
"di luar banyak sekali wartawan,apa yang harus kita lakukan Maya?"
"aku ga tau,aku benar² ga bisa berpikir lagi"
Maya benar² putus asa.
"apa perlu kita melakukan jumpa pers?"
"ga usah"
"tapi kamu harus clearkan semua kesalah fahaman ini"
"percuma, mereka ga akan percaya kata²ku"
"tapi mereka ga akan pergi sebelum mendengar penjelasanmu"
Maya terdiam, sementara managernya semakin gelisah.
Kriiinng......
Maya melirik ponselnya
"hallo...."
"apa kamu baik² saja?"
"ya,aku baik"
"nada bicaramu berkata lain Maya"
"Rio.."
"ya.."
"bisakah kamu menolongku?"
"apapun itu aku pasti akan menolongmu"
"Rio aku ingin menenangkan diri,jauh dari keramaian,jauh dari para wartawan dan aku ga ingin siapapun menggangguku"
"baiklah"
"jemput aku besok,jangan pakai mobilmu ya,aku ga ingin wartawan melihat kamu"
"jemput jam berapa nona Maya?"
"jam sepuluh"
"siap boss...."
"Rio"
"ya.."
"terimakasih banyak"
"tidak masalah"
Rio menutup teleponnya.
Maya menatap para wartawan dari balik jendela.
"aku sudah transfer gajihmu bulan ini juga bonusnya,kamu bisa pergi sekarang"
"aku ga bisa"
"aku ga akan bisa menggajihmu lagi,mungkin aku sudah ga akan melakukan perjalanan konser lagi,jadi pergilah sekarang,selama ini managerku bekerja sangat baik.terimakasih banyak,semoga kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi"
"apa yang akan kamu lakukan?"
"aku akan pergi"
"akan aku bantu" manager tersenyum sambil memegang hangat tangan Maya.
Maya tersenyum di tengah air mata yang berjatuhan.
"bantu aku kemasi bajuku"
__ADS_1
"heemmm...." manager langsung mengemasi baju Maya
"jam berapa Rio akan menjemput?"
"sepuluh"
"selamat pagi....ayo cepat mandi,jangan sampai Rio datang kamu belum siap"
"aahh bawel sekali"
"masih ga mau bangun,apa perlu aku siram?"
"iya...iya aku bangun"
Maya bangkit dari tidurnya
"air hangatnya sudah aku siapkan di kamar mandi"
"manager"
"apa?"
"kamu sudah ga kerja padaku,kenapa masih melayani aku dengan sangat baik?"
"ini adalah tugasku yang terakhir,jadi ijinkan aku melayani nona Maya untuk yang terakhir kalinya"
"terimakasih manager"
"aku senang bisa melayanimu,haaahh.....aku berharap masih bisa terus melayanimu"
Maya memeluk managernya.
"selama ini aku ga pernah bisa memberi apa²,aku bahkan ga pernah perduli sama managerku,maafkan aku"
"kamu selalu memberikan aku hadiah yang aku inginkan padahal aku ga pernah cerita,tapi kenapa kamu selalu tau?"
"rahasia..."
"aahh....dasar,ayo cepat sana mandi,aku siapkan sarapan dulu"
"siap managerku tersayang"
Selesai mandi,manager sudah menyiapkan sarapan bahkan baju untuk Maya kenakan.
"manager kenapa aku harus mengenakan pakaian ini?" Maya terheran saat melihat pakaian yang managernya siapkan
"di luar masih banyak wartawan apa kamu mau mereka mengejarmu?"
"heeemm...." Maya tersenyum
"ayo sarapan bersama"
"ga usah,aku akan sarapan nanti"
"aku mohon"
"haaahh....kenapa aku ga pernah bisa menolak keinginan bayiku?"
Manager duduk dan sarapan bersama Maya.
"manager hari ini ikutlah denganku"
"kenapa?"
"aku ingin managerku tau tempat persembunyianku,hanya kamu dan Rio"
"apa kamu ga takut aku akan membongkar tempat rahasiamu sama wartawan?"
"ga, karena aku percaya sama managerku"
Manager memegang tangan Maya.
"jika ada apa² hubungi aku,aku akan selalu ada buat kamu"
Kriiinng....
"nona Maya yang cantik aku sudah ada di tempat parkir"
__ADS_1
"baiklah...."
Maya langsung memakai sweater dan topi juga kaca mata yang sudah di siapkan managernya.
Mereka berdua membuka pintu dan bergegas menuju mobil rio.benar saja para wartawan tidak mengetahui jika Maya sudah masuk ke dalam mobil Rio.
"aku sudah menyiapkan sebuah rumah di pulau,aku juga sudah menyiapkan beberapa keperluanmu,jika sudah habis tinggal bilang padaku,akan aku kirim dalam lima menit"
"terimakasih Rio"
"jangan terus berterimakasih"
"Maya"
"heeemmm...."
"kenapa harus sembunyi?kenapa ga di jelaskan saja?mungkin mereka akan mengerti"
"pejabat yang aku temui di kota A juga ga memberi keterangan apa² pada wartawan.mereka malah bersembunyi lalu apa yang harus aku jelaskan.mereka tetap akan membenciku"
"paling ga nama baikmu bisa tetap bersih"
"aku tau dengan bersembunyi begini aku akan disebut pengecut tapi aku juga tau jika aku manghadapi mereka maka bukan cuma banyak pertanyaan bahkan jika aku menjawab jujurpun mereka tetap akan mencibirku"
Rio menatap wajah maya yang sedang tertidur.rio mengangkat tangannya dan mencoba membelai rambut Maya tapi dia urungkan.manager yang duduk di belakang hanya tersenyum melihat tingkah Rio.
"apa kamu cemas?"
"sangat"
"jagalah dia baik², walaupun dia terlihat tegar tetapi sebenarnya dia rapuh,jika aku jadi dia jelas aku akan marah dan menjelaskan semua pada wartawan,aku bahkan akan mendatangi pejabat itu dan menariknya ke meja konferensi pers dan akan mengancamnya untuk berkata jujur" manager merasa muak dengan perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
"saat pertama kali bertemu dia,aku tau dia adalah orang yang berbeda,aku memutuskan untuk meloloskan dia dari audisi karena dia memang punya bakat,tapi wartawan² itu malah membuat berita yang ga masuk akal"
"perjuangan dia selama ini memang sia²,mimpinya hanya bertahan satu tahun,ini benar² ga adil.rio...."
"ya"
"aku mohon tetaplah bersamanya"
"jangan khawatir manager,tanpa kamu perintahpun aku akan menjaganya dengan baik"
Empat jam berlalu.
"Maya" Rio membangunkan Maya
"heehh..." Maya membuka matanya
"kita sudah sampai"
Mayapun keluar dari mobil.
"selamat datang di pulau W...."
Maya melihat sekeliling dan tersenyum.
"indah sekali"
"aku sudah susah payah mencari keberadaan villa ini,lihatlah kamarmu"
Maya berjalan masuk.
"bagaimana?"
Maya kembali tersenyum dan berdiri didepan jendela.
"aku tau kamu selalu ingin melihat pantai saat kamu bangun tidur,di depan sana terhampar pasir putih"
"Rio..."
"apa?"
"terimakasih banyak" Maya memeluk rio
Manager meninggalkan mereka berdua.
"Maya berjanjilah padaku,jangan pernah melakukan hal bodoh.setiap jam, setiap detik kamu harus kabari aku,jangan buat aku khawatir"
__ADS_1
"ya" Maya meneteskan air mata
"ini nomor barumu,disana hanya ada nomorku dan managermu,jika ada apa² cepatlah kabari kami"