Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 29


__ADS_3

Siang ini Rayyan dan Nabila sengaja berduaan menikmati makan siang di luar. Tepatnya salah satu resto yang ada di dalam sebuah pusat perbelanjaan. Keduanya sering sekali menghabiskan waktu bersama meski hanya sekedar jalan, nonton dan berujung makan. Hal kecil yang menambah kadar keharmonisan. Tak peduli usia yang tak lagi muda. Yang penting mereka nyaman dan bahagia menjalani biduk rumah tangga.


Makan di sebuah resti dengan menu andalan steak, Rayyan dan Nabila hampir saja menyelesaikan acara makannya ketika dikejutkan dengan kehadiran Rega beserta keluarga. Ada Firza dan juga Kimyra.


"Ray ... Bil. Kalian di sini juga rupanya?" Rega yang sudah berdiri di samping meja Rayyan bertanya.


"Loh, Reg. Kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini. Ayo gabung dengan kita sekalian."


"Apa nggak ganggu kalian?" Kali ini Firza yang bertanya.


"Tentu saja tidak. Ayo Fir. Duduk. Eh, ini Kimy?" Nabila berdiri meminta pada sahabatnya untuk bergabung bersama mereka. Lalu mengamati sosok gadis cantik berkulit putih dengan rambut panjang yang diwarnai coklat tua.


"Iya, Tante."


"Kimy kapan sampai?" Basa basi saja Nabila bertanya. Padahal sebenarnya sudah tahu dari Rega.


"Beberapa hari lalu, Tan."


"Ayo duduk."


Kini, mereka yang tadi hanya berdua, jadi berlima sekarang. Banyak mengobrol apa saja. Saling menanyakan kabar anak-anak mereka.

__ADS_1


Makanan yang dipesan oleh Rega sekeluarga pun juga sudah dihidangkan dan sedang dinikmati oleh mereka. Sampai ketika di satu titik di mana Kimy yang mulai bosan dengan obrolan para orang tua memilih undur diri dan berpamitan ke toilet.


Nabila melirik putri Rega tersebut, lalu bertanya sesuatu. "Kimy masih akan kembali ke Korea atau ada rencana menetap di Indonesia?"


"Aku melarangnya balik ke Korea. Bukannya hidupnya lebih baik yang ada semakin membuat kepalaku pusing saja," jawab Rega jujur.


"Loh, memangnya sudah lulus kuliah?"


"Belum, Bil. Ya gitu lah. Nggak tahu juga aku. Anak perempuan satu-satunya tapi susah diatur. Sepertinya itu karma buatku." Jawaban Firza membuat Nabila tidak enak. Wanita itu menyentuh lengan sahabatnya seraya berkata. "Jangan berkata seperti itu. Namanya cobaan dalam keluarga. Kita tidak boleh membeda-bedakan di antara anak-anak kita karena semua memiliki perbedaan. Tidak harus semua sesuai dengan apa yang kita inginkan."


"Kena DO dia. Alasan itulah yang membuatku melarang dia kembali ke Korea. Percuma saja. Justru aku semakin susah mengontrolnya."


"Lalu ... jika dia tidak lagi melanjutkan kuliah, apa yang akan dia lakukan di sini?" Rayyan yang sejak tadi menjadi pendengar, ikut-ikutan ambil suara.


Ucapan Rega yang terlalu sarkas membuat Firza menyenggol lengan suaminya. "Papa, ish. Yakin mau menikahkan Kimy? Apa papa tidak kasihan dengan suami Kimy nanti. Kita saja yang sudah membesarkan dia hampir tiap hari dibuat pusing kepala."


Bukan rahasia lagi jika sosok Kimyra yang terlihat cantik itu nyatanya memiliki sikap dan sifat sesuka hati. Hampir tidak mau peduli meski itu pada kedua orangtuanya sendiri. Diminta kuliah juga sering bolos sampai di DO. Padahal Rega dan Firza sudah menurut dengan apa yang putrinya itu mau berharap sang putri memiliki rasa tanggung jawab atas pilihannya sendiri. Karena selama ini Firza dan juga Rega selalu mendoktrin dan mengatur hidup Kimy demi kebaikan gadis itu sendiri. Nyatanya, Kimy tetap saja membuat kecewa papa dan mamanya.


Nabila yang mendengar penuturan dan keinginan Rega, langsung berbinar. Siapa sangka jika keinginan yang sempat terlintas di dalam benak, rupanya mendapatkan angin segar dari Rega. Padahal Nabila belum pernah menyampaikan keinginannya pada Rega. Keinginan untuk menjodohkan Rich dengan Kimy.


Tak mau membuang-buang kesempatan, dengan semangat Nabila berucap. "Rega ... Firza. Eum ... bagaimana jika Kimy dojodohkan saja dengan Rich?"

__ADS_1


Rayyan yang mendengar usul Nabila, mendukung saja dan menyerahkannya semua pada sang istri tercinta.


Lain halnya dengan reaksi yang diterima oleh Rega juga Firza. Pasangan suami istri itu saling tatap seolah bertanya, apakah yang Nabila katakan itu tidak salah. Jujur, Rega juga Nabila setuju saja dengan usul Nabila. Tapi kenapa Rich harus dijodohkan? Bukankah putra pertamanya Nabila itu hampir mendekati kata sempurna sebagai seorang pria lajang. Ataukah karena usia sehingga Nabila memaksa putranya agar segera menikah sampai harus dijodohkan segala.


"Tunggu, Bil. Boleh aku bertanya. Kenapa kamu mau menjodohkan Rich dengan Kimy?"


Nabila menoleh pada Rayyan. Namun Rayyan menjawab dengan kode pandangan pada istrinya itu yang mengatakan bahwa Rayyan menyerahkan semua soalan Rich pada Nabila.


"Sebenarnya sudah lama aku ingin Rich menikah. Sayanganya dia terlalu menutup diri. Tak lagi mau kecewa setelah dulu pernah dihianati kekasihnya. Heran aku dengannya. Padahal kejadian itu sudah tiga tahun lalu. Tapi sampai sekarang belum bisa move on juga. Padahal usia Rich itu hampir kepala tiga. Aku sebagai ibunya tentu saja resah dengan kondisi yang ada."


"Bila, bukankah waktu itu aku sudah menelepon dan mengatakan padamu jika bertemu Rich di Bandara dengan seorang wanita. Apakah wanita itu bikan kekasihnya?"


Kepala Nabila menggeleng. Lalu kembali menoleh pada Rayyan. Haruskah dia berkata hal yang sesungguhnya pada Rega seputar hubungan tidak benar yang sedang dijalani oleh putranya itu.


Rayyan menghela napas. Menatap Rega dengan pandangan tak biasa.


"Aku dan Nabila ini juga sedang pusing dengan kelakuan Rich. Sepertinya kita ini memiliki permasalahan yang sama. Yaitu tentang anak. Meski persoalan mereka berbeda. Jika kamu dan Firza pusing dengan tingkah laku Kimy yang sesuka hati ... sementara aku dan Nabila sedang pusing bagaimana caranya memisahkan Rich dari wanita yang pernah kamu temui di Bandara."


"Kau kata ingin Rich move on dan segera menikah. Lantas, kenapa harus memisahkan Rich dari wanitanya."


"Karena hubungan mereka tidak benar. Wanita itu adalah klien Rich. Sudah memiliki calon suami dan sebentar lagi akan menikah. Bisa-bisanya si wanita itu justru berselingkuh dengan Rich. Sebagai orang tua Rich ... aku tidak bisa menerima hal tak benar begitu. Aku memang ingin Rich segera menikah. Tapi bukan dengan wanita yang berstatus calon istri orang. Di dunia ini ada banyak wanita lajang. Kenapa juga harus wanita yang sudah punya gandengan. Mana Rich pernah didamprat pula oleh calon suami wanita itu. Benar-benar meresahkan."

__ADS_1


Sungguh Rega terkejut mendengar semua cerita seputar Rich. Ia pikir Rich adalah lelaki yang mendekati kata sempurna. Namun, ternyata apa yang Rega pikirkan tidak sesuai kenyataan.


__ADS_2