
"apaaa....?"Ori berteriak seakan tidak percaya perkataan young.
Young baru memberitahu kedua temannya tentang Maya setelah mereka berada di hotel.
"ya,tadinya aku pikir Maya ada di mini market itu buat belanja tapi ternyata dia malah berdiri di kasir"
"lalu dimana Rio?"
Young mengangkat bahunya
"aku juga ga melihatnya tadi"
"berengsek,saat Maya kesusahan seperti ini dia malah hilang.padahal dia biasanya juga kaya anak kucing yang menempel terus sama induknya udah kaya perangko,bahkan dia cemburu saat sen dekat sama Maya tapi sekarang dia tinggalin maya begitu aja,laki² macam apa dia?minta di hajar?"
Ori sewot dan geram sama Rio sampai² menggebrak meja.
"Maya"
"heemm"
Maya tetap fokus sama keranjang yang berisi produk² di toko itu dan merapihkan di tempatnya masing².
"katakan padaku apa yang terjadi?"
"maksud kamu apa?"
Sen memegang tangan Maya berharap Maya dapat melihat ke arahnya sejenak.
"ada apa sama kamu?saat aku kembali kamu ga ada aku bahkan ga sempat pamit sama kamu,apa kamu marah sama aku?apa kamu ga suka kita melakukan itu?"
"sssttt...."
Maya menempelkan jari telunjuknya di bibir sen
"ga ada sangkut pautnya sama itu sen"
"lalu??"
"aku.....aku hanya,sen...."
"ya"
"bisakah kita ga ngebahas itu sekarang?"
"tentu"
"oh ya dimana young dan yang lain?"
"mereka tidur di hotel"
"kenapa mereka ninggalin kamu?"
"karena aku akan tidur sama kamu"
__ADS_1
Sen mendekatkan wajahnya dan mengedipkan sebelah matanya dengan genit
"whaaatt....."
Maya sangat terkejut dan hampir mengeluarkan kedua bola matanya
"apa kamu ingin aku menyusul mereka ke hotel dengan jalan kaki?lagian aku juga kan bukan warga sini,nanti aku kesasar gimana?"
Sen memelaskan wajahnya
"haaah....baiklah,tapi sekarang aku tinggal di tempat yang sangat kecil sen,lagian kamu pasti ga bakalan nyaman,ga ada AC,ga ada televisi,ga ada lemari es,kasur juga kecil"
"apa aku anak sultan sampai harus hidup mewah?"
"bukan begitu sen,aku hanya..."
"ssstt...."
Giliran sen yang menempelkan jari telunjuknya di bibir Maya.
"bukan rumah atau apapun yang ingin aku lihat tapi kamulah yang ingin aku lindungi,selama ini aku cukup lelah mencari kamu,hati aku sakit saat menahan rindu dan sangat ingin bertemu denganmu,bahkan sekarang aku ga bisa bertemu sama kamu dan melihatmu walau dalam mimpiku"
"kenapa?bukankah kamu selalu bermimpi tentang aku?"
"aku ga tau kenapa?semua berhenti setelah kita bertemu"
Sen memandang Maya penuh dengan rasa sayang
"Maya"
Sen memegang tangan Maya
"ya"
"ya"
Maya mengangguk pelan.
"permisi,maaf apakah disini ada obat turun panas anak?"
Seorang pelanggan hampir membuat Maya jantungan,Maya bergegas melepaskan pegangan tangan sen dan langsung berdiri
"aahh...i-itu....ada,mari sebelah sini"
Maya menunjukkan rak tempat obat²an
Pelanggan mengikutinya dari belakang
"disini,silahkan"
"makasih"
"sama²"
__ADS_1
Maya tersenyum dan meninggalkan pelanggannya menuju kasir.
Sementara sen membantu Maya membereskan sampah plastik bekas yang masih berserakan.
"maaf jadi berapa?"
Pelanggan tadi selesai belanja beberapa barang dan meletakan keranjangnya di meja kasir
Maya mulai menghitungnya
"semua jadi 160"
"kalian pengantin baru ya?dulu aku juga begitu sama suami,sekarang mungkin karena sudah ada anak jadi sayang kita terbagi tapi aku bersyukur memiliki suami seperti dia,dia sangat romantis,hihihi..."
Ucap si pelanggan sambil menyodorkan uang.
Maya hanya tersenyum
"anaknya sakit?"
"iya,panasnya tinggi,jika ke rumah sakit harus ke rumah sakit kota,disini sudah tutup semua"
"ya,semoga lekas sembuh anaknya ya"
Maya menyodorkan kantong plastik yang berisi belanjaan
"terimakasih,semoga kalian cepat dapat momongan ya"
Ujar si pelanggan sebelum pergi
Maya melihat ke arah sen yang berdiri dari tadi dan mendengar semua percakapan mereka.Sen hanya mengangkat bahu da tersenyum
"jam berapa kamu pulang?"
"pagi"
"apaaa...pagi?"
"ya,kenapa?"
"jadi kamu lembur?apa ga ada rolling shift?"
"aku masih traning jadi harus siap full shift selama dua bulan"
"menyebalkan sekali,kamu juga sendirian bagaimana jika ada orang berniat jahat?apa pemiliknya ga merasa khawatir?kamu juga kan perempuan"
"jangan mengeluh,pergilah istirahat di gudang kamu pasti lelah"
"ga,aku mau disini.aku mau jagain kamu"
"maaf tuan sen gombalmu itu ga mempan"
"siapa bilang?buktinya kamu tadi yang meluk aku duluan"
__ADS_1
"seenn....."
Maya mencubit pinggang sen