Mengejar Cinta Dalam Mimpi

Mengejar Cinta Dalam Mimpi
Maya yang mulai bangkit


__ADS_3

Diperjalan pulang tidak ada satupun yang berbicara mereka semua terdiam.


Rio dan manager tahu betul apa yang Maya rasakan.selama ini yang mereka tau Silva adalah teman yang baik,ceria dan selalu bisa menghibur Maya bahkan saat Maya gugup


"eheemm....Maya apa kamu baik² saja?"


Rio mencoba memecah kesunyian di dalam mobil.


Maya tidak menjawab pertanyaan rio.dia melihat ke jendela dengan tatapan yang kosong.


"Maya....."


Manager mengelus punggung Maya


"aku baik² saja"


jawab Maya tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela mobil


Rio mempercepat laju kendaraannya.agar bisa cepat sampai dan Maya bisa beristirahat


"kita sampai Maya"


manager membuyarkan pikiran Maya


"ya"


Maya langsung turun dari mobil diikuti managernya.sementara Rio tidak beranjak dari duduknya dan menggenggam erat stir mobil.


"Maya kam...."


"aku lelah"


Maya memotong perkataan managernya dan masuk ke dalam kamar.


"haaahhh......"


nafas manager sangat berat.lalu dia keluar rumah menghampiri Rio yang masih di dalam mobil dan mengetuk jendela mobil rio.


Rio tersadar dan membuka jendela mobilnya.


Manager masuk dan duduk disebelah Rio.

__ADS_1


"ingat,jangan coba² membalas semua perbuatan Silva jika kamu ga mau kariermu berakhir didalam penjara.jika kamu masuk penjara bagaimana Maya bisa kembali ke dunia mimpinya dan kamu masih punya banyak pekerjaan"


Rio tersenyum ketus,Rio merasa heran bagaimana manager Maya bisa tau apa yang dia pikirkan?memang terlintas dipikiran Rio untuk membalas semua perbuatan Silva pada maya.


"masuklah dan beristirahat,besok kita masih harus mengantar Maya rekaman"


"ya"


Rio membuka pintu mobil.


"Rio"


Rio terhenti saat hendak turun dari mobil


"lakukanlah yang terbaik untuk Maya"


"aku tau"


Rio keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


Keesokan harinya.


"Jim ini dia Maya"


Rio memperkenalkan Maya pada Jim


"ga usah diperkenalkan juga kali,aku tau kok Maya"


"hallo Maya apa kabar?"


Jim mengulurkan tangannya


"baik"


Maya menjabat tangan Jim.


"ok,kita bisa langsung mulai saja.bagaimana?"


"baiklah"


Jim berjalan menuju ruangan rekaman.

__ADS_1


"ok kita coba dulu"


Jim memakai headset,sementara Maya dan Rio masuk ke ruang rekaman


Saat Rio sudah mulai memetik gitarnya Maya justru melamun,berulang kali Rio memberi kode agar Maya cepat bernyanyi tapi masih saja Maya tidak fokus.rio melambaikan tangan ke Jim memberi tanda untuk menunda rekaman sejenak.


"Maya...."


"aahh ya"


Maya terkejut


"jika kamu belum siap kita bisa lakukan rekaman ini esok.bagaimana?"


"a-aku...aku siap kok"


"kamu yakin?"


"ya"


"baiklah,tetap fokus dan jangan banyak berpikir,ok"


"ya"


Rio kembali memberi tanda ke Jim agar memulai kembali rekamannya.


Setelah beberapa kali mengulang rekaman,akhirnya Maya dan Rio berhasil menyelesaikannya dan Jim sangat puas walaupun sempat merasa jengkel dengan sikap Maya yang tidak konsisten dan cukup membuang waktunya.


"Jim aku mau bawa beberapa CD nya untuk promo album kita"


"oh ya,bagaimana caranya?"


"ada deh....by...thank's ya jim"


Rio pergi meninggalkan Jim yang masih penasaran.


Selesai rekaman Rio dan managernya Maya mengatur jadwal untuk jumpa pers dan mencoba menghubungi beberapa media dan wartawan juga memposting beberapa iklan di medsos tentang Maya yang akan melangsungkan jumpa pers sekaligus promo album terbaru.


"semoga saja semua bisa berjalan lancar"


"ya....."

__ADS_1


__ADS_2