Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 39


__ADS_3

Bagaimana mungkin Kimy begitu ceroboh. Usai mandi justru gadis itu baru sadar jika tidak membawa baju. Yang benar saja. Lalu, dia harus bagaimana sekarang. Tidak mungkin Kimy memakai kembali baju pengantinnya. Atau dia hanya akan mendekam di dalam kamar mandi ini saja.


Dasar ceroboh! Umpat Kimy pada dirinya sendiri. Gadis itu mondar mandir tidak jelas di dalam kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk yang dililitkan di bagian dada dengan panjang setengah paha. Setelah berpikir dan mengenyahkan rasa malu, Kimy memilih keluar dengan hanya tertutupi handuk saja sebagian tubuhnya. Biar saja. Toh, ini adalah kamar suaminya.


Kimy belum pernah telanjang atau berpenampilan setengah telanjang seperti ini di depan lelaki. Namun, tak ada pilihan daripada dia mati kedinginan. Ada baiknya Kimy meminjam baju milik Rich saja untuk malam ini dan besok dia akan meminta pada mamanya agar mengantar baju miliknya.


Ceklek.


Kimy membuka pintu kamar mandi. Sebelum keluar dari dalamnya, gadis itu celingak celinguk memperhatikan sekeliling apakah ada Rich atau tidak. Dan aman. Kamar masih sepi yang artinya Rich memang tidak ada di dalam kamar ini.


Lalu, Kimy keluar dengan mengendap-endap menuju lemari baju milik Rich. Tak mungkin juga jika Kimy harus menunggu Rich sampai datang demi meminta ijin untuk meminjam baju pria itu.


Mendekati lemari dan mulai mencoba membukanya. Namun, sayang sekali. Baru juga sebelah pintu yang berhasil dibuka oleh Kimy, terdengar suara pintu kamar yang terbuka dan Rich muncul di ambang pintu sana.


"Kamu ngapain buka-buka lemariku segala!" Cecar Rich yang melihat salah satu pintu lemarinya terbuka. Namun, tubuh Kimy terhalang pintu sehingga Rich tak melihat bagaimana penampilan Kimy saat ini.


Kepala Kimy menyembul dengan tubuh sengaja gadis itu sembunyikan. Memang Kimy penasaran bagaimana rasanya menjalin hubungan dekat dengan seorang pria. Namun begitu Kimy masih ada rasa malu untuk tidak mempertontonkan tubuhnya pada seseorang meski itu adalah Rich, suaminya.


"Maaf, Kak. Aku mau pinjam baju. Nunggu ijin Kakak tapi kelamaan. Aku bisa mati kedinginan."


Glek


Rich menelan ludah kesusahan. Pinjam baju. Itu artinya Kimy tidak pakai baju? Bagaimana bisa?


"Untuk apa pinjam baju?" Rich harus merutuki mulutnya yang asal bicara. Padahal seharusnya bisa di logika tanpa harus mempertanyakan hal yang tak seharusnya ditanyakan.


"Aku lupa bawa baju."


"Kok bisa?"

__ADS_1


"Ya mana aku tahu jika kakak langsung menculikku dan membawaku ke sini. Tahu gitu tadi aku bawa baju dari rumah."


Benar juga. Kenapa Rich tak kepikiran sampai ke sana.


"Kak! Kok bengong. Jadi gimana? Boleh kan aku pinjam bajunya?"


"Ambil satu dan jangan acak acak lemariku."


Kimy membuka mulut ingin bertanya, tapi Rich sudah keluar lagi dari dalam kamar. Sekali lagi bantingan pintu membuat Kimy terlonjak kaget.


"Hobi banget sih banting pintu!" gerutu gadis itu.


Padahal dia tadi ingin bertanya. Baju apa dan mana yang boleh dia pinjam? Dan apa-apaan tadi Rich katakan? Hanya boleh pinjam satu bajunya. Yang benar saja. Ah, masa bodoh yang penting pakai baju daripada masuk angin nantinya.


•••


Rich memilih menuju dapur untuk mengambil air dingin dari dalam kulkas. Meneguknya langsung dari botol untuk membasahi tenggorokan yang terasa kering. Baru sehari memiliki istri rasanya Rich sudah harus berkali-kali mengusap dada demi mendapati tingkah labil istri kecilnya.


Berdiri di depan pintu kamar. Ragu untuk memutar kenop pintu. Jangan-jangan di dalam sana ada Kimy yang tidak pakai baju.


Tiba-tiba saja Rich gelisah. Berdehem sekali hanya berniat menetralkan kembali raut wajahnya agar terlihat dingin dan menakutkan. Bagaimana pun juga, Rich harus jaga image di depan Kimyra agar gadis itu tak berani bersikap sesuka hati padanya.


Huft. Tangan Rich memutar kenop lalu perlahan mendorong pintu agar terbuka. Kepala Rich melongok ke dalam. Benar saja. Kimy selalu saja berhasil membuatnya terkejut.


Lihat saja gadis itu, memakai kaos juga bokser miliknya. Rich menepuk keningnya. Jangan-jangan Kimy juga memakai **********. Ya, Tuhan! Ingin marah pun mana bisa Rich lakukan.


Pria itu masuk ke dalam kamar setelahnya menutup pintu dan menuju ranjang. Kimy sudah senyum-senyum melihat Rich mendekatinya. Kimy pikir malam ini dia dan Rich akan tidur sekamar dan juga seranjang. Bahkan Kimy sudah memasang wajah imut juga merapikan rambutnya. Bagaimana pun Kimy harus tampil maksimal di malam pertamanya ini. Jangan sampai memalukan dan Rich jadi illfeel kepadanya.


Namun, harapan Kimy sia-sia. Senyuman termanis yang dia berikan tak ada guna ketika Rich yang sudah berdiri di samping ranjang justru mengambil bantal, lalu kembali menjauh menuju sofa.

__ADS_1


Kimy masih membulatkan mata ketika mengetahui Rich menata bantalnya di atas sofa dan suaminya itu merebah di sana. Setelahnya, Rich mengubah posisi tidur jadi miring membelakanginya. Sungguh Kimy tidak terima. Dengan kesal gadis itu turun dari atas ranjang dan mendekat pada Rich. Tangan Kimy menoel pundak Rich sampai pria itu terjengit karena kaget.


"Kak Rich! Kenapa tidur di sini?"


"Ranjangku sudah kamu kuasai begitu," enteng Rich menjawab.


"Habisnya aku harus tidur di mana jika tidak di ranjang milik Kak Rich."


"Ya, sudah kau pakai saja. Aku bisa tidur di sini. Atau kamu yang mau tidur di sofa dan aku tidur di ranjang."


"Nggak mau. Badanku bisa pegal. Kak Rich juga bisa pegal nanti jika tidur di sofa sempit ini. Kenapa kita nggak tidur di satu ranjang saja."


"Aku tidak terbiasa tidur di satu ranjang dengan orang asing."


"Orang asing kata kakak? Kita sudah menikah loh, Kak."


"Ya terus? Tetap saja kan kita ini masih asing. Sudah jangan ganggu. Aku capek dan ingin tidur."


Rich tak mau meladeni gadis itu dan memilih kembali memunggungi Kimy.


Gadis itu berdecak kesal. Mencari cara bagaimana menyeret Rich agar mau tidur di satu ranjang yang sama dengannya.


"Kak! Ini baju kakak aku pakai nggak apa kan?"


"Ya. Daripada kamu tanpa busana. Lebih baik bajuku kau pakai aja."


"Tapi ... dalaman kakak terlalu besar. Maaf ya jika tadi aku mencobanya."


"Apa?!"

__ADS_1


Rich sungguh shock mendengarnya. Pria itu sampai harus kembali bangun dan duduk di atas sofa menatap ngeri pada Kimy.


Namun, gadis itu justru cekikikan sendiri dan melenggang pergi meninggalkan Rich menuju ranjang.


__ADS_2