Mengejar Cinta Dalam Mimpi

Mengejar Cinta Dalam Mimpi
Pencarian maya


__ADS_3

Baru saja sen melepaskan rasa lelahnya dan memejamkan matanya.


"ayo,kita sudah siap" ori menjatuhkan dirinya disamping sen


"aku baru saja mau istirahat"


"ayolah...." young menarik tangan sen


"memang harus beli obat tidur" sen menggerutu pelan


"apa?" bio merasa sen bicara sesuatu


"ga"


"tinggal ikutin Maps aja" ori menyimpan ponselnya di Dashboard mobil.


"aku tau kamu juga belum jelas kan lokasi danau berwarna,hebatkan aku..." ori memuji dirinya sendiri


"iya kamu memang the best,tapi bisakah salah satu dari kalian yang bawa mobil?dan biarkan aku tidur sebentar"


"oh,tidak bisa"


"tidak ingin"


"tidak Sudi"


Ori,young dan bio langsung mengeluarkan ponsel mereka dan tidak menghiraukan sen.


"ciiihh kalian memang ga berprikemanusiaan" sen mencibir bibirnya


Mobilpun melaju dengan kecepatan sedang.


Jarak antara villa dan lokasi danau memang cukup jauh,bisa sampai empat jam perjalanan.


Sen menghentikan mobilnya di sisi jalan,bersandar dan menutup wajahnya dengan tissue.


"kenapa berhenti?"


"aku lelah ori"


"ini setengah jalan juga belum sen"


"apa kalian mau kita masuk rumah sakit?"


"haiiss,biar aku saja yang bawa mobilnya"


"waahhh bio memang sangat pengertian,terima kasih sayangku" sen mencubit lembut pipi bio


Sen pun turun bertukar tempat duduk dengan bio.


Mobilpun melaju kembali.


"dimana ini?" sen melihat sekeliling


"kenapa tiba² ada disini?dimana yang lainnya?" sen kebingungan


Tiba² sen melihat Maya,tapi saat hendak mengejarnya Maya hilang di tengah banyaknya orang,sen kembali kehilangan jejak Maya.


"Maya...." teriak sen berlari ditengah kerumunan orang dan terus mencari

__ADS_1


"Maya...." sen terus memanggil nama Maya berharap Maya dapat mendengar suaranya


"sen...sen..." bio menggoyang²kan tubuh sen


"haaahhhh......" sen terbangun dengan nafas tersengal-sengal dan berkeringat


"mimpi lagi?" ori mulai cemas dengan kondisi sen


"sen katakan pada kami apa yang bisa kami lakukan agar kamu ga terus²an mimpi Maya?aku khawatir sama kamu" bio juga sangat cemas melihat sen seperti itu


"sebenarnya pagi ini aku mencari keberadaan Maya,tapi rumah Maya kosong,ga ada yang tau Maya dimana,aku ga tau lagi harus gimana?"


"lihat sen" young memperlihatkan ponsel


Sen membaca sebuah berita di internet.


"Maya sang penyanyi kota S menghilang tanpa konfirmasi dan jumpa pers tentang skandal²nya,bahkan Maya dikabarkan mengundurkan diri dari dunia tarik suara"


Sen memalingkan wajahnya ke jendela.


"aku ga tau apa yang mereka pikirkan tentang Maya,warga kota S benar² membenci maya,mulut mereka sangat tajam"


Bio merebut ponsel dari tangan young


"menurutmu semua gosip itu benar atau cuma sebatas gosip?"


"wooott....." young hampir menjatuhkan ponselnya saking terkejutnya


"itu yang ingin aku tanyakan langsung"


"kamu selalu memikirkan dia, bermimpi tentang dia.apa dia memikirkan kamu? bermimpi tentang kamu sen?"


"lalu sekarang kita akan pergi ke danau atau mencari Maya?"


Semua mata tertuju pada young


"apa?" young mengangkat alis


Tanpa pikir panjang lagi mereka memutar arah.


"apa kita salah arah?bukannya Maps nya sudah benar?" young heran saat bio memutar arah mobil


"diamlah,jangan bicara" ori memukul kepala young


Young menutup mulutnya


"young coba buka internet,cari tau siapa teman dekat Maya?"


Young membuka internet,young menemukan beberapa foto Maya bersama beberapa orang dan memperlihatkannya pada ori yang duduk di belakangnya.


"bacakan" pinta bio


Young melihat kembali layar ponselnya


"young." panggil ori


Young masih belum membaca


Bio memukul pundak young

__ADS_1


"aaww....." young kesakitan


"apa kamu ga bisa baca?"


"bukannya tadi aku disuruh tutup mulut"


"young........." ori mulai kesal jika young sudah mulai kambuh loadingnya


"inilah beberapa foto Maya bersama Rio,ada juga foto Maya bersama beberapa pejabat tinggi yang pernah digosipkan dekat dengan Maya juga foto Maya dengan seorang temannya Silva"


"cari tau tentang Silva" pinta bio


Young mengetik "biodata Silva teman dekat Maya"


Dan keluarlah.


"Silva adalah teman yang Maya jumpai saat sedang mengikuti audisi dan audisi inilah yang mengangkat nama Maya,Silva Ju....."


"biar aku aja" ori merebut ponsel young yang belum selesai membaca


Ori membacanya lalu menyalin alamat silva.lalu membukanya di Maps.


Mobil melaju kembali mengikuti petunjuk arah.


Satu setengah jam kemudian mereka sampai disebuah rumah.


"bagaimana kita turun?" bio melihat ke belakang


"biar aku aja" ori menawarkan diri sambil memakai sweater,kupluk dan kacamata lalu ori pun turun.


Ori memencet bel lalu keluarlah seseorang dari balik pintu.


"maaf apakah ini benar rumahnya Silva?"


"betul,anda siapa?"


"maaf saya reporter,anda adalah temannya Maya kan? kalau boleh tau dimana Maya berada?anda pasti tau"


"berapa kali aku harus bilang kalau aku ga tau maya dimana,aku udah lama ga bertemu Maya,jadi tolong jangan ganggu aku"


"eehh tap......"


Bruuukk......


Silva menutup pintu kencang


"ii....." ori bengong melihat sikap Silva lalu balik badan


"bagaimana?"


"kamu liat sendiri kan young,dia sangat judes, sombong dan membuat aku kesal,padahal jelas² Maya adalah temannya"


"sudah masuklah ke mobil dulu" Rio tersenyum melihat ori uring²an


"lalu kemana lagi?"


"Rio" sen menjawab tanpa mengalihkan pandangannya


"baiklah,aku coba cari datanya dulu" giliran bio yang mencari biodata Rio di internet.

__ADS_1


"ketemu"


__ADS_2