Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 14


__ADS_3

Pada akhirnya disinilah mereka berdua berada. Makan di salah satu resto yang ada di dalam mall ini. Nabila tak kuasa menolak ajakan Rega, karena pertemuan mereka yang tak disengaja. Nabila masih ingin menjalin hubungan baik dengan Rega karena bagaimanapun selama ini Rega sudah begitu baik kepadanya. Banyak menolongnya dikala ia sedang kesulitan. Dan Rega tulus melakukan semua itu.


Dan sekarang sekalipun Nabila sudah menikah tapi dia tidak ingin hubungan nya dengan Rega menjadi renggang apalagi jika sampai bermusuhan.


" Jadi, bagaimana kabarmu Nabila ? Kenapa kau hanya sendirian? Kemana suamimu?" tanya Rega memulai perbincangan mereka.


Makanan sudah terhidang di atas meja , dan Rega lah yang kali ini juga mentraktirnya.


" Aku baik. Aku disini hanya ingin berbelanja saja sebenarnya. Dan karena Rayyan sedang bekerja jadi aku berangkat sendirian. Kamu sendiri bagaimana? Aku harap juga baik-baik saja ," jawab Nabila,


" Kau salah Nabila. "


Nabila mengernyit. Apa maksud Rega berkata demikian.


" Sejak tak pernah bisa lagi bebas bertemu dengan mu, aku merasa kesepian. "


" Bukankah kamu masih punya banyak teman , kenapa harus merasa kesepian."


" Aku tak akan pernah bisa dekat dan nyaman berada dengan orang lain kecuali kamu Nabila. "


" Mungkin ada baiknya kau menikah saja . Agar kamu bisa memiliki teman dekat yang akan menemanimu dalam suka dan duka."


" Memang nya aku mau menikah dengan siapa ? satu-satu nya wanita yang aku harapkan justru sudah menikah duluan,"


Nabila tahu apa maksud perkataan Rega. Dia hanya terdiam lalu menghela nafasnya. Merasa bersalah karena tekah membuat Rega patah hati seperti ini. tapi mau bagaimana lagi. Namanya jodoh tak akan pernah ada yang tahu. Sekalipun dulu Nabila pernah berharap agar berjodoh dengan Rega, Nyatanya justru dia berjodoh dengan Rayyan.


" Nabila , boleh aku bertanya sesuatu padamu ?"


" Kau mau bertanya apa ?"


" Apa kau bahagia dengan pernikahanmu. Dan apakah Rayyan bisa menjadi suami yang baik untukmu ?"


Pertanyaan Rega ini sangatlah susah untuk Nabila jawab. Jika dia berkata jujur mungkin saja akan menyakiti hati Rega. tapi jika dia tidak berkata jujur dan apa adanya , bisa-bisa Rega akan salah sangka kepadanya.


Lagi dan lagi Nabila harus menghela nafasnya sebelum menjawab apa yang Rega tanyakan.

__ADS_1


" Rega ! Jika aku tak bahagia dengan pernikahan ku , mana mungkin aku bisa hamil bahkan sudah sebesar ini ,''


Nabila mnegelus perut buncitnya . Rega memperhatikan Nabila dan memang kentara sekali jika Nabila sangat berbahagia dengan kehamilan nya. Perut Nabila sudah tampak membesar dan mungkin saja tak lama Nabila akan melahirkan. Rega berusaha menyembunyikan kekecewaan nya karena ternyata Nabila bahagia dengan pernikahan nya.Itu berarti Nabila dan Rayyan mereka berdua saling mencintai.Berbeda sekali dengan apa yang pernah ia dengar dari mulut Firza. Menurut Firza, Nabila itu pasti sudah melakukan sesuatu sehingga Rayyan tergoda pada Nabila. Firza yang mengklaim jika Rayyan adalah kekasihnya, tampak masih tidak terima dengan pernikahan Rayyan dengan Nabila. Dan Firza pernah mengatakan pada nya jika perempuan itu akan melakukan apapun untuk merebut kembali Rayyan dari tangan Nabila.


'' Rayyan itu lelaki yang baik, dan Rayyan tak pernah sekalipun menyakitiku. Dia memperlakukan ku dengan sangat baik dan menyayangiku dengan tulus. Kau tak perlu khawatir , Rega. Rayyan adalah suami yang baik untuk ku. ''


'' Aku lega mendengarnya Nabila. Akupun ikut berbahagia jika kamu pun juga telah menemukan kebahagiaan mu bersama Rayyan.''


"Terimakasih Rega. Kudoakan semoga kamu juga segera menemukan jodohmu. Perempuan baik yang akan selalu mendampingimu. ''


***


Rega kembali ke kantornya, setelah pertemuan nya dengan Nabila beberapa saat lalu. Nabila adalah wanita yang sangat baik dan wanita itu juga sudah sepantasnya mendapatkan lelaki yang baik juga yang bisa menjaganya. Dan Rega harap apa yang Nabila katakan mengenai Rayyan adalah benar adanya.


Rega mendongak kala pintu ruangan nya diketik dari luar.


"Masuk !" pinta Rega.


Pintu terbuka menampilkan sosok Firza yang berdiri disana.


Firza masuk dan meeyerahkan sebuah file pada Rega.


"Duduklah,"


Firza mengikuti perintah Rega. Ia duduk di kursi yang ada di hadapan Rega. Tampak Rega sedang meneliti laporan yang baru saja Firza berikan.


" Fir ...!"


" Iya Pak."


Rega mendongak menatap Firza dalam.


"Ada hal yang ingin aku bicarakan kepadamu."


Firza mengernyit tampak penasaran dengan apa yang akan Rega sampaikan.

__ADS_1


"Hal apa itu Pak?"


"Ini bukan mengenai pekerjaan. Tapi mengenai... Nabila."


Firza terhenyak. Untuk apa bosnya ingin membicarakan mengenai Nabila.


"Firza, aku tadi baru saja bertemu dengan Nabila. Sebenarnya tidak sengaja juga aku bertemu dengan nya. Banyak hal yang aku bicarakan dengan nya. Dan salah satu nya adalah mengenai hubungan Nabila dengan Rayyan."


Rega menghentukan ucapan nya. Firza sudah berniat untuk menimpali perkataan Rega, tapi belum sempat Firza mengucapkan sesuatu, Rega kembali berkata.


" Fir, aku harap kau bisa merelakan Rayyan untuk Nabila. "


Mendengar kata yang Rega lontarkan membuat Firza meradang.


" Bapak bilang apa? Merelakan? Huh... Tidak akan pernah, Pak."


" Dengarkan aku dulu, Firza."


"Kenapa Pak Rega membela Nabila. Seharusnya jika Pak Rega memang mencintai Nabila, Pak Rega harus berusaha bagaimanapun caranya untuk mendapatkan nya. Bukaan justru menyerah begitu saja."


"Firza, dengarkan aku. Mencintai itu tidak harus memiliki."


"Itu hanya omong kosong pak. Fakta nya, jika kita mencintai seseorang maka kita tidak akan pernah rela jika orang itu berbahagia bersama orang lain."


Rega menghela nafas. Sangat sulit berbicara dari hati ke hati dengan Firza yang ada justru Firza semakin emosi jika dia terkesan membela Nabila. Padahal niat Rega bukan seperti itu. Rega hanya ingin mengingatkan Firza, agar tidak bertindak terlalu jauh. Apalagi sampai mempertaruhkan dirinya sendiri. Rela melakukan apapun asal Rayyan mau kembali padanya. Padahal Rega tahu betul, Rayyan mungkin saja tak akan mau kembali pada Firza karena rasa cinta Rayyan hanya untuk Nabila.


Tapi bagaimana caranya Rega mengingatkan Firza. Membuka mata hati Firza jika Rayyan tidak mencintai wanita itu.


"Firza, tolong kali ini dengarkan apa yang aku katakan padamu. Memang yang namanya cinta itu harus diperjuangkan. Tapi kita juga harus tahu situasi dan kondisi nya seperti apa. Aku bukan membela Nabila dan memintamu untuk mundur juga merelakan Rayyan untuk Nabila. Bukan seperti itu. "


Kembali Rega menjeda ucapan nya. Kali ini Firza masih tak bersuara hingga membuat Rega melanjutkan ucapan nya.


" Aku tahu betul bagaimana kehidupan rumah tangga Rayyan dan Nabila. Melihat Nabila yang sudah hamil besar bahkan sebentar lagi akan melahirkan, membuatku tahu bagaimana mereka telah berbahagia dengan pernikahan mereka."


Kali Firza benar-benar bungkam. Tak mengeluarkan sepatah kata pun.

__ADS_1


__ADS_2