Mengejar Cinta Dalam Mimpi

Mengejar Cinta Dalam Mimpi
AUDISI #2


__ADS_3

Hari kedua audisi.


Maya terlihat sangat malas untuk bangun dari tempat tidurnya.tidak seperti hari kemarin semangat maya seperti pejuang 45.


Dengan lemas maya berjalan menuju kamar mandi.menyiapkan baju dan bermake up.


"haaahh.....dandan cantik juga akan luntur,pakai baju sebagus apapun juga pasti basah karena keringat" gerutu maya dalam hati.


Akhirnya maya berdandan biasa² saja.tanpa polesan wajah dan mengenakan pakaian baju yang sederhana.


Semangat maya sudah pudar.


Kini maya hanya berharap bisa tampil dalam audisi hari ini.


Sesampainya di tempat audisi.


"maya.... "


Maya langsung melirik pada sumber suara.


"bisakah hari ini aku tidak bertemu dia?mood ku benar² tidak bagus hari ini" bisik maya setelah tau siapa yang memanggilnya.


"sudah sarapan?" tanya nya lagi


Maya hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.


Sepanjang mengantri silva tidak berhenti bicara.


Peserta demi peserta sudah di audisi. Akhirnya maya bisa masuk ke gedung tersebut dan bisa berlindung dari sengatan matahari.


"nomor 125 dan 126"


Panitia memanggil nomor urut dan mempersilahkan peserta masuk ke sebuah ruangan.


"maya doakan aku ya"


Silva bergegas menuju ruangan audisi.


"setelah ini giliranku"


"aku sangat gugup.... " maya menyatukan kedua tangannya dan menggenggam erat.


"nomor 127 dan 128"


Maya berdiri dan melangkah menuju ruangan audisi.

__ADS_1


Kaki maya terlihat sedikit gemetar,tangannya mengepal dan sedikit² maya mengelus dadanya.


Sebelum membuka pintu.maya menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya perlahan.


"aku pasti bisa...." ucap maya pelan dan kembali menarik nafas dalam.


Maya membuka pintu dan berjalan masuk tanpa mengangkat kepalanya.


"hallo...."


Sapa seorang juri.


"kenapa lihat ke bawah?bukankah jurinya ada di hadapanmu?" Ucapnya lagi.


Maya berusaha mengangkat kepalanya dan melihat ke depan.


"whaaatt...?" maya tertegun pada sosok juri yang ada di hadapannya.


"bukankah dia rio penyanyi terkenal?"


"aku pasti sedang bermimpi,bangun maya....bangun...." maya menepuk² pelan pipinya.


"tampan sekali....."


Mata maya tidak berkedip sedikitpun.tatapannya masih tertuju pada juri yang ternyata seorang penyanyi terkenal.


"ya....." maya menjawab cepat rio terdiam tidak melanjutkan kata²nya.


"heemm....." rio tersenyum tipis melihat tingkah maya.


Maya semakin tertegun saat melihat senyum rio yang ternyata lebih manis dari madu.


"baiklah,eemmm.....maya,silahkan tunjukkan bakatmu" ucap rio yang sibuk melihat data diri maya di selembar kertas pendaftaran yang kemarin maya isi.


Maya masih belum bernyanyi walaupun juri sudah memberi aba² padanya.


Maya menundukan kepala kembali.mengumpulkan kembali keberaniannya.


"maya...." panggil rio yang kini sedang menatap maya.


Maya mengangguk pelan.


Sewaktu mula bertemu dulu


Ku anggap kau hanya kawan

__ADS_1


Tetapi telah sudah mesra


Berputiknya rasa sayang......


Maya menyanyikan lagu dari artis kesayangannya.


"reff" pinta rio


Di awal percintaan


Sungguh indah


kau bersumpah didepanku


bahwa kau tetap setia padaku


"cukup...."


"terima kasih maya,silahkan tunggu pengumuman dari kami"


Maya pun beranjak pergi dari ruangan audisi.nafasnya tersengal² seperti sudah mengikuti lomba lari maraton.


"akhirnya aku bisa tampil juga"


"apakah aku bisa lolos?"


"maya....sini...."


Silva melambaikan tangannya,maya pun menghampiri dan duduk disamping silva.


"bagaimana?"


"jurinya rio loh"


"ganteng banget kan aslinya"


"aku sih maunya nyanyi satu album biar bisa liat rio terus"


Silva bicara tanpa henti.


"sepertinya rem bicara dia sudah los" bisik maya sambil tersenyum


"kok senyum²?pasti masih kepikiran rio kan?"


"aku juga gitu tau,abis dia gantengnya kelewatan"

__ADS_1


Maya hanya tersenyum dan mencoba membiasakan diri dengan cerewetmya silva.


__ADS_2