakai tercetak jelas. Untung saja istri nya itu memakai bra karena biasanya jika di dalam kamar, Nabila lebih suka melepas bra yang membungkus kedua dada nya. Hal itulah yang justru sangat menyiksa Rayyan. Nafsu lelakinya langsung muncul begitu saja tiap kali melihat Nabila yang semakin padat dan berisi.

__ADS_1


Rayyan berdiri diantara Derry dan Nabila. Meletak kan makanan yang dia bawa di atas meja. Sengaja Rayyan lakukan itu untuk menutupi pandangan Derry pada Nabila. Rayyan tidak rela Derry terus memandang istrinya.


" Dimakan di kamar saja ya...." bujuk nya pada Nabila. Sebenarnya Rayyan tak suka melihat Dery ikut menikmati pemandangan indah istri nya. Hanya dia yang boleh menatap keseksian Nabila.


" Kenapa harus dimakan dikamar. Kita makan disini saja bersama Dery sekalian. Kamu belum makan kan Der?" tanya Nabila. Mengintip lelaki yang duduk di belakang suaminya.


" Tau aja aku belum makan dan perutku sudah sangat lapar. Ayolah bos bagi makanan sedikit." Dery memang sengaja menggoda Rayyan.


Jujur Dery pun merasa terhipnotis melihat keseksian wanita hamil disamping nya. Tapi Dery tau diri karena wanita hamil itu istri Rayyan, bos nya. Tak dapat Dery pungkiri jika Rayyan memang luar biasa pintar mencari istri. Nabila itu tidak hanya cantik tapi juga baik.


Dery ingat saat pertama kali dia bertemu Nabila. Di acara pernikahan salah satu model di Agency yang Rayyan miliki. Tapi sayang sekali kala itu Nabila adalah pasangan Rega. Derry pun sudah terpesona saat pertama jumpa.


Hingga beberapa waktu berlalu, Rayyan membawa Nabila ke studio dan disanalah Derry kembali bertemu Nabila. Tapi dengan status isteri Rayyan. Tentu Derry susah buat percaya. Ternyata yang Rayyan pernah mengatakan jika bos nya itu sudah menikah benar adanya dan Nabila lah wanita yang ketiban sial menjadi istri seorang Rayyan.


Rayyan mengerucutkan bibirnya tampak lucu dimata Nabila. Dengan senyum semanis gula jawa, Nabila menangkap wajah suaminya. Diusapnya pipi Rayyan yang terkena percikan tepung. Rayyan hanya menurut saja. Sentuhan tangan Nabila di pipinya menjalar hingga ke seluruh tubuhnya. Apalagi saat Nabila membawa wajah Rayyan untuk menunduk.


Cup


Satu ciuman mendarat diatas bibirnya. Salah Nabila karena dia yang memulai. Dan Rayyan tidak akan mau mengakhiri. Ditarik tengkuk istrinya dan dia memperdalam ciuman nya.

__ADS_1


Derry hanya melongo melihat adegan bos dan istri nya. Wajahnya merah padam. Diusap wajahnya, dielus dada nya. Kepala nya menggeleng lalu dengan sekali tarikan nafas dia berkata, " Bos, aku pergi dulu."


Setelah nya Derry berlalu meninggalkan dua orang mesum yang tidak peduli dengan kepergian nya.


__ADS_2