Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 43


__ADS_3

"Terima kasih Rich akhirnya kamu mau datang juga menemui papa di sini," ucap Rega ketika menyambut kedatangan pemuda yang telah resmi menyandang sebagai menantu sejak satu minggu yang lalu.


"Tidak masalah, Pa." Rich duduk di hadapan mertuanya setelah sebelumnya, mereka berdua sempat bersalaman.


"Maaf papa sudah mengganggu waktu dan kesibukanmu."


"Tidak apa, Pa. Saya tidak seberapa sibuk."


Jika dulu Rich akan memanggil dengan sebutan Om Rega, kini nama panggilan itu telah berubah menjadi papa sebab Kimyra telah dia nikahi.


Rega mengangguk. "Sebenarnya papa meminta agar kamu menemui Papa hanya karena Papa ingin mengucapkan terima kasih padamu sebab sudah menikahi Kimyra. Dan maaf jika selama kalian menikah, Kimy sudah banyak merepotkanmu."


"Papa kenapa berbicara seperti itu?"


"Pasti Kimy sudah membuatmu pusing kepala, kan?"


Entah kenapa Rega merasa bersalah karena telah melibatkan Rich dalam cara pengasuhan atas diri Kimyra.


Rich tersenyum masam. "Hanya sedikit berulah, Pa."


"Maafkan Kimy. Sebenarnya dia anak yang baik. Hanya saja mama dan papa mungkin terlalu memanjakan dia selama ini. Jadilah Kimy yang sesuka hati. Papa selalu berharap dengan pernikahan ini kamu bisa menuntun Kimy menjadi gadis yang lebih baik lagi. Papa serahkan Kimy padamu. Terserah Rich ingin Kimy seperti apa. Papa setuju saja. Mungkin Rich akan membiarkan Kimy untuk kuliah lagi atau bekerja ... papa tidak keberatan. Yang penting Kimy bisa berubah menjadi seseorang yang lebih bertanggung jawab tidak hanya pada dirinya sendiri tapi juga pada keluarga."


"Papa beneran nggak masalah jika saya daftarkan Kimy untuk kuliah?"


Ya, selama satu minggu ini Rich rasa tak ada yang dilakukan Kimy selain di rumah ngerumpi bersama mama dan adik perempuannya. Tak ada salahnya jika dia meminta Kimy untuk melanjutkan study yang sempat tertunda.


"Papa nggak masalah, Rich. Lakukan yang menurutmu adalah yang terbaik. Papa merasa malu padamu karena Kimy mungkin sangat jauh dari kriteria perempuan yang akan kamu nikahi selama ini."


Di sini Rich tidak merespon apapun. Karena jujur dia sendiri kecewa. Kenapa baru sekarang Rega mengatakan hal ini semua setelah pernikahan berlangsung. Kenapa tidak pada saat Rega dan mamanya berniat menjodohkannya dengan Kimy dulu.


Sekarang penyesalan pun percuma saja kan. Tak ada yang perlu diubah karena pernikahan yang sudah terjadi tak mungkin bisa di akhiri begitu saja.


"Rich ... sebagai ucapan permintaan maaf Papa ... sekaligus sebagai hadiah pernikahan kalian, papa sudah menyiapkan rumah yang nantinya bisa kamu dan Kimy tinggali."

__ADS_1


"Pa! Papa tidak perlu memberikan apapun pada saya."


"Anggap saja ini hadiah pernikahan kalian. Dan siapa tahu saja dengan kalian tinggal berdua jauh dari keluarga, kamu dan Kimy bisa belajar hidup mandiri."


Rega menyodorkan sebuah kunci rumah pada Rich. Pemuda itu hanya menatap kunci di atas meja dengan ragu.


"Terimalah Rich. Papa mohon!"


Rich pikir tak ada salahnya juga jika dia membawa Kimy keluar dari rumah keluarga dan mulai hidup mandiri berdua. Memang Kimy selalu membuatnya pusing kepala. Tapi masak iya dia bisa kalah hanya dengan gadis ingusan seperti Kimyra.


Dari sini Rich bertekad untuk mengubah Kimyra. Ia akan tunjukkan pada keluarga jika pasti bisa menjadi Rich sesuai dengan yang mereka harapkan. Karena percuma saja jika Rich melepas pernikahan paksa ini karena perceraian tidak ada dalam kamus hidupnya.


"Baik, Pa. Saya terima hadiah pemberian papa. Saya janji akan mengubah Kimy menjadi lebih baik lagi dan dapat menjadi kebanggaan keluarga."


"Terima kasih, Rich."


"Sama-sama, Pa."


Malam ini semua anggota Alexander sedang menikmati makan malam bersama. Ada Rayyan, Nabila, Zayn, Zoey, Kimy dan tentu saja Rich.


"Ini enak sekali. Beneran Kimy yang masak?" tanya Rayyan antuasias mengunyah makanan dalam mulutnya.


"Ish, papa ini dibilangin mama nggak percaya banget."


Kimy meringis. "Nggak enak ya, Pa? Maaf ya, Pa. Kimy juga baru belajar memasak."


Zoey menimpali. "Jangan percaya Kak Kimy, Pa. Kak Kimy ini jago memasak. Dan ramen ini memang buatan Kak Kimy."


"Oh, ya? Ini enak sekali. Papa nggak nyangka jika Kimy pandai memasak. Zoey kamu juga harus belajar memasak seperti Kak Kimy ini."


Perbincangan yang memenuhi ruang makan hanya didengarkan oleh Rich tanpa ada keinginan untuk ikut menimpali obrolan mereka. Dalam hati Rich sebenarnya juga bertanya-tanya. Benarkah Kimy yang membuat ramen sebagai menu makan malam mereka hari ini. Namun, jika bukan Kimy siapa lagi? Pembantu rumah tangganya juga tidak sehebat ini membuat hidangan khas Korea. Mamanya juga tidak mungkin membuat makanan dengan rasa otentik yang sedikit asing di lidah. Di sini hanya Kimy yang memang lama tinggal di Korea.


Ya, tak buruk juga hasil olahan tangan istri bar-bar nya ini. Rich hanya menikmati makanannya dalam diam sampai habis tak bersisa.

__ADS_1


Lalu di saat semua telah menyelesaikan sesi makannya masing-masing, Rich meminta waktu pada mereka untuk membicarakan sesuatu.


"Papa ... mama. Ada hal yang ingin aku sampaikan," ucap Rich mengalihkan perhatian Rayyan juga Nabila.


"Ada apa Rich?"


"Dua hari dari sekarang aku akan bawa Kimy keluar dari rumah ini."


Nabila yang terkejut langsung menjawab, "Apa maksudnya, Rich? Membawa Kimy keluar dari rumah ini bagaimana?"


"Kami berdua akan pindah ke rumah baru, Ma."


"Apa?"


"Rich kenapa mendadak sekali? Kamu ingin tinggal terpisah dari kami?"


Rich menganggukkan kepalanya.


Jangan ditanya bagaimana Kimy yang terkejut dan hanya bisa celingak celinguk memandang Rich, Rayyan, juga Nabila secara bergantian. Sungguh dia sama sekali tidak mengerti apa-apa tentang rencana pindah rumah karena Rich tidak pernah mengatakan padanya. Satu minggu bergelar menjadi istri, Rich seolah memusuhinya. Tak mau dekat-dekat dengannya. Tak mau tidur seranjang dengannya. Bahkan Rich seolah berusaha menjauhinya. Lah ini tiba-tiba saja Rich ingin mengajaknya pindah. Yang benar saja?


"Pa ... ma. Aku hanya ingin hidup mandiri bersama Kimy. Jadi kurasa tak ada masalah jika aku membawa Kimy untuk pindah dari rumah ini."


"Memangnya ke mana kamu akan pindah?"


"Tidak jauh dari sini, Ma. Sebenarnya Papa Rega yang memberikan rumah ini sebagai hadiah pernikahanku dengan Kimy."


Nabila juga Rayyan terkejut. Tapi mereka berdua sebenarnya tidak masalah jika Rega memberikan hadiah rumah pada Rich dan Kimy.


"Apakah kamu sudah memikirkan semua ini dengan baik-baik Rich. Jika memang kalian ingin hidup mandiri, mama tidak masalah. Lagipula kalian masih bisa datang ke rumah ini kapan pun juga."


"Papa juga tidak masalah. Memang ada baiknya kalian belajar saling mengenal satu dengan yang lain. Tapi kamu harus janji untuk menjaga Kimy dengan baik, Rich."


"Aku janji, Pa."

__ADS_1


__ADS_2