
Sejak pertemuan terakhir nya dengan
Firza beberapa bulan lalu, Nabila belum lagi berjumpa dengan mantan sahabatnya
itu. Firza sempat meminta maaf kepada Nabila karena telah berburuk sangka
selama ini.
Nabila pun juga sudah menceritakan
pada Rayyan mengenai pertemuan nya dengan Firza. Rayyan tidak marah meskipun
Nabila sudah menceritakan pada Firza akan semua perbuatan bejatnya kala itu .
Memang Rayyan akui jika dia bersalah pada Nabila. Tapi keputusan nya
meninggalkan Firza adalah keputusan terbaik yang pernah Rayyan buat.
" sayang... sudah siap?"
tanya Rayyan memecah lamunan Nabila.
Nabila yang masih duduk di depan
meja rias, menyisir rambut panjangnya mendongak menatap Rayyan yang pagi ini
terlihat sangat tampan. Jika semakin hari suaminya ini semakin tampan begini,
rasanya tidak salah keputusan yang Nabila ambil jika dia menyetujui untuk
bekerja di kantor Rayyan menggantikan posisi Raisya.
Raisya
memang telah resign dua minggu yang lalu dan memang benar apa yang pernah
Rayyan pikirkan jika Raisya harus mengikuti suaminya pindah ke Belanda. Dan
sejak Raisya tidak lagi bekerja dengan Rayyan, maka Nabila pun tak ada pilihan
untuk bisa menolak permintaan Rayyan.
Selama
dua minggu ini Nabila bekerja menjadi sekretaris Rayyan. Sementara baby iyad
akan dia bawa juga ke kantornya bersama baby sitter yang akan menjaga iyad.
“
ayo berangkat.”
Rayyan
menggandeng lengan Nabila keluar dari kamar mereka. Baby iyad sudah menungu di
luar bersama baby sitter nya. Rayyan merasa sangat bahagia karena dimanapun dia
berada selalu ada Nabila beserta anak mereka . membuat Rayyan semakin semangat
bekerja dan menjalani hari nya.
******
Ponsel
Nabila bordering, Nabila meliriknya sekilas. Rega yang menelpon nya. Nabila
ragu apakah dia harus mengangkat panggilan telpon Rega atau tidak. Pasti ada
sesuatu hingga Rega menelpon nya. Dengan satu kali tarikan nafas, Nabila
menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.
“ siang Nabila. Maaf aku
__ADS_1
mengganggu. Bisakah kita bertemu.”
“ Bertemu ? apa ada
hal penting . “
“ ya, ada sesuatu yang ingin aku
sampaikan padamu. bisakah kita bertemu Nabila.”
Nabila
berpikir sejenak sebelum meng-iyakan permintaan Rega. Mereka akan bertemu di
sebuah caffe yang tak jauh dari kantor Nabila. Sengaja memilih tempat yang dekat
karena Nabila juga ada baby iyad yang tidak bisa dia tinggalkan terlalu lama.
Apalagi
Rayyan juga sedang tidak ada di kantor, sehingga Nabila harus terpaksa
meninggalkan Baby iyad hanya dengan baby sitternya saja.
*****
Sore
hari nya saat Nabila dan baby iyad bersiap pulang, Rayyan datang dari acara
meeting nya di luar kantor. Rayyan harus pergi seorang diri karena Derry tidak
bisa menemani. Derry harus menyelesaikan perkerjaan yang menumpuk di kantor.
“
untung saja kalian belum pulang.” Ucap Rayyan merasa lega karena mendapati
istri dan anak nya yang sedang menunggu nya.
“
yang bisa kita naiki jika kamu tidak bisa menjemput.”
“
selagi aku masih bisa melayani kalian, aku akan melakukan nya sayang.”
Nabila
sudah bersemu merah mendengar kata yang meluncur dari mulut Rayyan. Suami nya
ini manis sekali dan Nabila tak dapat memungkiri jika Rayyan sangat sayang
padanya juga pada anak mereka.
“
Sayang, siang tadi kamu kemana ?. Kata Derry kamu keluar.” Tanya Rayyan
menyelidik.
Tadi
siang dia sempat bertelpon dengan Derry dan dari mulut asisten nya itu lah yang
Rayyan tahu jika Nabila keluar kantor.
Salah
Nabila juga yang tidak memberi tahu suaminya pasal pertemuan nya dengan Rega
tadi siang.
“
__ADS_1
aku ketemuan dengan Rega.” Jawab Nabila enteng.
“
Apa ? kamu bertemu Rega.”
“
tenang Ray.”
“
aku cemburu sayang. Buat apa kamu bertemu Rega.”
Nabila
merogoh ke dalam tas nya dan mengambil sesuatu dari dalam nya. Lalu Nabila
menyerahkan sebuah undangan berwarna merah maroon pada Rayyan.
“
Apa ini ?”
“
Lihat sendiri saja.”
Rayyan
membuka undangan dengan hati-hati. Mulutnya menganga tak percaya. Ini adalah
undangan pernikahan Rega dengan Firza.
“
Mereka menikah ? kenapa bisa begitu ?” tanya Rayyan tak percaya.
“
memangnya kenapa kalau mereka menikah.”
“
iya aku ikut senang. Meski heran juga kenapa mereka bisa memutuskan untuk menikah.”
Nabila
hanya mengedik kan bahu. Saat bertemu dengan Rega tadi siang, Nabila pun enggan
bertanya pada Rega bagaimana bisa mantan bos nya itu menikah dengan Firza.
Nabila hanya berdoa semoga pernikahan Rega dengan Firza langgeng sampai ajal
memisahkan mereka.
“
semoga dengan pernikahan mereka, tidak ada lagi yang akan mengganggu rumah
tangga kita ya sayang.” Ucap Rayyan dengan menatap Nabila.
“
semoga saja. Dan aku pun berharap semoga Rega berbahagia bersama Firza.”
Nabila
dan Rayyan saling tatap dengan senyum tak lepas dari keduanya. Tampak kelegaan
diwajah mereka berdua. Dan mereka berharap agar kebahagiaan selalu mewarnai
rumah tangga mereka .
*********
__ADS_1