
Saat Kimy kembali ke luar kamar untuk menuju meja makan, Rich masih mandi karena pria itu susah sekali dibangunkan. Padahal Mama mertuanya tadi meminta agar mengajak Rich ikut serta sarapan. Waktu menunjukkan pukul delapan pagi dan sebenarnya sudah terlalu siang untuk sarapan. Namun, bagaimana lagi. Acara pernikahannya memang menguras energi dan membuatnya capek.
Di meja makan sudah ada Mama Nabila, Papa Rayyan, Zayn dan Zoey. Kimy yang merasa kikuk dan canggung menyunggingkan senyuman.
"Selamat pagi semua."
"Kimy, ayo duduk sini."
Nabila dengan semangat meminta menantunya untuk mendekat. Zoey yang seketika berseri karena mendapat teman di rumah ini. Mereka ini seumuran yang dirasa Zoey akan mendapatkan teman. Kelihatan juga Kimy ini sangat menarik orangnya.
"Kak Kimy, sini!"
Kimy tersenyum. Gadis belia yang sudah menjadi iparnya ini begitu baik padanya dan Kimy tanpa banyak kata langsung mendekat dan duduk di samping gadis itu.
"Rich mana sayang?" Nabila bertanya.
"Masih mandi, Ma."
"Ya, sudah kita sarapan dulu saja. Menunggu Rich pasti akan lama." Putus Rayyan yang disetujui oleh Nabila.
Mereka saling mengobrol dan berbincang, saat bagi Kimy untuk saling mengenal keluarga barunya. Benar apa yang mama dan papanya sampaikan jika keluarga Rich ini adalah keluarga yang harmonis dan semua baik-baik. Terbukti bagaimana mereka yang menerima kehadirannya dengan senang hati. Tidak mempermasalahkan sikap dan sifatnya yang masih labil karena mudanya usia. Juga mama mertuanya yang penuh kasih sayang. Kimy rasa rumah ini adalah tempat yang nyaman baginya.
Hingga kehadiran Rich yang mengalihkan perhatian mereka karena pria itu sudah berpenampilan rapi sekali pagi ini.
"Pagi," sapa Rich lali menyeret Kutai di sebelah papanya.
"Mau ke mana sudah rapi sekali?" Rayyan melirik lalu bertanya.
__ADS_1
"Ke kantor, Pa."
"Apa? Kamu ini ada-ada saja. Baru saja menikah bukannya menikmati waktu bersama Kimy, ini sudah mau kerja."
Nabila pun ikut menimpali. "Jangan mengada-ada kamu, Rich."
"Apa sih, Ma. Lagian aku juga nggak sampai sore. Hanya ada satu jadwal pemotretan."
Sebenarnya itu hanyalah alasan Rich saja karena pria itu sudah jengah jika harus berduaan bersama Kimyra. Dia tidak tahu harus berbuat apa karena mama dan papanya sudah pasti akan terus berusaha mendekatkan mereka berdua.
Rich sendiri jujur belum siap jika harus mengakui pernikahan paksa ini.
"Lalu Kimy mau kamu tinggal begitu saja?"
"Kan ada mama juga Zoey yang bisa menemaninya."
Kimy sendiri yang sedang menjadi topik pembahasan seolah tak ada beban sama sekali karena gadis itu berusaha menempatkan diri untuk bisa diterima kehadirannya oleh Rich.
Sepeninggalan Rich, Nabila berusaha menghibur menantunya. "Kimy yang sabar ya menghadapi Rich. Suamimu itu usianya saja yang sudah dewasa. Tapi terkadang sikapnya juga masih labil dam sesuka hatinya."
"Oh, tidak apa, Ma. Pelan-pelan saja."
"Kak Kimy keren. Aku yakin nanti jiga Kak Rich yang akan bucin sendiri."
"Hush! Anak kecil dilarang ikut campur urusan orang dewasa!" Tegur Zayn. Padahal biasanya pemuda itu juga paling tidak bisa berpikir dewasa di antara saudaranya.
Zoey hanya mencebikkan bibirnya saja menanggapi.
__ADS_1
•••
Satu hari di rumah mertua tidak terlalu buruk dijalani oleh Kimyra. Ada Zoe yang tadi mengajaknya keluar hanya sekedar jalan-jalan. Lalu ketika sore datang ke rumah, sudah disambut Nabila yang dengan senang hati Kimy membantu mama mertuanya memasak.
"Loh, Kimy bisa memasak rupanya?"
Nabila sungguh tak menyangka jika gadis manja dan suka bertingkah sesuka hati ini bisa juga memasak. Nabila pikir sosok seperti Kimy ini hanya pandai menghabiskan uangnya Rega saja. Namun, dugaan Nabila salah. Bukan Nabila berburuk sangka pada Kimy. Hanya saja seringnya Nabila mendengar keluh kesah Rega yang menceritakan bagaimana sikap dam tingkah laku Kimy selama ini selalu saja sesuka hati. Kuliah juga tidak benar dan hanya membuang-buang biaya saja. Untung saja Rega kaya jadi dihabiskan Kimy tak membuat pria itu miskin seketika.
"Kimy lama tinggal jauh dari keluarga, Ma. Jadi mau nggak mau Kimy harus belajar memasak karena jika beli terus yang ada juga bosan."
Mata Nabila mengerjab-ngerjab. Baru satu hari menjadi menantunya, Nabila pikir sikap Kimy ini jauh lebih dewasa dari Zoey. Lalu ke mana perginya Kimy yang selama dia mengenal gadis itu suka sekali slengekan dan terkadang kurang sopan. Padahal lagi, Nabila sudah bertekad ingin mengubah Kimy menjadi gadis yang baik dan bertanggung jawab. Namun, jika melihat Kimy yang bicara seperti ini sepertinya pemikiran dia tentang menantunya itu salah.
"Ma ... Mama kenapa diam saja?"
"Ah, enggak. Maafkan Mama sayang. Mama kira selama tinggal di luar negeri dulu Kimy hanya pandai menghabiskan uangnya Papa Rega. Siapa sangka jika Kimy juga pandai memasak juga. Pasti jika mamamu tahu, dia akan terharu."
"Mama Nabila jangan cerita ke Mama Firza."
"Loh memangnya kenapa sayang?"
"Sebenarnya Kimy itu bersikaplah sesuka hati selama ini karena ingin protes dengan mama dan papa karena selama ini selalu saja menyetir kehidupan Kimy. Mentang-mentang Kimy anak bontot dan perempuan sendiri lalu mereka bisa sesuka hati meminta Kimy yang terbaik dan sempurna. Tanpa mereka tahu atau bertanya apakah Kimy suka atau tidak. Duh, kol Kimy jadi curhat." Gadis itu tersadar akan semua ucapannya. Dan hanya menggaruk kepala karena malu sendiri dengan Nabila.
Nabila mengusap lengan Kimy dengan mata berkaca-kaca. Dia baru sadar jika ternyata selama ini Kimy mendapatkan tekanan dari Rega dan juga Firza. Nabila juga memiliki anak perempuannya yaitu Zoey. Meski demikian Nabila selalu memberikan kebebasan bagi putrinya untuk menjalani kehidupan sesuai dengan apa yang dimau. Bukanlah sebagai seorang mama dan papa tugasnya dengan Rayyan adalah mendukung?
Zoey juga sangat dimanja dalam keluarga mereka karena selain anak bontot juga perempuan sendiri. Sama halnya seperti Kimy. Namun Zoey memiliki kemerdekaannya sendirian menentukan dan menyuarakan apa yang dimau.
Dengan kejadian Kimyra ini Nabila sadar jika anak memang tidak boleh dipaksa-paksa. Lalu, apa yang sudah dia lakukan pada Rich?
__ADS_1
Nabila dan Rayyan memaksa juga agar putranya menikah dengan Kimyra tanpa peduli akan perasaan Rich. Meski mereka melakukan semua itu ada alasan yang kuat.
Tiba-tiba saja Nabila menarik tubuh Kimy dan memeluknya. Membuat Kimy kaget dan bingung karenanya. Ada apa mertuanya mendadani sedih begini. Apa dia salah bercerita tadi.