
Esok harinya.
Tok...tok...
Seseorang mengetuk villa sen.
"sen ay......." young langsung memeluk sen
"kalian...." sen masih melongo melihat teman²nya datang
"ga usah terkejut gitu,kita ga bisa biarin kamu sendirian disini,kita khawatir ada penculikan" bio masuk ke dalam dan menaruh kantong makanan.
"waahh....disini lebih indah,kita bisa melihat pantai" ori membuka jendela
"apa sudah ada perkembangan?"
"perkembangan apa?aku baru tiba disini kemarin sore dan sekarang kalian datang,bagaimana aku bisa mendekati Maya kalau begini?" sen menggaruk kepala
"tenang saja,kita ga akan ganggu kok"
"heehh....aku ga yakin soal itu"
"sen cepatlah pakai sepatu kita lari pagi" bio melempar sepatu ke arah sen
"hooaammm....aku masih ngantuk"
"cepatlah,jangan kalah sama ayam" bio mendorong sen ke kamar
Tiga puluh menit kemudian.
"kenapa manager ga ikut kalian?"
"dia sedang sibuk atur ulang jadwal konser kita,ayo cepat kita lari pagi keliling villa"
Sen,ori,young dan bio berlari mengelilingi villa sambil bercanda².
Tanpa mereka sadari Maya yang berada dibalik jendela sedang memperhatikan mereka.
"bukankah mereka boy band yang melempar bunga kepangkuanku?" Maya mencoba mengingat² kejadian saat menemani istri pejabat nonton konser
"kenapa Meraka ada disini?"
Saat BOY'S X sedang asik bercanda tiba² sebuah mobil perkir didepan villa maya.swn terdiam memperhatikan.
"kenapa sen?" young melambaikan tangan kedepan wajah sen lalu melihat ke arah pandangan sen
__ADS_1
"itu...." belum selesai bio bicara
"villa Maya" sen menjawab
"mobil siapa itu?"
Seorang pria turun dari mobil dengan membawa beberapa kantong.
"waahh...siapa itu?jangan² itu....." belum selesai young bicara
"Rio...." bio menjawab
BOY'S X memang belum pernah melihat langsung Rio.
Pria itu mengetik pintu dan keluarlah maya dari dalam villa.
Sen melihat Maya tersenyum pada pria itu.lalu sen menundukkan kepalanya menghela nafas panjang.
"sen...."
"aku ga apa² bio,ayo kita pulang" sen membalikan badannya dan kembali ke villa
"jika mental kamu rapuh seperti ini bagaimana bisa kamu mendapatkan hati Maya dalam waktu seminggu"
"entahlah,aku ga bisa melihat Maya sama laki² lain ori"
"ayo kita cari sarapan diluar" ajak Rio
"aku lagi males kemana²,bisakah kita pesan makanan dari foodjek?"
"baiklah,kamu mau makan apa?"
"apa aja"
"kita makan di teras ya..." Maya membawa teh dan kue kering ke teras.
"ok" Rio memesan beberapa makanan
Sambil menunggu makanan tiba Rio dan Maya berbincang di teras.
"Maya apa kamu mau kembali ke dunia entertainment?"
"entahlah,aku ga tau apakah orang² masih mau menerimaku?"
"aku akan bantu kamu,kamu bilang aja.kita mulai dari awal lagi"
__ADS_1
"iya, makasih Rio"
"sudahlah,jangan berterima kasih"
"maya...." Rio melihat Maya
Mata Maya tertuju pada villa sen.
"heemmm"
"liat apa?"
"sepertinya mereka tetangga baru" Maya memberi isyarat dengan lirikan mata
Rio melihat ke arah lirikan Maya
"siapa?kapan mereka pindah kesini?"
"kemarin sore"
"apa mereka wartawan?"
"entahlah,mungkin hanya tetangga biasa"
"apa aku perlu menginap disini?"
Maya langsung tersedak mendengar perkataan Rio.
"maunya...."
"hahaha....usaha kan harus may"
"ga boleh,kecuali sama managerku"
"haahh....lama² aku pacaran deh sama manager kamu"
"jadi level kamu seperti itu ya?"
"ya daripada ga ada."
"hahaha....." Maya dan Rio tertawa
Setengah jam kemudian makanan pesanan Rio dan Maya tiba.merekapun menikmati sarapan bersama.
Sen melihat Maya dan Rio di balik jendela dan melihat mereka tertawa² dan bercanda.
__ADS_1
Sen semakin ingin menyerah.