Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 24


__ADS_3

Sarapan adalah rutinitas wajib yang harus dilakukan dalam keluarga Rayyan dan Nabila. Sesibuk apapun mereka, rutinitas sarapan dan makan malam itu harus wajib dihadiri seluruh anggota keluarga. Untuk mempererat kekeluargaan di antara anggota keluarga kecuali jika di antara mereka ada yang sedang bepergian ke luar kota.


Nabila turun dari lantai atas rumahnya bersama sang suami sudah mendapati ketiga anak duduk di masing-masing kursi mereka yang berada di ruang makan.


"Selamat pagi semua," sapa Nabila pada Rich dan kedua adiknya .


"Pagi ,Ma !" jawab mereka serentak.


Rayyan menarik kursi dan duduk di sana, sementara Nabila mengambil piring sang suami dan mengisinya dengan menu sarapan yang telah tersedia di atas meja makan.


Setelahnya ia menyodorkan piring kepada sang suami lalu memperhatikan satu persatu anak-anaknya yang telah menyantap sarapan mereka. Mata Nabila tertuju pada anak pertamanya yang bernama Rich.


"Rich , kau sudah rapi sekali pagi ini. Apakah ada jadwal pemotretan di luar kota ?" tanya Nabila menelisik sang putra.


Rich mendongak menatap mamanya. Lalu menjawab, "Iya, Ma."


"Berapa lama kau akan pergi Rich."

__ADS_1


"Satu Minggu mungkin ."


Mendengar perbincangan istri dan anaknya, mengingatkan Rayyan pada almarhum mamanya . Iya, mama Silvya yang telah meninggal menyusul sang papa dua tahun silam . Dulu mama Silvya juga bersikap hal yang sama seperti Nabila. Selalu sibuk bertanya kemanapun ia pergi . Mengingat mama Silvya membuat Rayyan begitu saja merindukan mama yang begitu menyayanginya.


"Kau berhati-hatilah ,Rich . dan jaga diri baik-baik. Segera pulang jika pekerjaanmu telah usai." cerca Nabila pada anak pertamanya. Rich hanya mengangguk.


Rayyan sebenarnya juga cemas jika melihat Rich yang hingga di usia saat ini masih saja betah melajang . Padahal jika mengingat bagaimana dulu saat ia masih muda dimana suka sekali bergonta ganti wanita . Sementara Rich , meski anak pertamanya itu yang kini mewarisi bakatnya sebagai seorang Photographer, nyatanya sifat dan sikap Rich sangat jauh berbeda dengan dirinya . Rich adalah tipikal lelaki dingin dan tak tersentuh wanita . Meski kesehariannya tak jauh jauh dari wanita cantik dan seksi, tetapi Rich selalu membatasi dan menjaga diri untuk tak tertarik pada mereka. Bahkan para model yang telah lama bekerja pada Rich , sudah sangat paham dengan sikap dan sifat lelaki itu .


"Ma ... aku pergi dulu ." pamit Rich begitu ia telah menyelesaikan sesi makannya . Beranjak berdiri dan mencium pipi Nabila serta papanya.


Melenggang pergi meninggalkan kedua adiknya yang masih menikmati sarapan. Tas ransel yang tadi Rich letakkan di atas sofa , segera di raihnya dan berjalan tergesa keluar rumah .


Pagi ini Rich ada pekerjaan hunting tempat sebagai lokasi pre wedding salah satu klien nya. Jika dulu Rayyan lebih suka menajdi Photographer untuk model iklan lain halnya dengan Rich yang lebih suka petualang .


Rich lebih memilih menerima job foto pre wedding daripada periklanan. Karena menurut Rich, para klien nya yang ingin menyewa jasanya untuk sebuah photo prewedding , maka lebih suka di lakukan dengan tema outdoor . Inilah salah satu pekerjaan yang membuat mood Rich selalu membaik. Mengunjungi satu tempat ke tempat lain. Ibarat kata sambil bekerja ia bisa bersenang-senang dan berwisata.


Seperti sekarang ini. Ia sudan mengadakan janji temu dengan salah satu klien yang akan menggunakan jasanya . Beberapa hari yang lalu, asisten Rich sudah hunting lokasi . Fan sekarang giliran Rich bersama klien nya yang akan survey lokasi . Sebenarnya bisa saja Rich pergi sendiri tanpa harus didampingi oleh klien. Tapi klien nya ini memaksa dan tak mau melihat lokasi hanya melalui foto semata. Sepasang kekasih yang akan melangsungkan pernikahan itu , memilih melihat sendiri lokasi yang sudah di tentukan oleh rich.

__ADS_1


Baiklah , karena sang klien memaksa jadilah hari ini Rich akan survey lokasi bersama -sama. Semoga saja klien nya cocok dan menerima tempat yang telah dipilih oleh Rich.Jika tidak , Maka Rich akan kesusahan lagi mencari tempat. Karena memilih lokasi pemotretan itu tidaklah mudah .Dan harus disesuaikan dengan tema yang akan diambil sesuai dengan keinginan klien .


Rich telah menjalankan mobilnya memasuki sebuah gedung perkantoran dimana studio nya berada . Memarkir range Rover nya dinsebelah mobil asisten pribadinya


RIch tak nampak mobil klien nya dan itu berarti sang klien belum datang . Rich harus bersabar menunggu kedatangan klien nya tersebut .


Saat Rich batu saja turun dari dalam mobilnya , sebuah mobil yang tampak asing di matanya melewatinya dan memarkir mobil tersebut dari tempat Rich berdiri saat ini . Penasaran, tentu saja . Karena ia tak pernah mengetahui siapa pemilik mobil tersebut . Mungkin saja klien nya . Daj Rich dengan bodohnya justru menunggu sampai si empunya mobil keluar .


Sepasang lelaki dan perempuan turun dari dalam mobil . Tidak seperti layaknya calon pengantin pada umumnya . Kedua nya terlihat berjalan sendiri sendiri saling mengiringi . Rich memicingkan mata dan ia mengenal lelaki itu yang tak lain adalah klien nya. Selama ini hanya klien nya yang laki -laki saja yang selalu menemuinya sehingga Rich tidak pernah tahu bagaimana rupa sang mempelai wanita.


"Hai, Rich .....!" sapa si lelaki pada Rich.


Keduanya saling berjabat tangan hingga saat calon mempelai wanita ikut mengulurkan tangan nya, disaat itu juga Rich terpana.


"Resca," ucapnya memperkenalkan diri.


####

__ADS_1


bersambung


__ADS_2