Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 18


__ADS_3

Belum genap dua bulan Pasca Nabila melahirkan, Rayyan sudah berisik merecoki nya setiap hari.


" Astaga, Ray ! kenapa kamu enggak sabaran. Kubilang kan tiga bulan. Dan ini juga baru satu setengah bulan."


" Sayang, Kapan hari bilang nya dua bulan kenapa sekarang jadi tiga bulan . Apa kamu tidak kasihan , punyaku sudah karatan ."


Nabila terkekeh. Wajah Rayyan yang tampak memelas sangatlah lucu. Sebenarnya dia hanya mengerjai Rayyan seberapa kuat suaminya itu tanpa dirinya.


" Sayang.... Please......mau ya...." rayu Rayyan lagi.


Nabila yang tidak tega akhirnya menganggukan kepala.


" Yeay......" teriak Rayyan kegirangan.


*****


Mama Silvya sekarang tidak lagi kesepian karena adanya baby iyad, anak pertama Nabila dan Rayyan. Bayi dua bulan itu sangatlah lucu dengan badan gembul nya.


" Ray....!" panggil mama Silvya kala mereka sedang bersantai menemani iyad.


" Yes ma."


" Kalian tidak ingin ngadain resepsi pernikahan kalian."


" Kalau menurut Nabila tidak perlu lah, ma. Lagipun sudah banyak juga yang mengetahui tentang status pernikahan kita."


" Eum sayang....."


" Apa ?" sahut Nabila.


" Bagaimana kalau kita honeymoon saja." Rayyan menatap Nabila dengan tampang mesum nya. Kedua alisnya naik turun menggoda Nabila.


" Ah, itu mama setuju. Lebih baik kalian pergi honeymoon. Siapa tahu pulang nya kalian membawa berita bahagia. Ada adik nya iyad misal nya. "


Nabila ternganga mendengar ocehan ibu mertua dan juga suami nya yang ada di sampingnya. Bisa-bisa nya bicara soal adik untuk iyad. Bahkan ini baru dua bulan pasca dia melahirkan iyad.


" Bagaimana sayang ? kita honeymoon ya. "


" No, iyad masih bayi tidak mungkin lah kita meninggalkan dia."


" Todak apa Nabila sayang, kan ada mama. Nanti biar iyad mama yang jaga. Kalian pergi saja berdua. Honeymoon keliling Eropa."


Nabila hanya mampu menepuk dahinya. Terserah mereka mau ngomong apa.

__ADS_1


****


Richard Alexander atau yang biasa disapa baby iyad, putra pertama pasangan Rayyan dan Nabila. Sejak melahirkan iyad tiga bulan lalu, aktifitas Nabila benar -benar terfokus pada pengasuhan putra pertamanya itu. Apalagi setelah Nabila tidak lagi bekerja, Nabila sering merasa kesepian. Beruntung nya Nabila mempunyai suami sebaik Rayyan.


Karena Rayyan tidak ingin Nabila bosan berada di rumah, sering kali Rayyan membawa Nabila juga baby iyad ke kantornya yang juga merangkap sebagai studio pemotretan.


Disana Nabila bisa berbaur dengan karyawan Rayyan yang lima puluh persen nya adalah perempuan. Selain itu Nabila juga bisa sekalian mengawasi Rayyan dari godaan para model - model yang suka tebar pesona. Nabila tidak peduli jika dibilang istri posesif tapi memang itulah bentuk rasa cinta dan sayang nya untuk Rayyan.


Belum lagi baby iyad yang lucu dan menggemaskan, banyak sekali yang menyukai bayi itu. Bahkan Rayyan telah menyulap satu ruangan khusus untuk baby iyad dan juga Nabila.


Beberapa karyawan Rayyan banyak juga yang merasa iri pada Nabila. Bisa dicintai oleh lelaki setampan dan sebaik Rayyan. Mengingat bagaimana petualangan Rayyan dulu seolah semua tidak akan percaya.


" Sayang ...!"


" Hmm.." Nabila yang sedang membaca majalah di sofa ruang kerja Rayyan hanya bergumam saat mendengar panggilan suaminya.


" Raisya sebentar lagi mau nikah."


Nabila mendongak menatap Rayyan lalu kening nya berkerut. Raisya adalah sekretaris Rayyan.


" Lalu?"


" Kurasa setelah menikah nanti, Raisya tak akan bekerja lagi."


" Kenapa begitu?"


" Oh ya.... "


" Ya .... dan aku lagi berpikir. Jika Raisya mengikuti suaminya otomatis dia pasti resign."


" Memang Raisya bilang sama kamu kalau dia mau resign ?"


" Belum. Hanya saja tak ada salah nya kan kalau aku jaga- jaga. "


" Maksudnya? Aku masih belum mengerti Ray. "


" Jadi gini sayang, kamu tau kan kalau keberadaan Raisya itu sangatlah penting buatku. Kalau tidak ada Raisya semua kerjaan ku pasti bisa kacau. Apalagi sekarang aku tak bisa lagi mengharapkan Derry. Kamu tahu sendiri kan sayang jika Derry lebih sering berada di luar kota mewakiliku. "


Nabila mengangguk. Sering berada di kantor Rayyan, membuat Nabila sedikit banyak mengetahui seluk beluk pekerjaan suaminya. Dulu, Nabila kira Rayyan hanyalah seorang fotographer biasa. Bahkan dia sempat heran kenapa semua orang mengelu ngelu kan Rayyan. dan setelah menjadi istri Rayyan barulah Nabila tahu jika Rayyan ini memang benar benar lelaki hebat. Pantas saja seorang Rayyan Alexander bisa menjadi terkenal dan selalu menjadi perbincangan semua orang.


Raisya, sebenarnya jabatan nya adalah sebagai sekretaris Rayyan. Sementara Derry adalah asisten pribadi Rayyan. Akan tetapi seiring berkembangnya usaha yang Rayyan geluti semua jadi beralih profesi.


Karena sejak menikah dan memiliki baby iyad, Rayyan tidak akan lagi sering pergi pergi ke luar kota atau ke luar negeri. Tidak seperti dulu yang hampir setiap saat dia akan bepergian dan jarang berada di rumah. Urusan itu sekarang lebih banyak dihandel oleh Derry. Seperti project pemotretan prewedding yang biasa nya selalu dilakukan diluar kota atau bahkan ke luar negeri. Semua Derry yang menghandel. Dari urusan survey tempat hingga segala hal yang menyangkut semua project itu. Rayyan akan turun tangan langsung jika klien nya benar benar meminta Rayyan yang menjadi fotographer nya. Bukan photographer lain yang menjadi bawahan Rayyan.

__ADS_1


Sementara Raisya, perempuan itu akan menghandel semua urusan agency model yang Rayyan geluti. Mulai dari mengatur jadwal, mencari model baru, menerima job periklanan dan sejenisnya. Semua Raisya yang mengerjakan dan Rayyan hanya akan tau beres.


Oleh sebab itulah Rayyan cemas jika seandainya Raisya benar benar resign setelah menikah nanti. Sangat disayangkan oleh Rayyan jika dia sampai kehilangan  karyawan sebaik dan seprofesional Raisya. Dan yang menjadi masalah baru kemana dia akan mencari pengganti Raisya.


" Sayang..."


" Apa sih, Ray."


" Suatu saat jika Raisya benar -benar resign, bagaimana jika kamu saja yang menggantikan."


Nabila melotot. " Apa? Menggantikan Raisya. Ada- ada saja kau ini Ray."


" Habisnya aku harus mencari pengganti Raisya kemana?"


" Jangan terlalu berpikir jauh Ray. Raisya nya aja belum bilang jika dia mau resign. "


" Iya sih.. Tapi seandainya Raisya benar resign. Kamu tidak ada pilihan menolak untuk menggantikan posisi Raisya. "


" Eh, kenapa bisa begitu. Pemaksaan itu namanya. Lagipula jika aku bekerja bagaimana iyad. "


" Kan ada baby sitter nya iyad. Nanti iyad kita taruh disini juga. Jadi kita masih bisa selalu bersama iyad. "


" Terserah kamu saja Ray. Menolak pun juga percuma kan. Kau paling pinter jadi pemaksa."


Rayyan terkekeh. Lalu bangkit dari duduk nya dan berjalan menghampiri Nabila yang duduk di atas sofa. Tangan nya melingkari pinggang Nabila. Kepala nya sudah condong dan mendarat tepat di ceruk leher Nabila.


" Ray....."


" Baby iyad masih tidur. " bisik nya di telinga Nabila. Tangan nya sudah nakal bergerilya kemana- mana.


" Ray, ini dikantor."


" memang kenapa kalau dikantor? Bukan nya kita juga pernah melakukan nya disini."


" Iya dan hampir ketahuan Derry. Malu ya aku Ray. "


Nabila menutup kedua mukanya dengan telapak tangan.


Rayyan bangkit menuju pintu lalu mengunci pintu nya.


" Aman. Tidak akan ada Derry yang mengganggu kita. " ucap Rayyan menaik turunkan alis nya menggoda Nabila.


" Dasar mesum. "

__ADS_1


Satu bantalan sofa sudah melayang mengenai bahu Rayyan karena Nabila gemas pada Rayyan dan dengan asal melemparkan bantal itu.


#####


__ADS_2