Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 7


__ADS_3

Menjalani satu bulan ini dengan penuh suka cita karena Nabila masih bisa bertemu dengan teman-teman kantornya. Berbeda dengan Rayyan yang hampir setiap waktu selalu merasa khawatir jika Rega akan terus mendekati istri nya. Padahal Nabila sudah berusaha menjauhi Rega, dengan menolak ajakan makan siang yang kerap Rega tawarkan kepadanya. Jika hanya makan siang di kantin kantor nya, Nabila tak keberatan Rega ikut bersamanya. Akan tetapi jika Rega memberinya tawaran makan siang di luar kantor, dengan halus Nabila akan menolaknya.


Selain karena Nabila ingin Rega menjauh dari nya dan tidak terjerumus semakin dalam pada perasaan nya, juga karena Nabila ingin menjaga hati Rayyan. Suaminya itu terlalu cemburu jika itu menyangkut segala sesuatu tentang Rega.


Ah entahlah Nabila tak tahu apa yang ada dalam pikiran Rayyan hingga suaminya itu begitu tak menyukai Rega. Padahal Rega itu adalah lelaki yang sangat baik. Selama ini Rega juga telah banyak membantunya. Berkali kali Nabila memberikan pengertian pada Rayyan. Tapi Rayyan tetaplah Rayyan dengan sikap nya yang jika sudah tidak menyukai seseorang maka akan sengaja ia tunjukkan ketidak sukaan nya itu.


Sekarang Nabila resmi menjadi seorang pengangguran. Pada awal-awal dia tidak bekerja memang membuat Nabila merasa sangat bosan. Beruntung nya dia masih memiliki Mama Silvya yang dengan senang hati akan mengajak nya shopping, pergi ke salon, pergi arisan atau jika sedang berada di rumah mana silvya akan mengajak Nabila memasak atau membuat kue. Setidak nya semua hal itu bisa menjadi kesibukan Nabila sekarang ini.


Malam ini Nabila dikejutkan oleh Rayyan yang tiba - tiba menurunkan koper besar nya dari atas almari.


Beberapa saat lalu Rayyan baru saja menerima telpon entah dari siapa, Nabila pun juga tidak tahu.


" Bil...!" Panggil Rayyan.


Nabila yang memang sedang memperhatikan Rayyan hanya menjawab dengan deheman.


"Aku harus pergi ke korea besok."


Nabila mengernyit. " Ke korea? Kenapa mendadak sekali?"


Tentu Nabila protes. Ini pertama kali nya Rayyan pergi ke luar negeri setelah mereka tinggal bersama.


" Maafkan aku. Mendadak fotographer ku tak bisa berangkat karena sakit demam. Jadi, aku harus menggantikan nya."


" Berapa lama kamu pergi? "


" Dua minggu."


"Hah! Dua minggu? Kenapa lama sekali."


Rayyan tersenyum. Nabila memang belum tahu bagaimana pekerjaan nya. Jika sudah pergi ke luar negeri, maka Rayyan akan menghabiskan waktu minimal satu minggu lamanya.


" Mungkin menurutmu lama. Tapi memang seperti ituah pekerjaan ku. Atau... Kamu mau ikut dengan ku? Kita bisa sekalian Honeymoon?" tawar Rayyan.


Tentu saja Nabila menggeleng. Rayyan ini ada - ada saja. Bahkan sekarang kondisinya sedang mengandung, bagaimana mungkin Rayyan mengajak nya pergi ke tempat jauh. Dan apa dia bilang tadi? Honeymoon? Ada-ada saja.


" Kamu ini jangan mengada-ada Ray. Istri hamil diajak Honeymoon."


Rayyan terkekeh. Lalu mengusap pucuk kepala Nabila.


"Apa yang bisa aku bantu?" tawar Nabila.


"Bantu aku memilih baju untuk aku bawa selama dua minggu."


"Baiklah."

__ADS_1


Nabila bangkit berjalan menuju lemari pakaian milik Rayyan. Membuka nya dan mulai memilih beberapa kemeja, kaos, celana panjang juga celana pendek.


"Disana lagi musim apa? Panas atau dingin?" tanya Nabila.


" Bulan mei musim semi."


" Baiklah, kau harus membawa jaket."


Nabila mengambil dua buah jaket. Lalu dia mulai meneliti baju - baju yang sudah Nabila persiapkan.


" Ada lagi nggak yang kurang?" tanya Nabila.


Rayyan ikut meneliti nya.


" Sayang... Celana dalam ku mana? Kenapa tidak ada. "


Blush


Pipi Nabila merona. Tentu saja dia malu jika harus mengambil celana dalam milik Rayyan.


" Kau ambil sendiri saja"


Rayyan mengernyit menatap istri nya yang menunduk. Memang nya kenapa dengan celana dalam nya. Sampai istri nya meminta untuk mengambil nya sendiri.


" Ray...! Kenapa kau letakkan disini. Masukkan sekalian ke dalam koper."


Lagi-lagi Rayyan menurut. Menatap istri nya heran.


" Kau ini kenapa?" tanya Rayyan pada Nabila.


" kenapa apa nya?"


" Kamu takut sama celana dalam ku?"


Pipi Nabila merona. Rayyan terkekeh.


" Sama celana dalamku takut. Tapi sama isinya celana dalam tidak takut," celetuk Rayyan.


Nabila memukul lengan Rayyan. Geram dengan omongan Rayyan barusan.


" Aduh, kenapa lagi? Jangan memancingku Nabila. "


" Memancing apa nya?"


" Lha itu tadi, ngapain mukul-mukul lenganku segala. "

__ADS_1


" Ray....! " Nabila sudah menggeram. Gemas sendiri dengan lelaki ini.


***


Pagi hari nya Derry sudah menjemput Rayyan. Asisten Rayyan itu tidak turun dari dalam mobil nya. Hanya menunggu Rayyan di depan pagar.


Rayyan menyeret koper besarnya diikuti oleh Nabila.


" Kau pergi hanya berdua dengan Derry?" tanya Nabila.


" Iya."


"Berhati - hati lah."


Rayyan berhenti di depan pintu. Membalikkan badan nya menghadap Nabila.


" Kau juga. Baik - baik di rumah. Jangan mau jika diajak mama keluyuran. Ingat! Kamu tidak boleh kecapean."


Pesan Rayyan hanya diangguki kepala oleh Nabila.


Detik selanjutnya wajah Rayyan sudah menunduk, mendekat tepat berada di depan wajah Nabila. Bibir Rayyan mendarat di atas bibir Nabila. Melumatnya perlahan dan Rayyan selalu tak bisa mengendalikan diri jika sudah berciuman dengan Nabila.


Suara klakson mobil Derry membuat Rayyan dengan terpaksa harus melepas ciuman nya. Diusap bibir Nabila dengan jari jempol nya.


" Aku berangkat."


Nabila mengangguk. Sebelum benar-benar meninggalkan istri nya, kembali Rayyan mencium kedua pipi Nabila.


Lalu setelahnya dia menarik koper besar nya menuju mobil Derry.


Nabila mengikuti dan berdiri diambang pintu pagar. Derry turun dari dalam mobil membuka bagasi dan memasukkan koper milik Rayyan.


Rayyan melambaikan tangan nya begitu mobil Derry mulai melaju meninggalkan nya.


Nabila kembali masuk ke dalam rumah. Bertepatan dengan mama yang keluar dari dapur.


" Nggak ada Rayyan rumah pasti sepi," celetuk Mama Silvya.


" Memang Rayyan sering pergi pergi ya, Ma."


" Sering banget. Anak itu hampir jarang sekali berada di rumah. Ada saja pekerjaan yang harus dia kerjakan. Kalau nggak di luar kota ya luar negeri."


Nabila hanya mendengarkan cerita Mama Silvya. Nabila memang tidak seberapa tahu tentang pekerjaan Rayyan. Bahkan saat pertama kali Nabila mendatangi kantor Rayyan, dia sempat dibuat ternganga. Selain berprofesi sebagai seorang fotografer, suaminya itu juga punya agency model. Pantas saja Rayyan awet muda, karena setiap hari selalu dikelilingi wanita wanita cantik yang menjadi model nya.


Mengingat Rayyan bersama wanita lain, kenapa membuat Nabila merasa tidak suka. Apakah dia cemburu? Kata orang jika cemburu itu tandanya cinta. Benarkah dia cinta dengan Rayyan, suaminya? Nabila tidak tahu. Yang jelas kehadiran Rayyan sangat memengaruhi hidup nya sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2