
Maya yang baru pulang dari belanja keperluannya sehari² bertemu beberapa tetangga di depan pagar rumah susun.
"non penyewa baru ya?"
"iya"
"cantik sekali,kerja dimana?"
"eemm...kebetulan baru habis kontrak kerja"
"oohh,sepertinya wajah nona pernah saya lihat tapi....dimana ya..."
Tetangga Maya mengingat²
"mungkin wajah saya pasaran"
"mungkin juga,oh ya...nama kamu siapa?"
"aku Maya"
"Maya kebetulan sekali jika kamu mau bekerja aku ada seorang teman yang membutuhkan pegawai untuk mini marketnya yang baru buka cabang kemarin,apa kamu minat?"
"tentu saja"
Maya merasa senang jika bisa mendapatkan pekerjaan walaupun cuma pegawai mini market tapi itu bisa menyambung hidupnya.
"kalau boleh tau dulu kerja apa?"
"aku....aku kerja di pabrik kontraknya hanya sampai dua tahun"
"ya sudah,besok aku coba hubungi temanku ya"
"baik,terimakasih sebelumnya"
__ADS_1
"sama²,ga perlu canggung gitu kita kan sekarang tetangga jadi harus saling bantu"
"aku benar² berterimakasih"
"sudahlah,tapi apa ga kenapa² jika kerja di mini market?"
"ga apa²,apapun pekerjaannya jika itu halal dan hasil keringat sendiri tentu akan lebih baik"
"waah...kamu ini anak muda yang sangat rendah hati"
"kalau begitu saya permisi"
"iya silahkan,nanti jika sudah ada kabar saya akan berkunjung ke tempat kamu ya"
"baik saya tunggu,permisi"
Maya kembali ke rumahnya dan menyiapkan makanan untuk makan malam.
Di kamar.
"haaahh....benar² ga bersisa,aku harus gimana ini?aku juga ga mungkin minta tolong sama Rio lagi,aku ga mau merepotkan dia lagi apalagi jika Rio berharap lebih,aku khawatir akan menyakiti hatinya.aaahhh....."
Maya mengacak² rambutnya
"sudahlah...."
Maya menuju dapur dan memasak sayur dan ikan.
"besok aku terpaksa sarapan,makan siang dan makan malam sama mie instan"
Esok harinya.
Tok tok tok.....
__ADS_1
Maya membuka pintu rumahnya
"hay...."
"oh Hay"
Ternyata tetangga Maya yang kemarin.
"lagi apa nih?"
"lagi rebahan aja,silahkan masuk"
"aahh ga usah,aku kesini cuma mau ngasih tau soal lowongan kerja kemarin"
"oh iya,kenapa?"
"besok kamu bisa datang ke tempat temanku,kamu bisa bawa surat² lamaran ya.....buat formalitas aja soalnya aku bilang kamu tetangga aku,besok aku antar ya"
"baik,maaf sudah merepotkan"
"aaahh...sudah jangan begitu.kalau gitu aku permisi ya"
"iya,makasih banyak"
"sama²"
Selepas tetangga Maya pergi.
"akhirnya aku bisa dapat kerjaan,makasih tuhan"
Maya benar² butuh pekerjaan untuk menyambung hidupnya.dia ga perduli apapun pekerjaannya bahkan dia ga perduli jika suatu hari ada yang mengenalinya atau akan semakin berkembang gosip tentang dirinya.yang ada di pikiran Maya hanyalah pekerjaan toh dia tidak mendapatkan apa² dari gosip tersebut selain hujatan dan semakin sengsaranya hidupnya.
"aku ga menyalakan Silva,karena aku tau apa yang Silva lakukan hanyalah sebatas cemburu walaupun memang sedikit keterlaluan,seandainya Silva tau bahwa aku tulus berteman dengannya walaupun awalnya aku terganggu dengan sikap dan cerewetnya,tapi biar bagaimanapun dialah yang selalu menghiburku bahkan aku selalu merasa bisa mengontrol rasa gugupku karena Silva selalu memberiku semangat.maafkan aku Silva... karena selama ini aku ga bisa menghargai perasaanmu dan mengabaikan apa yang kamu rasakan"
__ADS_1
Maya meneteskan air mata