
Sepertinya kedatangan Rayyan di kantor Rich adalah waktu yang tepat karena lelaki itu bisa menyaksikan sendiri keributan yang terjadi di dalam ruang kerja putera itu.
Rayyan masih berdiri di ambang pintu, tak ada niat membantu atau ikut campur dengan soalan putra pertamanya itu. Hanya menjadi penonton dengan apa yang terjadi pada putranya. Dugaan Rayyan selama ini benar. Bagaimana mungkin putranya yang tampan itu menyukai klien yang juga calon istri orang.
"Saya harap Anda bisa menjaga diri untuk tidak mengacaukan pernikahan saya dengan Resca," ucap lelaki yang berdiri di hadapan Rich. Setelahnya, pria itu berbalik badan, sedikit terkejut melihat keberadaan Rayyan. Namun, pria itu mencoba abai dan berlalu begitu saja melewati tubuh Rayyan tanpa kata. Hanya senyuman tipis yang pria itu berikan pada Rayyan sebelum pergi meninggalkan ruang kerja Rich.
Lain halnya dengan Rich yang langsung pucat pasi mendapati keberadaan sang papa yang dia tebak sudah melihat drama pertengkaran dengan klien nya tadi. Dia gugup. Menelan ludah kesusahan lalu kembali duduk di kursi kerjanya. "Masuklah, Pa," pinta Rich yang menunggu papanya, tapi tak kunjung masuk juga.
Rayyan berdecak, pun demikian lelaki yang masih tampan di usai lebih dari kepala lima itu masuk juga ke dalam ruang kerja putranya. Menjatuhkan diri di atas sofa dengan tangan terlipat di depan dadaa. Menatap penuh tanya pada Rich. "Bisa kau jelaskan apa maksud semua itu?"
Lagi-lagi Rich yang gugup meraup wajah frustasi. "Maafkan aku, Pa."
"Rich ... rich. Kau ini tampan. Kenapa harus menjatuhkan harga diri di depan pria lain. Hei ... kau ini anak papa. Kenapa harus mengikuti jejak papa menjadi lelaki brengsek." Rayyan menghela napas panjang sebelum meneruskan ucapannya. "Kau tahu Rich. Wanita di dunia ini banyak. Kenapa harus menyukai klienmu sendiri. Papa tahu wanita itu cantik. Tapi .... sudahlah. Papa juga tak akan menghakimimu. Namun, begitu papa berharap agar kau tak mengulangi kesalahan yang sama dengan apa yang papa dulu pernah lakukan. Sebagai seorang player yang salah arah dan tujuan. Beruntungnya papamu ini dipungut oleh mama. Jadi, kau bisa lihat semdiri bagaimana papa yang berhasil mendapatkan sebuah kebahagiaan setelah melalui pencarian yang begitu panjang. Pernah saling membenci dengan mamamu, tapi berkahir juga dengan penuh saling rasa mencintai."
Rich diam. Dia tahu jika apa yang dia lakukan salah. Merusak kebahagiaan orang lain itu tidak dibenarkan karena kita sendiri pun tak pernah ada keinginan kebahagiaan kita dikacau oleh oranglain.
Rayyan beranjak berdiri. Tak mau terlalu menyalahkan Rich jika dia tetap berada di sini. "Cari perempuan lain. Dan lepaskan wanita bernama siapa tadi. Resca atau siapa. Jangan pernah merusak hubungan orang lain jika kamu sendiri tak ingin mengalami hal yang sama. Jika kamu tidak sanggup mencari wanita lain untuk dijadikan istri, serahkan saja pada papa dan mama. Kami dengan senang hati akan membantu."
Gila saja jika sampai papa dan mama menjodohkannya. Batin Rich tidak terima.
"Ini semua masalah hati, Pa. Aku menyukai seseorang juga tidak dapat dikontrol. Aku tahu aku salah. Dan semoga saja aku bisa melepas Resca kembali pada calon suaminya."
Rayyan terkejut mendengar jawaban Rich. Bagaimana andai Rich tetap tak mau melepaskan Resca. Ini gawat dan Rayyan tak akan membiarkan hal itu terjadi. Sebelum keluar dari ruang kerja putranya, satu pesan Rayyan berikan. "Jika kamu tak bisa mengembalikan wanita itu pada calon suaminya ... maka papa yang akan melakukannya."
Rich termenung sesaat setelah kepergian sang papa. Mencerna ucapan terakhir papanya. Maksudnya apa?
__ADS_1
••••
"Dulu, Mama saja berhasil memaksaku menikahimu. Masak iya kamunya kalah dengan mama dan nggak bisa memaksa Rich menikah dengan wanita lain," oceh Rayyan pada istrinya ketika dia sampai di rumah dan mengadu ada istrinya seputar apa yang dia lihat di kantor Rich tadi.
"Masalahnya itu, bukan bisa atau tidak bisa. Tapi siapa wanita yang akan aku nikahkan dengan Rich?" Nabila berdecak. Bisa-bisanya Rayyan meminta padanya untuk memaksa Rich menikah dengan wanita lain agar tidak mengganggu calon istri orang.
"Memangnya teman-temanmu nggak ada yang punya anak perempuan?"
Nabila mengedikkan bahu. "Ya, ada. Tapi Rich nya mau tidak?"
"Paksa saja jika tidak mau."
"Pa! Kamu ini jangan kejam kenapa dengan anak sendiri."
"Kamu benar. Ngeri juga rasanya, kan?"
Nabila sedikit berpikir. Lama-lama dia pun berpikir keras. Apa rencana perjodohan yang Rayyan rancang adalah jalan terbaik yang harus dia lakukan demi menyelamatkan sang putra.
Setelah berperang melawan batinnya sendiri, terlintas dalam benak Nabila. Apa mungkin dia jodohkan saja Rich dengan putranya Rega. Bukankah Rega mengatakan jika putri bontotnya yang bernama Kimyra baru pulang dari Korea. Tak ada salahnya juga kan jika Rega menyetujui permintaannya.
"Pa!"
"Hem."
"Bagaimana jika kita temui Rega."
__ADS_1
Kening Rayyan mengernyit. "Ngapain? Jangan macam-macam kamu sayang. Terniat banget ingin membuatku cemburu."
Plak
Satu pukulan yang Nabila berikan pada bahu sang suami, mampu membuat Rayyan meringis. "Ini namanya KDRT."
"KDRT apanya? Kamunya saja itu mulutnya nggak bisa direm. Ingat umur, Pa. Sudah ubanan juga masih cemburu segala."
"Ya siapa tahu kamu masih ingin dekat-dekat dengan Rega. Minta ketemuan segala."
"Ya kali ini untuk diriku sendiri. Ini tuh demi masa depan putra kita. Kamu sendiri tadi yang meminta padaku untuk menjodohkan Rich. Kebetulan anaknya Rega yang bar-bar itu pulang dari Korea. Kenapa tidak kita jodohkan saja dengan Rich."
"Jangan ngaco kamu, sayang! Anaknya Rega itu masih kecil."
"Kecil-kecil cabe rawit. Siapa tahu saja ada jodoh bagi mereka berdua."
Rayyan diam merasa tidak yakin dengan ide istrinya. "Apa iya Rich yang cool dan arogan begitu mau kamu jodohin dengan anaknya Rega yang tingkahnya banyak itu. Mau jadi apa rumah tangga mereka kelak. Yang ada hanya perdebatan dan pertengkaran nantinya."
"Jangan suka berpikiran buruk. Ingat, Pa! Ucapan adalah doa. Jika menurutku ... justru perbedaan itulah yang nantinya menjadi warna sendiri dalam rumah tangga mereka. Aku percaya jika Rich dan Kimy memiliki chemistry nantinya. Rich yang dewasa bisa jadi panutan dan mendidik Kimy nantinya."
"Masalahnya lagi sekarang ... apa Kimy mau menikah dengan Rich? Dan apakah Rega sudah siap menikahkan putrinya itu?"
"Itulah kenapa aku meminta padamu untuk menemui Rega. Kita akan bicarakan hal ini padanya. Jika kita tidak mencoba, maka kita tidak akan tahu hasilnya."
Rayyan mengangguk. Setuju saja dengan apa yang direncanakan oleh istrinya.
__ADS_1