Mengejar Cinta Dalam Mimpi

Mengejar Cinta Dalam Mimpi
Waktu untuk berdua


__ADS_3

Matahari mengintip dari balik tirai dan sinarnya tepat mengenai mata sen membuat sen membuka matanya yanh lalu menutupinya dengan kedua tangannya.


Sen membalikan badannya dan tanpa sengaja melihat Maya yang sedang memakai handuk hendak memakai baju tiba² Maya berbalik dan melihat sen dengan cepat sen menutup kembali matanya berpura² tidur.


Maya membuka handuknya dan memakai bajunya satu persatu,sen yang diam² mengintip melihat itu semua terlihat sangat menikmati pemandangan tubuh Maya yang lebih cantik dari matahari pagi ini,rambut Maya yang basah menambah kecantikan yang luar biasa pagi ini.mata sen kembali tertutup saat tau Maya kembali membalikan tubuhnya dan melihat kembali ke arah sen.


Bruuukkk....


Terdengar suara pintu ditutup.


Sen membalikan badannya ke arah jendela membiarkan cahaya matahari menyilaukan matanya.


Sen kembali membayangkan keindahan bentuk tubuh Maya yang baru dia lihat.


"haaahh....bangun....pagi² udah fiktor (fikiran kotor) aja"


Sen memukul² pipinya.lalu bangkit dan membereskan tempat tidur dan menuju kamar mandi.


Sen membiarkan air dari shower membasahi tubuhnya.kembali pikirannya menerawang pada pemandangan pagi ini.


Sementara itu Maya sedang sibuk membuat sarapan dengan porsi banyak,Maya sengaja membuat banyak karena ingin teman²nya sen ikut sarapan.


"hai.... selamat pagi"


Sapa Maya saat melihat sen keluar dari kamar.


Sen hanya melempar senyuman.


"bisakah kamu telepon yang lain untuk sarapan?"


"ya tentu,apa ga akan menggangu sarapan kamu sama Rio?"


"Rio sedang sibuk,dia lagi konser di kota A"


"oh"


Tanpa bertanya lagi sen langsung menelepon teman²nya.


Setelah menelepon sen membantu Maya menyiapkan sarapan dan membawanya ke teras.


"selamat pagi...."


Young,ori dan bio menyapa


"kalau makanan kalian memang nomor satu"


"oh iya dong,jangan menyia²kan rejeki"


Young berbicara sambil mendekatkan wajahnya ke sen lalu mencomot makanan yang sedang sen siapkan.


"hai..."


Maya keluar dari rumah dengan membawa makanan


"hallo.... bagaimana tidurnya?apa nyenyak?"

__ADS_1


"ya young"


"kamu masih boleh kok nyewa sen buat nemenin kamu,karena dua hari lagi kita akan kembali"


Sen langsung memandang ori


"dua hari lagi?"


Maya terlihat kaget mendengar perkataan ori


"apa sen ga cerita?"


Ori memandang sen


"kita disini cuma seminggu,setelah ini kita masih harus menyelesaikan konser kita yang sempat pending"


"oh..."


Maya terlihat sangat kecewa


"ayo sarapan"


"apa Rio ga akan datang?"


"dia sedang sibuk"


"baguslah,selamat makan"


Mereka berlimapun sarapan pagi bersama.


Bio memakan dengan lahap


"dua hari ini kalian bisa makan disini,aku akan masakan untuk kalian"


"benarkah?waaahh.... beruntung sekali kita"


Young bicara dengan mulut penuh makanan


"siang nanti kita belanja"


"siap boss sen"


Young memberi hormat.


Selesai sarapan mereka membereskan meja bersama.


"biar aku yang cuci"


Young merebut piring kotor dari Maya dan membawanya masuk.


"kalian santay saja ya"


Bio menyuruh duduk Maya dan sen lalu menyusul young masuk dengan membawa makanan.


"aku buatkan minuman ya"

__ADS_1


Ori pun ikut menyusul masuk


Sen dan Maya sama² terdiam.tiba² mereka jadi terlihat canggung satu sama lain.


"maaf soal semalam,aku ga tau kenapa tiba² nangis dan meluk kamu"


Maya memulai pembicaraan


"ga apa²,jika memang ada apa² bukankah lebih baik cerita daripada kamu pendam sendiri"


"tapi kenapa ya kira² sen ga cerita soal kalian akan pulang?"


"soal itu....aku...."


Ucapan sen tersendat


"ga apa² aku ngerti kok sen,mungkin kamu lupa.iya kan?"


Maya tersenyum padahal dalam hati entah kenapa Maya benar² ingin sen tetap tinggal.


Ori,young dan bio ternyata diam² sedang menguping pembicaraan Maya dan sen dibalik jendela.


"sen ini apa perlu diajarin biar cepet dapat hatinya Maya?payah"


Bio menggerutu kesal dengan sikap sen yang terlalu kalem.


"padahal waktu kita ga banyak lagi"


Ori yang sama ikut kesal


"malam ini kita ajak sen dan Maya nongkrong,kita kasih sen minuman alkohol,kan sen ga bisa minum banyak jadi minum sedikit juga bisa buat dia mabuk,aku pikir dia akan bicara jujur jika mabuk"


Ori dan bio serentak melihat young.


Young melihat kedua temannya.


"makan apa tadi sampai jernih banget pikiranmu?"


Ori memukul pundak young.


"jika sudah selesai beres² kita pulang"


Sen tiba² membuat kaget ketiga temannya


"eehhh sen kamu disini aja temani Maya kami bertiga akan pergi belanja bahan masakan"


Ori menarik tangan bio dan young.


"kalian mau kemana?"


"Maya kami pergi beli bahan masakan dulu ya,titip sen dulu disini"


Tanpa menunggu Jawaban dari Maya mereka bertiga cepat² pergi ke villa dan mengeluarkan mobil.


Maya masih terbengong

__ADS_1


__ADS_2