Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 40


__ADS_3

"Mama! Mama sengaja ya mengerjai Kimy?" sembur Kimy ketika pagi-pagi sebangun gadis itu dari tidur, langsung menelepon mamanya dan mempertanyakan perihal baju-baju miliknya.


Meski fokus pada ponsel yang dia tempelkan di telinga, nyatanya netra gadis itu justru terpaku pada sosok Rich yang kini tampak tidur telentang dengan tangan digunakan sebagai penutup mata. Kaki Rich menjuntai karena panjang sofa tidak setara dengan panjang tubuhnya. Kasihan Sebenarnya Kimy melihat. Namun, mau bagaimana lagi. Pria itu sendiri yang memilih tidur di sana. Kimy pun sudah memaksa tapi Rich tak mau juga.


"Baju apa, Kimy?"


Suara Firza yang tengah kebingungan terdengar oleh Kimy.


"Ya, baju-baju milikku. Mama lupa jika semalam Kimy terusir dari rumah sebab harus ikut pulang ke rumah Mama Nabila?"


Suara kekehan Firza membuat Kimy makin kesal saja. Bisa-bisanya sang mama tertawa di atas penderitaannya.


"Lalu, semalam kau pakai baju siapa? Nggak mungkin kan sampai pagi ini kamu masih mengenakan baju pengantin?" Firza yang penasaran pun bertanya.


"Ya pinjam baju Kak Rich."


Tanpa Kimy tahu, jika mamanya tengah tersipu malu. Bukan apa-apa. Wanita itu hanya baper saja ketika membayangkan putrinya memakai baju Rich.


"Mama ish menyebalkan sekali. Pokoknya Kimy nggak mau tahu. Mama harus ke sini antar baju Kimy." Saking kesalnya Kimy sampai berkata sedikit nyaring.


Dan Rich yang tengah tertidur mulai terganggu dengan suara-suara berisik di dalam kamarnya.


Sekali lagi Kimy yang merengek manja karena mendengar mamanya berucap, "Baju-bajumu sudah mama titipkan pada Mama Nabila."


"Apa? Benar-benar ya mama ini menyebalkan."


Firza yang tertawa lalu menutup begitu saja panggilan teleponnya.


"Mama!" Kimy tak terima karena Firza menutupi sepihak panggilannya.


"Pagi-pagi berisik sekali. Menggangu tidurku saja."


Gerutuan Rich mengalihkan tatapan Kimy dari ponsel lalu tertuju pada pria itu. Dia lupa jika ini bukanlah kamarnya yang dengan sesuka hati dia bisa teriak-teriak atau menyetel keras keras volume musik. Ini adalah kamar Rich. Kamar yang mulai tadi mal menjadi kamarnya juga dan mereka harus share kamar tidur sampai waktu yang tidak dapat ditentukan pastinya.


"Eh Kak Rich sudah bangun. Selamat pagi."


Bukannya menjawab kecentilan Kimy, yang ada Rich hanya bergumam lalu membalikkan badan dengan posisi tidur ganti miring memunggungi gadis itu.

__ADS_1


Inginnya Rich adalah melanjutkan tidurnya yang terganggu. Badannya sungguh capek ditambah pegal akibat tidur di atas sofa. Sayanganya Kimy yang teringat akan bajunya sudah meloncat turun dari atas ranjang mendekati Rich yang ada di atas sofa.


"Kak Rich." Tangan Kimy menggoyang bahu Rich.


"Apa sih Kimy! Lamu ini nggak bisa apa membiarkan aku istirahat barang sejenak saja."


"Kak Rich harus membantuku dulu."


"Nanti saja. Dan jangan ganggu aku tidur."


"Sebentar aja Kak."


"Astaga!"


"Kak aku bisa minta tolong ambilkan bajuku di mobil Mama Nabila."


"Apa?"


"Iya. Ternyata mama sudah menitipkan bajuku di mama Nabila?"


"Merepotkan sekali. Lebih baik sana kamu ambil sendiri pada mama. Aku ngantuk dan cepak. Jangan ganggu aku Kimy!"


Dengan menghentakkan kaki gadis itu keluar kamar tanpa peduli dengan penampilannya yang berantakan. Bahkan dia lupa, baju siapa yang sedang dia pakai ini. Yang penting adalah mencari mama Nabila agar dia bisa segera mandi lalu ganti baju.


Ah, pencarian Kimy tidak sia-sia karena menemukan juga orang yamg sedang dicarinya. Nabila berada di ruang makan bersama pembantu tengah menyiapkan sarapan.


Bagaimana Kimy tidak langsung insecure ketika melihat pagi ini mama mertuanya sudah tampak rapi, cantik dan wangi. Sementara dirinya ini mencuci wajah saja belum. Masih bau iler.


Dan rupa-rupanya Nabila menyadari kehadiran sosok Kimy yang berdiri di ujung tangga tengah memperhatikannya. Wanita itu mendongak dan membelalakkan mata melihat penampilan Kimy pagi hari ini. Lucu sekali.


"Selamat pagi pengantin baru," sapa Nabila mengejutkan Kimyra.


Dengan satu tangan menggaruk kepala dengan rambutnya yang masih awut-awutan, Kimy cengar cengir sendirian karena malu. Menantu macam apa dirinya ini. Pasti Mama Nabila pasti ilfeel.


"Pagi, Ma. Maaf saya telat bangun."


"Oh, tidak masalah sayang. Kimy pasti capek kan."

__ADS_1


"Eum, Ma. Sebenarnya saya ingin bertanya pada Mama. Apa ada titipan baju untuk saya?"


Nabila yang pura-pura lupa sedikitpun berpikir. Sebenarnya semalam dia sengaja tidak memberikan baju-baju milik Kimy agar acara malam pertama Kimy dengan Rich berhasil. Tapi jika dilihat dari rambut Kimy yang tidak basah, pasti Kimy belum diapa-apakan oleh putranya. Bodoh sekali si Rich. Disuguhi yang halal kok malah dianggurkan. Percuma saja semalam baju Kimy dia sembunyikan. Yang ada Kimy malah lucu sekali memakai baju Rich yang kedodoran.


"Oh, iya. Mama lupa sayang. Baju kamu masih ada di bagasi mobil. Sebentar mama ambil. Aduh mama minta maaf, ya."


"Nggak pa-pa, Ma. Untung saja Kak Rich masih berbaik hati mau meminjamkan bajunya. Jadi kan aneh begini pasti penampilan Kimy pagi ini."


"Siapa bilang aneh. Kimy tetap cantik kok."


Nabila gegas mengambilnya kunci mobilnya. Meminta pada pembantunya agar mengambil koper milik Kimyra.


"Ma, saya balik kamar dulu ya. Mau mandi. Maaf tidak semata bantu mama siapkan sarapan."


"Tak apa Kimy. Sudah sana mandilah. Mama tunggu untuk sarapan. Sekalian Rich nya dibangunkan."


"Siap, Ma."


Sepeninggalan Kimy, Nabila melanjutkan lagi apa yang tadi dia kerjakan. Membereskan meja makan dan menata sarapan.


Tiba-tiba dia dikejutkan dengan kedua lengan yang melingkari pinggang disertai kecupan pada pipi. Siapa lagi pelakunya jika bukan Rayyan.


"Yang sekarang punya mantu semangat sekali. Pagi-pagi sudah bangun sampai rela meninggalkan suami," goda Rayyan menyeruakkan wajah di leher Nabila. Tak peduli dengan pekerja di rumah ini yang sudah terbiasa dengan manjanya Rayyan pada Nabila. Jika Nabila malu maka dia akan berujar yang hanya membuat tertawa para pembantunya. "Bapak ini lagi puber kedua."


"Iya dong, Pa. Dan asal Papa tahu. Rencanaku semalam gagal total."


"Gagal apanya?"


"Aku semalam nyembunyiin koper Kimy berharap ada sesuatu yang terjadi dengan Kimy dam Rich. Tapi jika dilihat dari gelagat Kimy yang biasa-biasa saja sepertinya memang tidak terjadi apapun juga semalam."


"Kamu ngarepnya kecepatan. Memangnya sudah pingin banget gitu dipanggil, Oma?"


"Ish, maunya dipanggil Nenda."


"Daripada kamu mengharapkan hal yang tak mungkin Rich dan Kimy lakukan ... kenapa tidak kita berdua sendiri saja yang melakukan."


"Ya kali aku ga jadi dapet cucu dari Rich. Tapi justru Rich yang dapat adik."

__ADS_1


Gelak tawa Rayyan di pagi hari menggema di seluruh penjuru rumah ini.


__ADS_2