Mencintaimu Mr Photographer

Mencintaimu Mr Photographer
Episode 22


__ADS_3

Sejak pertemuan terakhir nya dengan


Firza beberapa bulan lalu, Nabila belum lagi berjumpa dengan mantan sahabatnya


itu. Firza sempat meminta maaf kepada Nabila karena telah berburuk sangka


selama ini.


Nabila pun juga sudah menceritakan


pada Rayyan mengenai pertemuan nya dengan Firza. Rayyan tidak marah meskipun


Nabila sudah menceritakan pada Firza akan semua perbuatan bejatnya kala itu .


Memang Rayyan akui jika dia bersalah pada Nabila. Tapi keputusan nya


meninggalkan Firza adalah keputusan terbaik yang pernah Rayyan buat.


" sayang... sudah siap?"


tanya Rayyan memecah lamunan Nabila.


Nabila yang masih duduk di depan


meja rias, menyisir rambut panjangnya mendongak menatap Rayyan yang pagi ini


terlihat sangat tampan. Jika semakin hari suaminya ini semakin tampan begini,


rasanya tidak salah keputusan yang Nabila ambil jika dia menyetujui untuk


bekerja di kantor Rayyan menggantikan posisi Raisya.


Raisya


memang telah resign dua minggu yang lalu dan memang benar apa yang pernah


Rayyan pikirkan jika Raisya harus mengikuti suaminya pindah ke Belanda. Dan


sejak Raisya tidak lagi bekerja dengan Rayyan, maka Nabila pun tak ada pilihan


untuk bisa menolak permintaan Rayyan.


Selama


dua minggu ini Nabila bekerja menjadi sekretaris Rayyan. Sementara baby iyad


akan dia bawa juga ke kantornya bersama baby sitter yang akan menjaga iyad.



ayo berangkat.”


Rayyan


menggandeng lengan Nabila keluar dari kamar mereka. Baby iyad sudah menungu di


luar bersama baby sitter nya. Rayyan merasa sangat bahagia karena dimanapun dia


berada selalu ada Nabila beserta anak mereka . membuat Rayyan semakin semangat


bekerja dan menjalani hari nya.


******


Ponsel


Nabila bordering, Nabila meliriknya sekilas. Rega yang menelpon nya. Nabila


ragu apakah dia harus mengangkat panggilan telpon Rega atau tidak. Pasti ada


sesuatu hingga Rega menelpon nya. Dengan satu kali tarikan nafas, Nabila


menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.


“ siang Nabila. Maaf aku

__ADS_1


mengganggu. Bisakah kita bertemu.”


“ Bertemu ? apa ada


hal penting . “


“ ya, ada sesuatu yang ingin aku


sampaikan padamu. bisakah kita bertemu Nabila.”


Nabila


berpikir sejenak sebelum meng-iyakan permintaan Rega. Mereka akan bertemu di


sebuah caffe yang tak jauh dari kantor Nabila. Sengaja memilih tempat yang dekat


karena Nabila juga ada baby iyad yang tidak bisa dia tinggalkan terlalu lama.


Apalagi


Rayyan juga sedang tidak ada di kantor, sehingga Nabila harus terpaksa


meninggalkan Baby iyad hanya dengan baby sitternya saja.


*****


Sore


hari nya saat Nabila dan baby iyad bersiap pulang, Rayyan datang dari acara


meeting nya di luar kantor. Rayyan harus pergi seorang diri karena Derry tidak


bisa menemani. Derry harus menyelesaikan perkerjaan yang menumpuk di kantor.



untung saja kalian belum pulang.” Ucap Rayyan merasa lega karena mendapati


istri dan anak nya yang sedang menunggu nya.



yang bisa kita naiki jika kamu tidak bisa menjemput.”



selagi aku masih bisa melayani kalian, aku akan melakukan nya sayang.”


Nabila


sudah bersemu merah mendengar kata yang meluncur dari mulut Rayyan. Suami nya


ini manis sekali dan Nabila tak dapat memungkiri jika Rayyan sangat sayang


padanya juga pada anak mereka.



Sayang, siang tadi kamu kemana ?. Kata Derry kamu keluar.” Tanya Rayyan


menyelidik.


Tadi


siang dia sempat bertelpon dengan Derry dan dari mulut asisten nya itu lah yang


Rayyan tahu jika Nabila keluar kantor.


Salah


Nabila juga yang tidak memberi tahu suaminya pasal pertemuan nya dengan Rega


tadi siang.


__ADS_1


aku ketemuan dengan Rega.” Jawab Nabila enteng.



Apa ? kamu bertemu Rega.”



tenang Ray.”



aku cemburu sayang. Buat apa kamu bertemu Rega.”


Nabila


merogoh ke dalam tas nya dan mengambil sesuatu dari dalam nya. Lalu Nabila


menyerahkan sebuah undangan berwarna merah maroon pada Rayyan.



Apa ini ?”



Lihat sendiri saja.”


Rayyan


membuka undangan dengan hati-hati. Mulutnya menganga tak percaya. Ini adalah


undangan pernikahan Rega dengan Firza.



Mereka menikah ? kenapa bisa begitu ?” tanya Rayyan tak percaya.



memangnya kenapa kalau mereka menikah.”



iya aku ikut senang. Meski heran juga kenapa mereka bisa memutuskan untuk menikah.”


Nabila


hanya mengedik kan bahu. Saat bertemu dengan Rega tadi siang, Nabila pun enggan


bertanya pada Rega bagaimana bisa mantan bos nya itu menikah dengan Firza.


Nabila hanya berdoa semoga pernikahan Rega dengan Firza langgeng sampai ajal


memisahkan mereka.



semoga dengan pernikahan mereka, tidak ada lagi yang akan mengganggu rumah


tangga kita ya sayang.” Ucap Rayyan dengan menatap Nabila.



semoga saja. Dan aku pun berharap semoga Rega berbahagia bersama Firza.”


Nabila


dan Rayyan saling tatap dengan senyum tak lepas dari keduanya. Tampak kelegaan


diwajah mereka berdua. Dan mereka berharap agar kebahagiaan selalu mewarnai


rumah tangga mereka .


*********

__ADS_1


__ADS_2