
Setelah beberapa hari.
"Maya aku pulang ya"
"ya,hati² Jesi"
"iya,bye..."
"bye"
Maya berusaha memberikan kinerja terbaiknya untuk pekerjaan dia yang baru.
Selesai membereskan beberapa produk Maya kembali ke kasir dan menonton televisi yang menyiarkan berita tentang artis² papan atas dan keseharian mereka.
"aku harus bersyukur walaupun mimpiku hanya seumur jagung tapi paling ga aku pernah menjadi seperti mereka"
Disisi lain.
"sen kita sudah mencari keberadaan Maya,tapi kita ga pernah mendapat pencerahan sama sekali,Maya Seperti hilang di telan bumi.apa kamu yakin masih ingin mencari Maya?"
Bio mulai putus asa tapi juga khawatir sama keadaan sen.
"kalian pulang saja,aku akan cari Maya sendirian.ini juga sudah tengah malam kalian butuh istirahat"
"apa...?ga bisa kamu ga boleh sendirian,bagaimana jika kamu nekat bunuh diri?"
Bio,ori dan sen langsung melihat young
"apa??apa aku salah bicara lagi?"
"lidah kamu memang ga bertulang young"
"aku kan hanya khawatir io"
"sudahlah,aku mau beli minuman dan beberapa makanan"
"aku ikut sen"
__ADS_1
Sen dan young keluar dari mobil dan menuju sebuah mini market.
Saat sen memasuki mini market.
"selamat......."
Sapa karyawan mini market tiba² berhenti.sen melihat ke arah suara karena penasaran kenapa tidak melanjutkan sapaannya.
Sen sangat terkejut saat melihat si pemilik suara.
"Ma-maya...."
Ternyata si pemilik suara adalah Maya yang selama beberapa hari ini dia dan BOY'S X cari.Sen mematung begitupun maya.
Keduanya terdiam dan saling pandang.mata Maya berkaca².
"Se-sen...."
"Maya....."
Young yang berada di belakang sen dari tadi langsung mencari² keberadaan maya.
Tanpa pikir panjang Maya keluar dari kasir dan berjalan pelan ke arah sen.
"sen....."
Maya berlari kecil dan memeluk sen erat,tangisnya pecah seketika,Maya benar² tidak bisa menutupi perasaannya.
Sen membalas pelukan Maya dan memeluk erat maya.sen berharap bisa terus memeluknya dan tidak akan membiarkan Maya menghilangkan lagi dari hidupnya.
Young yang merasa seperti obat nyamuk langsung meninggalkan mereka berdua dan kembali ke mobil.
Melihat young berjalan keluar dari mini market sendirian tentu saja membuat ori dan bio kebingungan dan mencari² sen.
"dimana sen?"
"dia masih di dalam"
__ADS_1
"kenapa ditinggalin young?"
"aku ga mau jadi obat nyamuk"
"maksud kamu?"
"ya,sen sudah menemukan Maya,mereka masih di dalam"
"haaahh baguslah,ayo kita cari hotel terdekat kita istirahat dulu,kasih mereka waktu untuk berdua"
Mereka bertiga menjalankan mobilnya dan mencari hotel yang tidak jauh dari lokasi sen.
"maya,tolong jangan pergi lagi,jangan sembunyi lagi,aku mohon"
"heemm"
Tanpa bisa berkata² lagi Maya hanya menganggukkan kepalanya pelan dan tidak melepaskan pelukannya.
"kamu ga tau bagaimana aku menjalani hariku,aku rindu sama kamu,aku ga tau harus gimana?bahkan dalam mimpi sekalipun aku ga bisa bertemu kamu lagi,entah kemana perginya mimpi² yang selama ini selalu hadir dalam tidurku,maafkan aku Maya"
"maaf untuk apa?"
Maya sedikit melonggarkan pelukannya dan menatap sen
"karena perbuatanku sebelum aku pergi,aku tau aku salah,aku ga tau kalau kamu ga suka.aku juga ga berniat kabur tapi saat aku kembali kamu ga ada"
"ssttt...."
Maya menempelkan jari telunjuknya di bibir tipis sen.
"aku ga marah soal itu sen"
"lalu soal apa?kenapa kamu tiba² menghindariku?"
"aku......sudahlah jangan di bahas lagi ya,aku ga mau ngebahas apapun yang aku mau sekarang adalah memelukmu sen"
Sen tersenyum dan mencium bibir Maya dengan lembut.Maya memejamkan mata dan membiarkan bibir tipis sen menciumi bibirnya.
__ADS_1