
Setelah BOY'S X pergi.
"Maya aku ga suka kamu terlalu dekat sama mereka"
Rio mengungkapkan rasa keberatannya
"kenapa?mereka baik kok"
"apa kamu tau siapa mereka?"
"BOY'S X"
"mereka boys band dan boys band itu pasti playboy,suka mempermainkan wanita,mabuk²an,sok ganteng,lebay dan pergaulan meraka itu ga baik buat kamu.aku juga yakin mereka jual tampang doang buat tenar"
"Rio,apa yang kamu pikirkan tentang mereka itu salah.mereka baik kok lagian kan aku hanya berteman,mereka cuma liburan aja disini jadi saat mereka kembali aku ga akan bertemu mereka lagi"
"tapi may..."
"sstt....ga boleh berprasangka buruk sama orang lain.ok..."
"ya sudahlah"
Rio meninggalkan Maya di dapur dan menuju ruang tengah
Di villa BOY'S X.
"si kunyuk kayanya tiap pagi deh datang ke rumah Maya"
Young kesal setelah bertemu Rio
"ini ga bisa dibiarin sen"
"sudahlah young,itu hak maya.kita ga bisa berbuat apa²"
Sen melihat ke arah villa Maya dari jendela
Sesungguhnya dalam hati sen dia juga sangat khawatir jika Rio setiap hari datang dan dekat dengan Maya.
Malam hari.
Sen terbangun dari tidurnya dan membuat minuman hangat.
Sen berdiri didepan jendela dan melihat ke arah villa Maya sambil menikmati minumannya.
Tiba² sen terkejut saat melihat seseorang mengendap² mendekati villa Maya.
"siapa itu?"
Sen cepat² membuka pintu dan menuju villa Maya.
Orang tersebut sudah tidak ada tapi jendela villa Maya terbuka.sen sangat khawatir.
__ADS_1
"AAAAHHH......"
Terdengar suara teriakan Maya dari dalam.
Sen berlari dan mencoba membuka pintu tapi terkunci dari dalam,sen menggedor pintu dan memanggil Maya beberapa kali
"Maya.....Maya....."
Sambil terus menggedor pintu
"lepaskan.... siapa kamu?"
Teriak Maya kembali,nada suaranya bergetar
Sen mendobrak pintu.
Saat pintu terbuka sen berlari menuju kamar Maya dan mendapati Maya yang sedang disekap seseorang yang mengenakan topeng.
"sen..."
Maya terlihat sangat ketakutan dan menangis
"siapa kamu?"
Bukannya jawaban yang sen dapat tapi justru sen mendapat pukulan di wajahnya,sen berusaha melawan dan terjadilah perkelahian.
"sen...."
Teriakan Maya juga perkelahian sen membuat tetangga bangun termasuk ori,young dan bio dan keluar rumah,salah satu tetangga ada yang menelepon keamanan dan polisi.
"ada apa ini?"
Ori terkejut
"dimana sen?"
Bio mencari² sen
"ayo masuk"
Young menarik tangan bio
"seenn...."
Bio berteriak sambil terus masuk ke dalam villa maya
Young terkejut melihat kamar Maya berantakan juga melihat sen berkelahi.
Ori berlari masuk kamar dan menolong Maya yang tengah ketakutan sementara bio dan young membantu sen mengeroyok pencuri.
Polisi dan keamananpun datang dan menangkap si pencuri yang babak belur.
__ADS_1
"nona apa anda baik² saja?"
Tanya seorang polisi setelah menangkap si penjahat
Polisi membuka topeng si penjahat
"apa anda mengenalnya?"
polisi memastikan wajah si penjahat
Maya menggeleng
"saya akan bawa ke kantor polisi,jika ada apa² silakan hubungi kami"
Polisi itu pergi dan para tetangga satu persatu kembali ke rumahnya
"aawww....."
Sen meringis saat ori mengoles obat di pipi dan bibir sen yang berdarah
"biar aku aja"
Maya meminta obat dari tangan ori dan mengoles luka sen
"aaww....."
"tahan sedikit"
"hiiiss....."
Sen menahan tangan Maya dengan tangannya dan kini tangan mereka berpegangan,mata mereka bertatapan.
"eemmm....kamu ga apa²?apa ada yg terluka?"
Sen memalingkan mukanya dengan wajah yang memerah.
"aku baik²aja,sini aku obatin lagi"
"sudah cukup,aku baik² aja nanti juga sembuh"
Ori,young dan bio tersenyum melihat mereka berdua.
"sen lebih baik kamu disini dulu temani Maya,kami akan kembali ke villa"
Young menepuk bahu sen
"ke-kenapa?"
"aku khawatir akan ada penjahat lagi,jadi lebih baik kamu disini dulu"
Ori,young dan bio kembali ke villa meninggalkan sen bersama Maya.
__ADS_1