Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 46


__ADS_3

"Rich, minggu depan aku akan mengikuti suamiku pindah ke luar negeri. Mungkin setelah ini kita nggak akan bisa bertemu lagi," ucap Resca selanjutnya yang membuat Rich diam membisu. Tak tahu ingin berkata apa.


"Rich tak adakah keinginan untukmu membantuku?" kembali Resca memohon.


"Membantu apa?"


"Membantuku agar aku tak dibawa suamiku?"


"Tak ada yang bisa aku lakukan Ca. Kita sama-sama sudah menikah. Dan aku sadar bahwa hubungan kita memang hanya sampai di sini. Kita masih bisa berteman tapi tidak lebih. Dan tolong jangan pernah memiliki pemikiran untuk kabur Ca. Ingatlah! Pernikahan itu bukan permainan dan tolong kamu coba jalani semua dengan ikhlas. Pasti semua akan baik-baik saja nantinya."


"Tapi Rich!"


"Please, Ca. Aku juga tidak ingin mengecewakan keluargaku. Dan aku sudah berjanji akan menjalani pernikahan dengan sungguh-sungguh sesuai dengan apa yang keluarga harapkan."


Rich tidak tega sebenarnya berbicara begini pada Resca. Tapi bagaimana lagi karena memang mereka tidak akan pernah bisa bersatu karena sama-sama memiliki pasangan. Rich paham tujuan keluarga menjodohkan dia dengan Kimy agar tak mengganggu rumah tangga Resca. Jadi sekarang begitu Resca meminta hal yang mustahil untuk dapat ia lakukan, Rich tak akan mengecewakan keluarga besarnya.


"Rich, aku pikir dengan menemui kamu maka ada cara bagiku untuk dapat lari dari suamiku karena aku nggak mau ikut dia pindah ke luar negeri."


"Sebagai istri kamu wajib mengikuti ke mana pun suamimu pergi, Ca."


"Entahlah, Rich. Tak lagi ada yang bisa aku lakukan karena kamu pun sudah tak mau membantuku."


Sungguh, melihat Resca yang seperti ini sebenarnya Rich tidak tega. Tapi mungkin inilah cara agar dia bisa melepaskan Resca dan menjauh dari wanita itu.

__ADS_1


"Maafkan aku, Ca."


Semoga keputusan yang Rich lakukan ini adalah yang terbaik untuk semua.


Rich juga sudah berjanji pada Rega untuk menjaga Kimy serta mendidik gadis itu. Dia berharap rumah tangganya kelak berjalan sesuai dengan yang dimau oleh keluarga. Meski tak ada rasa cinta, tak mengapa. Rich bisa menempatkan dirinya sebagai seorang kakak sama halnya dia memperlakukan Zoey.


•••


Berada di rumah baru, Kimy rasa bukan hal yang buruk juga. Meski terasa sepi karena hanya dia dan Rich yang menghuni, tapi setidaknya Kimy bisa bebas sesuka hati jika sedang tak ada Rich.


Seperti hari ini adalah hari keduanya tinggal di rumah baru yang merupakan hadiah dari papanya. Rich sudah pergi bekerja pagi-pagi sekali hingga Kimy yang masih di jam sepuluh pagi merasa amat sangat kesepian. Sejak Rich meninggalkan rumah, Kimy kembali membungkus badan dengan selimut tebal. Tidur dan bermalas-malasan. Hanya saja lama-lama bosan juga.


Keluar kamar hanya keheningan yang menyambut. Gadis itu berpikir dan berpikir apa yang akan dilakukan setelah ini. Sebuah ide terlintas di dalam benak. Ah, kenapa dia tidak pergi hang out saja bersama teman-temannya.


Baiklah. Karena Kimy sedang ingin menonton tapi nggak ada teman nonton di bioskop, jadi dia putuskan untuk nonton di rumah saja. Memilih beberapa judul film yang menarik hatinya. Lalu meraih ponsel dan membuka aplikasi pesan makanan online. Banyak sekali makanan yang Kimy pesan dan dia benar-benar ingin menghabiskan harinya dengan bersenang-senang.


Ah, indahnya hari Kimy. Seorang diri di rumah bukan alasan untuk dia merasa kesepian. Bahkan aneka camilan yang hanya tinggal bungkusnya berserakan di mana-mana. Bekas makanan pun tercecer di atas meja. Kimy sungguh tak mau membebani harinya dengan merasa dikucilkan juga diabaikan oleh suaminya sendiri.


•••


Pulang kerja hampir saja Rich salah jalan. Dia lupa jika mulai kemarin rumahnya sudah pindah bukan lagi di rumah mama dan papanya tapi ada rumah baru yang dia tempati bersama Kimyra.


Masalah yang tengah Rich hadapi, membuat pria itu stres sendiri. Meski pun begitu Rich masih mencoba untuk menemukan kewarasannya untuk tidak mengikuti nafsu dengan lari bersama Resca. Dua hari lalu untuk kali terakhir Rich bertemu dengan Resca karena setelah itu dia mendapat pesan bahwa wanita itu benar-benar meninggalkan Indonesia. Kasihan sebenarnya. Namun, mau bagaimana lagi. Dia memang tak lagi bisa membantu Resca untuk lepas dari suami wanita itu. Bukan ranah Rich untuk ikut campur urusan rumah tangga Resca. Rumah tangganya sendiri saja belum bisa dia urus dengan baik.

__ADS_1


Mobil dia parkir di depan rumah ketika baru pukul tiga sore. Sengaja Rich pulang cepat, padahal ketika malam biasanya dia baru pulang. Itu sebab karena Rich sedikit khawatir meninggalkan Kimy seorang diri di rumah. Seharian ini pun Kimy tak ada menghubungi juga mama yang tak ada kabar. Rich berpikir, benarkah Kimy tak menemukan masalah atau kendala yang berarti ketika baru saja pindah ke tempat baru. Ini memang hari kedua Karena di hari pertama kemarin ada banyak anggota keluarga yang berkumpul di rumahnya. Bahkan mama Nabila sempat mengadakan selamatan rumah baru kemarin.


Pria itu turun dari dalam mobil sembari mengernyitkan keningnya.


'Sepi sekali,' gumam Rich yang tidak menemukan tanda-tanda kehidupan di rumahnya ini.


Makin dibuat penasaran saja Rich melihatnya. Jendela rumah saja masih tertutup. Iyakah Kimy sedang berada di luar? Atau ....


Ah, Rich jadi ketakutan dan khawatir. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan pada istri bocahnya jika dia tidak mau disunat untuk kali kedua oleh orang tuanya.


Gegas Rich menuju pintu. Mengetuk sekali yang tak ada sahutan. Dan begitu Rich memutar handel pintu, ternyata tidak terkunci. Rich buka makin lebar sembari meneriakkan nama istrinya. "Kimy!"


Pria itu masuk ke dalam rumah dengan mata membulat sempurna. Menelan ludah dengan emosi yang memuncak juga amarah yang datang tanpa diundang.


Bagaimana mungkin baru dia tinggal setengah hari saja, rumahnya sudah sangat berantakan mirip kapal pecah. Padahal ketika tadi pagi dia tinggalkan, rumah masih rapi dan tidak kacau seperti ini.


Ini pasti ulah Kimy. Memangnya siapa lagi? Di rumah hanya ada Kimy seorang. Oh, Tuhan. Ujian mulai datang. Kesabaran Rich dipertaruhkan. Inikah yang dinamakan cobaan yang sesungguhnya dalam rumah tangga.


"Kimy!!" teriak lantang juga nyaring yang keluar dari bibir Rich. Begitu menggelegar tapi tak mengusik sedikit pun tidur pulas Kimy di atas sofa.


Rich harus mengurut dadanya demi menahan emosi agar tak semakin tersulut akibat perbuatan Kimy.


Menarik napas dalam. Lalu sekali lagi dengan nada suara berat, Rich kembali memanggil nama istrinya. Kali ini makin keras dari sebelumnya.

__ADS_1


"Kimyra!!!"


__ADS_2