Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 20


__ADS_3

Nabila masih mematung duduk di dalam mobil nya. Tidak menyangka kenapa dia bisa melihat pemandangan seseorang, bukan seseorang lebih tepatnya, tapi dua orang yang entah sedang membicarakan apa. Dari sekian banyak tempat, kenapa juga dia dan Qila bisa memilih tempat yang sama dengan yang sedang di datangi oleh Rayyan, suaminya.


Nabila mengurungkan niatnya yang akan turun dari mobil. Lebih memilih berdiam diri dengan mata masih mengawasi interaksi Rayyan dengan Firza. Sebenarnya saat Nabila membelokkan mobil nya di tempat ini, ekor matanya sekilas menangkap sosok mobil Rayyan yang terparkir di depan Resto khas Jepang. Nabila sudah berniat menelepon suaminya menanyakan keberadaan lelaki itu, tapi belum sempat Nabila mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya, sosok tegap Rayyan telah keluar dari dalam Resto. Yang membuat Nabila semakin melotot tidak suka saat dengan tiba - tiba Firza datang menghampiri Rayyan, hingga keduanya terlibat obrolan. Entahlah Nabila pun tak tahu pasti mereka sedang berdebat apa, yang jelas Nabila melihat jika Rayyan tak menanggapi Firza. Hingga mobil Rayyan berlalu meninggalkan pelataran parkir barulah Nabila bernafas lega. Tak berselang lama Firza pun juga meninggalkan Resto dengan menaiki sebuah taxi.


Setelah kepergian mereka berdua Nabila keluar dari dalam mobilnya. Menghela nafas nya lelah mengingat tentang apa yang barusan dia lihat. Suaminya ada bersama Firza. Nabila bertanya tanya apa yang mereka lakukan disini. Nabila, meskipun dia percaya pada Rayyan dan dia juga melihat dengan mata nya sendiri jika Rayyan terlihat menolak Firza dan memilih meninggalkan wanita itu, tapi tetap saja rasa cemburu tak bisa dia enyahkan begitu saja.


"  Kenapa cemberut begitu ? " tanya Qila yang juga baru sampai Resto dan berpapasan dengan Nabila di depan pintu.


" Nanti saja aku cerita nya. Ya sudah , ayo masuk ! " Nabila menggandeng lengan Qila masuk ke dalam.


Selain makan siang , mereka berdua terlibat obrolan banyak hal. Jarang bertemu membuat Nabila dan Qila banyak cerita yang saling mereka bicarakan. Dan salah satu nya adalah tentang keberadaan Firza juga Rayyan di resto ini .


Qila sempat tak percaya , " Mungkin mereka tidak sengaja bertemu ." Qila berusaha neredam kecemburuan sahabatnya.


" Mungkin juga karena tadi aku melihat Rayyan yang sepertinya tak seberapa suka melihat Firza. Dan Rayyan memilih meninggalkan Firza. "


" Lebih baik kau tanyakan saja pada Rayyan, apa sebenarnya yang terjadi diantara mereka. Kenapa bisa berada di satu tempat yang sama . Daripada kamu nya pensaran , lebih baik dibicarakan ."


Nasihat Qila ada benarnya . Sebaiknya dia memang bertanya pada Rayyan.


*******


Sore harinya , Rayyan baru saja pulang dari bekerja, mendapati anak dan istri nya yang sudah menyambut kedatangan nya di luar rumah.


" Sayangnya papa .... " Rayyan yang baru saja keluar dari dalam mobil mendapati iyad berada di atas stroler di teras rumah.


Rayyan sudah berniat mengangkat bayi nya tapi di tahan oleh Nabila.


" Ray ...! Kamu bau. Mandi sana." perintah Nabila sinis.


" Mana ada aku bau. Coba cium masih wangi kok ...." Rayyan mencondongkan kepala nya bersiap mencium pipi Nabila.


Telapak tangan Nabila sudah menahan wajah Rayyan dan mendorong nya pelan agar sedikit menjauh.


" Kubilang mandi, Ray .... "


" Galak banget. " Rayyan mencebik mendapati istri nya yang kembali bersikap galak kepadanya.


Nabila sudah melotot dan Rayyan hanya nyengir.

__ADS_1


" Siap nyonya. Aku mandi dulu."


Sebelum masuk ke dalam rumah dengan gemas Rayyan mencubit kedua pipi Nabila.


" Ray ...!" teriak Nabila geram.


Melihat Rayyan, Nabila masih merasa kesal mengingat bagaimana tadi siang suaminya itu baru saja bertemu dengan Firza.


****


" Sayang ...!"


Nabila tersentak. Rayyan sudah kembali menghampiri nya yang sedang menemani baby iyad di teras depan. Rayyan, lelaki itu bahkan sudah berganti baju dengan baju rumahan. Terlihat lebih segar dan wangi.


" Sayang ..." kembali Rayyan memanggil istrinya karena sedari tadi Nabila terkesan tak menanggapi kehadiran nya.


" Ada apa, Ray."


Rayyan mengambil baby iyad dari dalam stroler lalu menggendongnya dan mulai mencium gemas pipi anak lelakinya.


" Sayang ... tadi aku ketemu Firza." celetuk Rayyan di sela candaan yang dilontarkan lelaki itu pada babby iyad.


Nabila memandang Rayyan dengan tidak suka.


Rayyan menatap Nabila penuh selidik. " Jangan bilang kamu ngeliat aku dan Firza tadi ? "


Rayyan menyipitkan matanya menanti jawaban Nabila.


Istri nya itu mencebik lalu berkata, " Memang aku lihat tadi."


" Astaga sayang..! Kalau kamu lihat kenapa nggak nyamperin aku tadi."


" Ngapain juga nyamperin kamu? "


" Sayang please ... ! jangan berpikir yang macam-macam.  Aku tidak sengaja juga ketemu Firza tadi."


" Terus...."


" Ya enggak terus terus.... Kayak kamu nggak ngerti Firza gimana. "

__ADS_1


" Pasti minta balikan kan? "


" Itu kamu tahu?"


" Lalu ... Kamu terima? "


" Gila aja aku terima dia. "


Nabila beranjak dari duduk nya masuk ke dalam rumah. Diikuti Rayyan dengan baby iyad dalam gendongan nya.


" Tuh lihat sayang ... Mama cemburu sama papa. " Rayyan menggoda Nabila.


" Siapa juga yang cemburu. " ucap Nabila sinis. Langkah kaki nya menuju ke dalam kamar.


Rayyan masih setia mengekor di belakangnya.


Nabila menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, Rayyan pun ikut naik ke atas ranjang. Di letak kan baby iyad di atas kasur. Kedua pipi bayi nya diciumi oleh Rayyan.


" Sayang ... Iyad sudah besar. Sepertinya tak masalah kalau kita beri dia adik. " celetuk Rayyan begitu saja.


" Besar apa nya? Dia baru tiga bulan Ray?"


" Ya bagus kan nanti jarak nya tidak terlalu jauh dengan adik nya."


Rayyan menyentuh kaki Nabila, tapi ditepis oleh istrinya.


" Jangan marah lagi ... Plese.... "


Nabila masih mengerucutkan bibirnya. Entah kenapa dia masih kesal mengetahui pertemuan Rayyan dengan Firza. Padahal Rayyan sendiri sudah jujur padanya tanpa Nabila harus repot-repot bertanya pada suaminya itu.


Rayyan sudah paham apa yang harus dia lakukan untuk meredam kemarahan Nabila. Ditarik nya tengkuk istrinya, dicium bibir Nabila. Awalnya  Rayyan mendapat penolakan tapi karena kegigihan nya justru sekarang Nabila sudah melingkar kan kedua lengan nya di leher Rayyan.


Ciuman mereka terlepas karena tangis melengking baby iyad. Rayyan dan Nabila saling tatap dengan kening yang masih menempel satu sama lain. Dengan tawa tersungging di bibir keduanya karena mereka sempat melupakan keberadaan baby iyad.


" Jangan marah lagi , please .... " pinta Rayyan. tangan nya membelai pipi istrinya yang bersemu merah.


Nabila mengangguk, lalu keduanya kembali harus dikejutkan oleh tangis baby iyad yang semakin keras.


" Ray ... dia menangis ...."

__ADS_1


Dan Rayyan segera menggedong bayi nya hingga tangis iyad mereda dengan sendirinya.


" Begitu kok mau kamu kasih adik Ray  ... diabaikan oleh kita saja iyad sudah menangis histeris . " celetuk Nabila masihdengan memperhatika suamianya yang menggendong anak mereka.


__ADS_2