Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 8


__ADS_3

Tak biasanya Rayyan akan seserius ini dalam bekerja. Yang ada di dalam benak Rayyan, tugas nya segera selesai dan ia bisa segera kembali pulang ke rumah. Sudah sangat merindukan keberadaan istri nya. Bahkan satu minggu ini dia nyaris gila karena hampir setiap malam dia tidak bisa tidur dengan tenang.


Derry, asisten nya itu terlalu terkejut dengan perubahan drastis pada diri seorang Rayyan Alexander. Kemana pergi nya Rayyan yang sering mengajak nya datang ke tempat hiburan malam acap kali dia dan Rayyan bertugas keluar kota atau ke luar negeri. Yang ada sekarang adalah Rayyan yang terus menekuri laptonya hingga malam menjelang. Tak peduli dengan sindiran ataupun teguran asisten nya.


"Bos, ngga mau keluar?" tanya Derry.


"Keluar kemana? Bukan nya kita sudah makan?" jawab Rayyan.


Ya, dan satu lagi yang bukan menjadi kebiasaan Rayyan. Dimana saat makan malam Rayyan yang terbiasa mengajak Derry keluar, kali ini lebih memilih delivery dan makan di dalam kamar hotel.


Derry berdecak." Sekarang tidak seperti dulu ya, Bos."


Rayyan akhirnya mendongak, menatap Derry.


"Maksudnya?"


"Ya, sejak Bos menikah, semua sudah berubah."


Rayyan membuang Nafasnya. "Der, berubah lebih baik tidak masalah bukan?"


"Ya, aku senang mendapati mu berubah bos. Tidak lagi seenak nya seperti dulu."


"Dan menurutmu... Kau lebih suka aku yang dulu atau aku yang sekarang?"


Derry tampak berpikir dan Rayyan masih menanti jawaban Derry.


"Bos yang sekarang dari tingkah laku lebih baik. Hanya saja... Kau jadi membosankan."

__ADS_1


"Apa?"


"Ya, aku bosan satu minggu disini hanya kerja dan kerja bos. Kapan kita bersenang - senang."


"Der...! Aku ini sedang berusaha untuk menjadi lebih baik. Dan seharusnya kau mendukungku. Aku seperti ini juga agar pekerjaan kita cepat selesai dan kita bisa segera pulang. Dan Klien kita juga pasti akan senang jika kita tak berla. a-lama disini. Karena yah... Mereka bisa ngirit biaya juga kan? "


" Aku tahu itu, Bos. Dan aku akan mendukungmu."


"Bagus."


Dan Rayyan kembali menekuri laptop nya. Berusaha menyelesaikan pekerjaan nya agar ia pun bisa segera pulang. Entahlah, untuk saat ini Nabila telah menjadi prioritas nya. Bukan lagi kesenangan diri sendiri yang Rayyan pikirkan. Jika dulu mungkin Rayyan tak akan terlalu peduli dengan pekerjaan atau klien nya. Tapi sekarang, seperti nya pemikiran Rayyan semakin bijak saja.


Hingga menjelang tengah malam, Rayyan mematikan laptop nya. Besok pagi adalah hari terakhir dia akan mengadakan sesi foto prewed bersama klien nya. Dan hasil foto-foto yang tiga hari lalu ia ambil, telah selesai semua ia edit dan perbaiki. Perfect. Rayyan puas akan hasil nya dan semoga klien nya pun tak akan banyak protes sehingga ia tak perlu mengulang-ulang pekerjaan nya.


***


Tampak sekali jika klien nya pun puas dengan cara kerja Rayyan. Baru kali ini Rayyan merasa bangga akan keberhasilan nya. Ternyata jika pekerjaan yang ia geluti lebih serius, maka akan cepat selesai. Ditambah kepuasan pelanggan yang utama.


Selama ini pun sebenarnya Rayyan telah berusaha menjadi seorang fotographer yang profesional. Bukti nya karir nya melejit begitu cemerlang.


Hanya saja yang menjadi perbedaan, jika dulu cara kerja Rayyan sangat santai hingga hanya untuk sesi pemotretan prewed di luar negeri, dia bisa membutuhkan waktu dua minggu lamanya. Karena terkadang saat survey lokasi, Rayyan akan melakukan nya sambil sersenang senang. Menikmati apa yang bisa dia nikmati. Tapi jika sekarang, tujuan Rayyan hanya satu. Fokus pada pekerjaan. Tak ada lagi sesi bersenang-senang.


"Okay... Selesai. Kita bisa istirahat," ucap Rayyan dan Derry sungguh merasa sangat lega mendengar nya.


"Akhirnya selesai juga."


Hari sudah beranjak sore. Kedua klien Rayyan pun tampak puas begitu melihat hasil pekerjaan Rayyan. Iya, Rayyan telah menunjukkan pada klien nya, sepasang calon pengantin yang telah menggunakan jasanya. Semua hasil pemotretan mereka selama hampir sepuluh hari disini.

__ADS_1


Dan kelegaan tampak di wajah Rayyan karena besok mereka bisa pulang. Lebih cepat empat hari dari yang telah mereka Jadwal kan.


"Akhirnya kita bisa pulang besok," ucap Rayyan.


"Yang sudah kangen istri senyum senyum terus." sindir Derry.


"Nanti, jika kau sudah menikah, pasti kau akan meraskan apa yang sedang kurasakan saat ini."


Derry hanya mencebik. Begitulah pria, jika sudah menikah maka mereka akan berubah total menjadi seorang pemuja cinta. Sama hal nya seperti Rayyan.


***


Nabila yang selama lebih dari satu minggu ini ditinggal oleh Rayyan baik-baik saja. Belum ada kerinduan yang singgah di hati Nabila. Dan selama tidak ada Rayyan, Nabila sering mengunjungi Rena dan Qila. Bahkan tiga hari lalu Nabila menginap di tempat Qila dan Rena. Dua malam Nabila menginap disana. Dan untung saja Mama Silvya mengizinkan. Mungkin Mama Silvya juga tidak tega melihat Nabila yang kesepian jika berada di rumah. Jadi selagi tidak ada Rayyan, Mama Silvya mengizinkan saja menantunya menginap di tempat teman nya.


Rayyan pun tahu akan hal itu, karena Nabila juga memberitahu suaminya. Bahkan hampir setiap hari Rayyan menelpon nya.


Malam ini Nabila sudah kembali tidur di kamar Rayyan. Sejak kemarin sebenarnya Nabila telah kembali lagi ke rumah mertua nya.


Belum terlalu malam, bahkan ini baru jam delapan malam. Nabila sudah memutuskan masuk ke dalam kamar nya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Rumah tampak sepi karena Mama Silvya sedang keluar bersama Papa. Ada jamuan makan malam dengan klien papa. Jadilah Nabila yang merasa sangat kesepian.


Menyelimuti tubuh nya hingga batas leher. Nabila memejamkan mata dan nyatanya Nabila benar-benar tertidur. Mungkin dia terlalu lelah atau mungkin juga karena Nabila sudah mengantuk. Yang jelas, Nabila memang benar-benar terlelap.


Ciuman di kening, lalu pindah di pipi Nabila rasakan. Mungkinkah ia sedang bermimpi? Lagi-lagi Nabila merasa tidurnya terusik. Ada seseorang yang kini sedang memeluk tubuhnya. Mata Nabila mengerjab karena indera penciuman nya seperti mencium aroma Rayyan yang begitu Nabila kenali.


Lagi-lagi tubuhnya terasa hangat karena pelukan seseorang yang semakin erat dari belakang tubuhnya. Dengan terpaksa Nabila membuka matanya. Meraba perutnya dan benar saja lengan kekar itu bertengger manis di atas sana. Astaga! Nabila terkejut. Lalu memutar kepalanya ke belakang.


"Ray...! Ini kamu?" tanya Nabila seolah tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2