Mengejar Cinta Dalam Mimpi

Mengejar Cinta Dalam Mimpi
Pertemuan sekejap #2


__ADS_3

Setelah merasa lelah mencari tapi tidak ditemukan,akhirnya sen mengajak teman²nya beristirahat disebuah cafe dan memesan beberapa minuman.


Lalu sen menjelaskan dari saat dia melihat poster,juga penjelasan dari manager hotel kota S dan hasil pencariannya di internet tentang siapa itu Maya dan tempat² sama yang ada di mimpinya.


"jadi maksudmu cewek itu nyata?" tanya ori mulai mengerti


"bukankah manager hotel juga bilang kalau Maya juga melakukan perjalanan konser di kota A? mungkin yang kamu lihat itu benar dia,tapi kita ga bisa mencari dia jika ternyata banyak orang disini,akan sangat sulit" bio berputus asa


"katakan padaku,apa dia cantik?" tanya ori penasaran


"dia imut,wajahnya seperti bayi yang baru lahir" sen membayangkan kembali poster dan foto yang dia lihat dan mimpinya


"kamu kan belum liat langsung sen,foto bisa saja editan, apalagi mimpi bisa saja samar²"


"entahlah bio" sen menundukkan kepalanya


"sudahlah,ayo kita cari keperluan kita" sen berdiri dari duduknya dan merapihkan bajunya


"apa kamu yakin kamu tidak apa²?" tanya ori melongo seakan sen terluka


"memangnya aku kenapa?" sen mengangkat tangannya hendak memukul ori sayangnya tidak terjangkau


"ayo..."


Saat semua sudah berdiri dan hendak pergi.


Tiba² sen terdiam dengan tatapan yang kosong memperhatikan sesuatu.


"sen...."panggil bio


"tunggulah disini,aku ke toilet dulu" sen pergi tanpa memperhatikan teman²nya yang terheran² melihat sikap sen


Ternyata sen tidak pergi ke toilet dia justru pergi ke sebuah butik dan pandangannya benar² fokus pada sesuatu.


"hah..." sen tertawa kecil


"ternyata benar,kamu nyata,tapi kenapa kamu selalu hadir dalam mimpiku?apakah dia juga memimpikan aku?" bisik sen tanpa mengalihkan pandangannya.


Sementara itu Maya yang sedang sibuk memilih baju sama sekali tidak menyadari bahwa dia sedang diikuti dan di perhatikan oleh sen.


Sen mencoba masuk ke butik tersebut agar bisa melihat lebih jelas wajah Maya.


Saking fokusnya pada Maya sampai² sen menabrak seorang karyawan butik

__ADS_1


"aahh maaf..." sen menundukkan kepalanya lalu kembali fokus pada Maya


Sang karyawan melihat tingkah sen yang mencurigakan langsung menghampiri teman sepekerjanya.


"lihat laki² itu,dari tadi dia terus memperhatikan wanita yang pakai baju hitam.aku curiga dia mau berbuat jahat sama si wanita.aahh jangan....jangan...." si karyawan mulai menggosip dan berpikir yang tidak²


"yang mana?" tanya temannya


"tuh" si karyawan menunjuk sen dan Maya


"kamu benar" ucap temannya yang memang melihat tingkah sen yang aneh.


"ayo lapor security..."ajak temannya


Merekapun melapor ke security, menjelaskan panjang lebar, security hanya mengangguk².lalu security itu menghampiri sen yang masih fokus sama Maya.


"ada yang bisa saya bantu pak?" tanya security


"oohh....a-aku hanya me-melihat²" jawab sen gugup setelah tau yang menanyain dia adalah security ditambah lagi semua karyawan memperhatikan sen.


"mari ikut saya ke kantor,saya mendapat laporan dari karyawan butik bahwa anda dari tadi hanya memperhatikan wanita itu dan saya khawatir anda mau berbuat jahat" security mencoba menarik tangan sen


"kalian salah faham" nada bicara sen sedikit di tahan karena takut Maya menyadarinya


"kalau begitu silahkan jelaskan di kantor kami" security berusaha menggusur sen dengan menarik tangannya.


Selain membawa sen security juga membawa karyawan butik untuk bersaksi.


"katakan pada saya kejahatan apa yang akan kamu lakukan pada wanita itu?" bentak security


"kalian salah faham" sen mencoba membela diri


"jangan berbohong,tingkah laku kamu sangat mencurigakan,kamu terlihat sedang mengincar korban,jawab?" security mulai memukul meja berharap sen mengakui.


"kami terpaksa membawa kamu ke kantor polisi atas tuduhan perencanaan kejahatan" security berusaha menakuti sen.


"apa....?polisi?"


"kalian tau aku siapa?" sen mencoba membongkar indentitasnya karena takut dibawa ke kantor polisi


"memangnya kamu siapa? anak presiden?" karyawan butik memelototi sen


"aku sen ay,kalian tau BOY'S X?"

__ADS_1


"apa sen ay.....?" karyawan dan security berbarengan.


"jangan ngaku² kamu,pasal kejahatan kamu bisa berlapis" security tidak percaya


"aku sen ay,lihat..." sen membuka topinya dan merapihkan rambutnya


Security dan karyawan mendekatkan wajah mereka ke sen memastikan perkataan sen.mereka melihat sen dari kiri ke kanan,dari bawah ke atas dengan kompak.


"sebentar...." si karyawan membuka ponselnya dan memperbesar foto sen lalu menempelkan ponselnya di pipi kiri sen.


"waahh...ga mungkin" seketika expresi wajahnya berubah


"apa benar itu sen ay?" tanya security sambil melihat ponsel karyawan butik


"haaahh....." security pun mulai memasang wajah nganga seakan tidak percaya dan mencubit² pipinya.


"maafkan saya tuan sen....,saya memang tidak hati²" security langsung berdiri dan membungkuk didepan sen.


Begitupun karyawan butik.


"maaf tuan sen...."


Security memukul² kepalanya tanda dia menyesal.


"sudah ga apa²,tapi karena kalian aku kehilangan jejak seseorang"


"apakah wanita itu?" karyawan menunjukkan jarinya ke belakang tubuhnya


"aku sudah berusaha mencari dia selama ini tapi karena kalian aku jadi kehilangan dia lagi" sen merasa kesal karena kesalah fahaman yang terjadi.


"apa wajahku mirip penjahat?" tanya sen pada security dan karyawan


"kami yang salah,mohon maafkan kami..." security dan karyawan itu menundukkan kepalanya


Sen pergi meninggalkan dua orang yang merasa bersalah.


"haahh....aku kehilangan jejaknya, seandainya mereka ga menahanku mungkin aku bisa tau dia menginap dimana?" sen menyesalkan perbuatan security dan karyawan butik yang sembrono itu.


"sen,kenapa lama sekali?kami hampir meninggalkanmu" young yang sudah mulai berjamur menunggu sen


"maaf,tadi ada sekumpulan penggemar jadi aku harus sembunyi dulu"


"penggemar?waahh mata mereka memang jeli,kamu yang tampan ini saja ga bisa disembunyikan dari mereka" young membolak balikan wajah sen ke kiri dan ke kanan.

__ADS_1


"sudah malam lebih baik kita beli keperluan kita dulu" bio mencoba mengingatkan teman²nya


Merekapun pergi mencari toko yang menjual keperluan mereka.


__ADS_2