Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 50


__ADS_3

"Kenapa Rich tidak dibawa mampir sekalian?"


"Kak Rich nya lagi sibuk," jawab Kimy seraya mencium pipi mamanya.


Firza menggandeng lengan Kimy membawanya masuk ke dalam rumah. Tadi kebetulan saja Firza sedang menyiram beberapa tanaman anggrek yang ada di teras dan melihat kedatangan putrinya. Tentu saja Firza sangat bahagia karena beberapa hari tidak bertemu dengan Kimyra.


"Mama rindu sekali padamu, Kimy!"


"Baru beberapa hari mama sudah rindu saja."


"Kimy sudah makan?"


Gadis itu menganggukkan kepala. Lalu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. "Sudah."


"Syukurlah. Rich mengurus anak mama dengan baik."


Kimy mencebik. "Siapa bilang Kak Rich mengurusku. Yang ada juga aku yang ngurusin Kak Rich."


Firza sedikit tidak percaya. Ikut duduk di sebelah putrinya. "Benarkah Kimy bisa mengurus Rich? Bukankah Kimy mengurus diri sendiri masih kesusahan?"


"Terus saja Mama mengejekku. Mentang-mentang aku anak manja dan suka sesuka hati, bukan berarti aku tak mampu mengurus suami."


Firza tergelak melihat ekspresi Kimy yang kesal padanya. Tak ada maksud Firza meragukan Kimyra. Wanita itu hanya ingin menggoda putrinya saja.


"Mama bukan mengejek. Iya ... iya. Mama percaya. Lalu sekarang anak mama ini masih manja atau sudah jadi istri yang baik dan benar?"


"Mama!"


Lagi-lagi Firza tertawa.


"Papa mana?"


"Sudah berangkat kerja."


"Papa itu sudah tua kenapa juga masih bekerja."


"Biarkan saja. Yang penting papa bahagia."


"Kimy ingin jadi seperti mama juga mama Nabila. Jadi istri yang baik untuk suami."

__ADS_1


"Bisa saja asalkan Kimy harus mau mengubah sikap. Jangan lagi sesuka hati. Karena apa? Ada Rich yang harus Kimy urus sekarang."


"Mama juga kenapa dulu harus menikahkan aku di usia muda. Padahal aku masih ingin bersenang-senang."


"Bersenang-senang tak ada habisnya, Kimy. Kamu ini punya masa depan. Andai saja dulu Kimy mau menurut pada papa dan Mama ... mungkin kami juga tak akan menjodohkanmu. Percayalah sayang. Perjodohan yang kami lakukan ini hanya untuk yang terbaik buatmu."


"Tapi mama tidak tahu saja jika Kak Rich suka sekali mengaturku. Sama saja dengan Papa dan mama. Sebentar lagi Kak Rich juga akan mendaftarkan aku kuliah lagi. Padahal aku pikir setelah menikah aku akan bebas dari kerumitan belajar. Ternyata pikiranaku salah."


"Apa Kimy menyesal menerima pernikahan ini?"


Kimy menggelengkan kepala. "Tidak. Ini pilihan Kimy untuk apa menyesal. Lagipula Kak Rich juga ganteng lumayan untuk cuci mata setiap hari."


Firza hanya geleng-geleng kepala. "Kimy ... Kimy."


••••


Berada di rumah tak hanya bermalas-malasan karena dengan semangat Kimy mengajak mamanya agar menemani dia pergi berbelanja.


"Cie ... anak mama rajin memasak sekarang."


"Apaan sih, Ma." Masih juga Kimy malu-malu karena terus saja sang mama tak berhenti menggodanya.


"Ini mau sampai kapan mama menggodaku? Jadi belanja tidak?"


"Iya, iya."


"Nanti ajarin Kimy masak ya, Ma?"


"Beres."


Firza merasa beruntung sekali setidaknya apa yang dia harapkan dari perjodohan Rich dengan Kimyra membawa dampak yang lebih baik dan ke arah positif. Kimy jadi rajin, juga rencana kuliah lagi yang dulu pernah tertunda.


"Ma. Jadi istri itu ternyata capek juga."


"Untung saja papa membelikan rumah minimalis jadi Kimy tidak terlalu capek bersih-bersih."


"Pasti Papa sengaja memberikan hadiah rumah pada Kimy dan Kak Rich."


"Iya memang. Agar Kimy belajar mandiri."

__ADS_1


"Tapi Kimy belajarnya juga karena terpaksa."


"Awalnya terpaksa ... tapi lama-lama akan terbiasa juga."


"Semoga saja Kak Rich tak lagi galak padaku."


Entah untuk kali berapa Firza harus menertawakan penderitaan Kimyra yang mendapat suami tampan tapi galaknya kebangetan. Dari cerita yang Kimy bagi, Rich telah berusaha mengajarkan Kimy untuk menjadi seorang istri. Mulai dari dipaksa membersihkan rumah sampai memasak. Bukannya marah pada Rich karena telah memberlakukan Kimy demikian, Firza justru berterima kasih sebab Rich sudah membantu mendidik Kimyra.


"Nanti jika Kimy sudah mulai masuk kuliah ... hidup berumah tangga yang sesungguhnya akan dimulai. Kimy harus pandai-pandailah membagi waktu dengan sebaik-baiknya agar semua tidak keteteran. Pendidikan dapat dijalani dengan maksimal, suami di rumah pun akan terurus dengan baik."


Kimyra lemas mendengarnya. Troli belanja di tangan sampai di lepaskan. "Mama ... bisa nggak sih jika status istri dipermudah layaknya anak yang hanya boleh bermanja-manja dengan kedua orang tuanya."


"Mana ada begitu. Jika kamu hanya mau bermanja-manja dengan suamimu ... lah siapa nanti yang akan mengurus rumah juga mengurus makan dan minum suamimu?"


"Kan bisa sewa pembantu mama. Lagian Kimy ini dinikahi untuk dijadikan istri, kan? Bukan pembantu."


"Yang sabar, semua butuh proses. Jika memang Kimy keteteran, mama yakin Rich juga akan mempekerjakan orang untuk bantu-bantu Kimy."


"Semoga saja Kak Rich tergerak hatinya untuk memberikan belas kasihan pada Kimy."


Firza hanya geleng-geleng kepala. Lalu kembali melanjutkan sesi belanja sembari memberitahu banyak hal pada Kimy apa-apa saja yang harus dia sediakan di rumah. Tak hanya bahan makanan, tapi juga segala macam yang dibutuhkan mulai dari aneka sabun, tisu sampai obat-obatan.


Untuk kali ini Kimy mendengar dengan seksama apa saja yang mamanya jelaskan. Dalam benak Kimy hanya ada bayangan Rich yang menyeramkan jika tengah marah kepadanya. Kimy harus menjadi istri yang cerdas untuk meminimalisir kemarahan suaminya.


Usai belanja, Firza kembali membawa Kimy pulang ke rumah karena akan mengajarkan putrinya itu memasak.


"Sebenarnya kegiatan memasak itu menyenangkan loh, sayang."


"Aku tahu. Tapi gara-gara punya tugas memasak dan menyiapkan sarapan untuk Kak Rich ... pagi-pagi aku sudah harus bangun. Nggak bisa lagi menikmati tidur nyenyak di pagi hari."


"Eh, itu Kimy dapat pahala nanti. Mengurus suami dengan penuh kasih sayang dan kesabaran maka Kimy sendiri yang akan memetik hasilnya. Lebih disayang oleh suami tentunya."


"Semoga saja Kak Rich akan menyayangi dan mencintai Kimy nantinya."


"Tak ada yang tidak mungkin Kimy. Mama akan membantumu berdoa semoga Rich segera memiliki rasa cintanya padamu."


Kimy mengaminkan doa-doa mamanya. Siapa juga yang tidak ingin disayang-sayang oleh suami sendiri setelah apa yang dia lakukan untuk pria itu. Penuh perjuangan Kimy mencoba menjadi wanita yang baik. Menurut pada Rich. Tak lagi banyak membangkang mamanya. Dan membuat bahagia orang-orang terdekatnya ternyata tak sesulit yang selama ini Kimy bayangkan.


Dulu dia pikir dengan membangkang maka sedikit saja dia akan bisa menarik perhatian kedua orang tuanya agar mau mendengar apa yang dia inginkan. Namun, ternyata salah. Justru dengan menjadi gadis penurut maka semua akan lebih mudah dia jalani tanpa perlu repot-repot mencari perhatian pada orang-orang terdekatnya, mereka akan dengan senang hati memberikannya.

__ADS_1


__ADS_2