Mengejar Cinta Dalam Mimpi

Mengejar Cinta Dalam Mimpi
Kala cinta mulai bersemi


__ADS_3

"sen bisakah aku minta tolong?"


Maya berteriak


"kenapa?"


"kalungku tersangkut sesuatu"


Maya yang masih mencoba membuka kalungnya.


"biar aku lihat"


Sen menghampiri dan mencoba membuka kalung maya yang tersangkut rambutnya.


"kenapa bisa begini?"


"aku ga tau"


Sen masih mencoba membuka kalung maya tanpa memutuskan kalungnya.


"selesai.."


Lalu sen memperbaiki posisi kalung maya ke depan,posisi ini terlihat seperti sen sedang memeluk Maya dari belakang.


Nafas sen menerpa telinga maya.


Detak jantung keduanya terdengar sangat cepat.


"baiklah,aku akan menelepon bio dulu.apa saja yang akan kita beli"


Sen pergi meninggalkan maya


Maya masih mematung.


"haahh sesak sekali,seperti baru selesai lari maraton saja,kenapa jantungku berdebar?"


Bisik Maya memegang dadanya.


"Maya dimana ponselku?"


"entahlah,mungkin diatas meja teras"


"ga ada,aku barusan sudah mencari kesana"


"ayo cari di dapur"


Saat Maya hendak melangkah melewati sen tiba² Maya tergelincir air bekas young cuci piring tadi.


"aawww...."


Sen yang ada disamping Maya dengan refleks menangkap tubuh Maya dan menariknya ke dalam pelukan sen


"aahh...."


Pandangan mereka beradu dan mereka mematung.


Wajah sen mendekat perlahan,hidung mereka bersentuhan.


Maya menutup matanya dan membiarkan bibir lembut sen menyentuh bibirnya.


"kami pulang...."


Maya dan sen langsung membuka mata dan melihat ke arah young,bio dan ori yang baru datang.


Sementara ori,young dan bio mematung dan merasa bersalah karena datang di waktu yang ga tepat.


"oohh....itu....aku lupa beli kecap sama jeruk.ayo.kita beli dulu"


Bio menarik tangan kedua temannya


"a-aku...tadi mau tergelincir dan sen menangkapku,jika saja sen ga ada mungkin aku sudah jatuh dilantai"


Maya mencoba menjelaskan dan menahan malu terlihat dari pipinya yang benar² merah


"yaa...kalian jangan salah faham dulu"


Sen ikut menjelaskan


"salah faham apa?orang kita lihat sendiri kalian tadi dekat banget dan mau......"


Bio menutup mulut young segera.


"Apa ada yang kurang?coba dilihat dulu"

__ADS_1


"simpan saja di atas meja ori,aku mau ke kamar mandi dulu"


Maya berjalan ke kamar mandi.


Sesampainya di dalam kamar mandi.


"hiiiss....aku ini kenapa sih?apa udah kena hipnotis ya?hadeeeehhh.....malu banget sih"


Maya menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Tok...tok....tok...


"Maya ini ponsel kamu berdering"


"aahh ya,telepon dari siapa young?"


"Rio"


Maya langsung membuka pintu dan mengambil ponselnya dari young.


"makasih young"


Maya menutup kembali pintu kamar mandinya.


"Rio"


"Maya apa kabar?maaf aku baru bisa hubungi kamu,ini juga lagi break dulu"


"iya ga apa² aku ngerti.kapan kamu akan kembali?"


"dua hari lagi,apa disana baik² saja?"


"semua baik² saja"


"boys band preman itu ga ganggu kamu kan?"


"Rio....."


"ya baiklah,aku ga akan berpikir macem² lagi soal mereka.baiklah aku harus pergi dulu.nanti aku hubungi kamu lagi ya.hati²...jaga diri baik² ya"


"siap boss"


Rio menutup teleponnya


"Maya,sen cepat bersiaplah"


"bersiap?"


Maya melihat bio dengan wajah bingung.


"ya,apa kalian ga jenuh di rumah terus?kita keluar cari angin"


"tapi..."


"ayolah may"


"ok,aku ganti baju dulu"


Beberapa menit kemudian Maya keluar dari kamarnya.


"bidadari ga pake make up juga tetep aja cantik"


"kamu bisa aja young"


"mana sen?"


Mata ori mencari sen


"aku disini"


Sen keluar dari kamar mandi dengan kemeja merah yang membuatnya terlihat semakin tampan.


"waahh....ganteng sekali,jika aku wanita aku pasti jatuh cinta sama kamu sen"


Young tak berkedip melihat sen


"mimpi...."


Sen memukul pundak young


"ayo kita berangkat"


Bio sangat bersemangat.

__ADS_1


Rupanya ori,young dan bio sudah merencanakan sesuatu termasuk tempat yang sudah mereka booking dari tadi siang saat belanja bahan masakan.


"kita nongkrong disini aja"


Ori berhenti didepan sebuah cafe.


"selamat datang,silahkan masuk"


Pelayan mempersilahkan


Seluruh penghuni cafe tersebut sudah mendapat instruksi sebelumnya dari young,ori dan bio.


Bio mengedipkan matanya ke pelayan memberi tanda bahwa apa yang sudah mereka rencanakan sebelumnya bisa dimulai.


Seorang pria dengan stelan sangat rapih menghampiri gerombolan sen yang baru masuk ke dalam cafe.


"selamat datang,saya manager di cafe ini,mari ikuti saya"


Mereka berlima berjalan mengikuti sang manager cafe


"silahkan duduk,malam ini kebetulan minuman terbaik di kota ini baru saja tiba di cafe kami"


Sang manager menjentikkan jarinya dan seorang pelayan menghampiri dengan nampan yang berisi sebotol minuman luar dan lima buah gelas.


"silahkan,ini gratis dari kami,karena anda adalah tamu perdana kami,kami baru saja buka cafe ini"


Manager membagi gelas yang sudah diisi minuman.


"maaf,tapi aku ga minum"


Sen menolak gelas yang di simpan manager cafe


Manager cafe memandang young,ori dan bio bergantian.bio mengedipkan mata.


"ayolah sen,ini gratis loh.kita harus menghargai kebaikan orang"


Bio mengangkat gelasnya


"cheers...."


"aku...."


"ayolah sen hanya kali ini saja kan"


Maya membujuk sen dan ikut mengangkat gelas.


"ya baiklah"


Sen kemudian mengangkat gelasnya


"cheers...."


Beberapa jam kemudian.


Pandangan sen mulai kabur,efek minuman mulai sen rasakan.


"sen..."


Maya menepuk pundak sen


"apa kamu baik² saja?"


"ya,hanya sedikit pusing"


"sen ini ga kuat sama minuman beralkohol,minum sedikit aja dia udah mabuk"


"benarkah bio?"


"iya,aku serius may"


"lalu bagaimana ini?"


"kita pulang sekarang saja,ayo"


Ori memapah sen keluar cafe dan memasuki mobil,disusul yang lainnya


"maya,bisakah sen tidur di tempatmu? sebenarnya kita masih khawatir soal penjahat kemarin dan lagi sen kan mabuk jadi aku takut sen jekpot kami ga tau juga kan harus gimana?"


"tapi bio..."


"please may...."


"aammm...baiklah"

__ADS_1


"yes...." ori,young dan bio berbarengan


__ADS_2