
Sesampainya dikamar sen membuka kembali laptopnya.
Sen mengetik "maya penyanyi di kota S"
Tiba² keluar banyak sekali cerita tentang Maya di layar laptop sen.
"Maya,skandal sang artis yang sedang naik daun"
"Maya berusaha bermain kotor untuk menjadi bintang"
"kota S merasa Maya tidak pantas menjadi bintang"
Sen mengerutkan keningnya
"apa ini?kemarin baik² saja,ga ada gosip seperti ini"
Sen membuka hasil pencarian urutan pertama.
"banyak gosip yang beredar,bahwa Maya sang bintang baru di kota S berbuat kotor untuk menjadi bintang terkenal,Maya bukan cuma menjual wajahnya untuk menjadi bintang tapi dia juga menjual harga dirinya untuk menaiki kepopulerannya.baru² ini di ketahui bahwa Maya bukan melakukan perjalanan konser ke kota A tapi menemui seorang pejabat tinggi disana untuk mendapat dukungan material dari sang pejabat,serendah itukah Maya? dilansir dari sebuah situs bahwa Maya melakukan pertemuan rahasia di sebuah hotel Dangan pejabat tersebut,entah apa yang mereka lakukan berdua di hotel yang pasti warga kota S sangat membenci perbuatan Maya yang menghalalkan segala cara,sebelumnya Maya dikabarkan mendekati seorang penyanyi yang bernama Rio untuk lolos sebuah audisi,kami menemukan beberapa foto Maya sedang bersama Rio juga beberapa foto Maya dengan pejabat kota A"
"bahkan mereka mengambil foto Maya" ucap sen
Mata sen terbelalak melihat foto² Maya.
"ga mungkin"
"warga kota S ingin Maya berhenti jadi bintang bahkan berharap Maya tidak pernah mendapatkan haknya untuk konser di kota lain karena mereka berpikir Maya bukan melakukan konser tapi akan mendekati pejabat besar dari kota² yang dia kunjungi"
__ADS_1
Sen berfikir keras dan sangat berharap ini semua cuma gosip.
"liat apa sen?" bio tiba² muncul dibelakang sen
Bio melihat ke layar laptop sen
"whaaattt.....??" mulut mereka benar² pedas
"apa semua ini benar?" bio mengscroll
"waahhh....."
"sudah...sudah pergi sana" sen menutup laptopnya
"apa kamu percaya gosip itu sen?"
"tapi Maya memang cantik,jadi wajar jika para pejabat itu mau sama Maya,tapi apa harus dengan cara seperti itu untuk menjadi bintang?waahh sangat disayangkan sekali"
"cukup bio,pergilah" sen mendorong bio dari kamarnya dan menguncinya
"sen....sen ay....." bio menggedor² pintu kamar sen
Sen menyandarkan kepalanya di sofa,melihat keluar jendela.
"Maya...."
Pikiran sen menerawang dan mencoba mengingat apa yang dia baca di internet.
__ADS_1
Sen mengusap wajahnya dan menarik nafas berat.
Di kota S.
Maya berdiri didepan jendela.pikirannya benar² kalut.
"apa kamu membaca berita di internet?bahkan mereka mengangkatnya ke acara gosip harian di televisi,kenapa ga ada konfirmasi,kenapa mereka ga mencoba wawancara kita dan memastikan ini semua cuma gosip?"
"sudahlah,percuma.kota S dari awal memang ga suka sama aku,jadi akan percuma dijelaskan juga"
"ga bisa gitu Maya,lama² kamu akan dicekal konser jika ini dibiarkan"
"aku ga perduli"
Manager memandang Maya penuh rasa kasihan.
"jika suatu hari aku berhenti,apa yang akan kamu lakukan?aku pasti ga akan bisa membayarmu"
Manager tidak menjawab pertanyaan maya.dia terdiam dan menundukkan kepalanya.
"pergilah sekarang juga sebelum semua menjadi lebih buruk"
Manager mengangkat kepalanya dan melihat Maya yang menangis.
"haahh....aku memang ga pantas menjadi bintang,seharusnya aku ga lolos audisi waktu itu,mungkin aku akan menjalani hidup normal ku,usahaku selama ini sia²" air mata Maya semakin deras
Manager ga bisa berkata apa² hanya diam dan memandangi maya.
__ADS_1