Mengejar Cinta Dalam Mimpi

Mengejar Cinta Dalam Mimpi
Lolos audisi


__ADS_3

Keberadaan silva ternyata sedikit membuat maya terhibur.


Aksi cerewetnya membuat rasa gelisah maya sedikit berkurang.


"kelihatannya akan memakan waktu yang cukup lama,semua juri sedang beristirahat dulu"


"haahh...melelahkan sekali" silva bersandar di kursi yang dia duduki.


"aku harus ke toilet dulu" maya beranjak dari duduknya.


"baiklah,cepatlah kembali takutnya kamu ketinggalan pengumuman"


"memangnya ke kamar mandi butuh waktu berjam² ya?"


"ya kali aja kamu terbiasa berlama² di kamar mandi" silva nyengir sambil melihat maya yang masih berdiri.


"tidak akan lama nona silva tersayang" maya berjalan meninggalkan silva yang masih bengong karena candaan maya.


"maya,benarkan?" tanya seseorang.


Maya membalikan badannya dan melihat siapa yang memanggilnya.


"aahh...rio" maya berusaha tersenyum saat tau siapa yang memanggilnya.


"ya,aku rio juri audisimu"


"menurutmu bagaimana dengan para peserta?apakah cukup memberatkan?"


"aku tidak tau,yang aku lihat mereka memiliki suara yang sangat bagus.mungkin aku tidak ada apa²nya di banding mereka" maya menundukan kepalanya.


"biasakanlah mengangkat wajahmh saat bicara dan ingatlah untuk tetap optimis.aku percaya kamu pasti bisa lolos audisi"


Wajah rio sangat dekat dengan wajah maya itu membuat wajah maya memerah.

__ADS_1


"semangat maya,karena aku ingin melihat kamu tampil dipanggung yang lebih besar"


"baik.terima kasih"


Rio pergi meninggalkan maya.


Waktu pengumuman sudah di mulai.


Semua juri dan panitia hadir di satu ruangan.


"selamat sore semuanya,aku akan mengumumkan siapa saja yang lolos audisi hari ini.tapi sayangnya hanya 3 orang yang bisa lolos.peserta yang lolos akan tampil di acara anniversary salah satu stasiun televisi ternama"


"waaaw....."


"hebat sekali"


"kira² siapa yang lolos ya?"


Suara peserta audisi terdengar ricuh.


Suara yang tadinya ricuh mendadak diam.


"yang lolos audisi adalah....."suara panitia berhenti dan melihat sekeliling.


"peserta dengan nomor urut 18,100 dan 127.....sekali lagi,peserta dengan nomor urut 18,100 dan 127 apa masih ada disini peserta dengan nomor urut yang aku sebut?"


"waahhh....aku lolos"


"aku nomor 100"


Teriak para peserta yang lolos.


"silahkan maju ke depan bagi peserta yang sudah saya sebut"

__ADS_1


Rio yang sejak tadi melihat maya,berjalan menghampiri Maya yang tidak bergerak sama sekali padahal nomor urut Maya sudah disebut dan lolos audisi.


"Maya...." panggil Rio sambil menepuk pelan pundak Maya


"haaahh......" Maya yang sedang tenggelam dalam lamunannya terlihat kaget dan langsung menoleh


"haahh....apa kamu melamun?"


"aahhh....tidak"


"kalau begitu apa kamu tau siapa yang lolos?"


Maya melihat sekeliling yang ternyata semua orang sedang memperhatikan Maya apalagi saat Rio menghampirinya.


"siapa?" Maya balik bertanya dan menatap wajah Rio


"panitia bisa tolong bacakan lagi nomor urut yang lolos" suara Rio sedikit kencang


"ya baiklah,yang lolos audisi adalah peserta dengan nomor urut 18,100 dan 127.apa masih mau di bacakan?" panitia terlihat kesal


"apaaa.....?" Maya kaget dan langsung melihat nomor urut yang masih menggantung di lehernya


"i-itu......" suara Maya terputus² seolah tidak percaya


"berapa nomor urut kamu Maya?" tanya Rio yang masih tidak menjauhkan wajahnya dari Maya.


"se-ratus du-a pu-luh tujuh" ucap Maya terbata


"selamat Maya kamu lolos audisi,jadi bisakah kamu berdiri dan maju ke depan?" Rio mempersilahkan Maya untuk berdiri dan maju ke depan


"aaahh...baik" Maya langsung berdiri wajahnya sangat merah,sementara Rio menahan tawa saat melihat sikap maya.


"maaf....."Maya membungkukkan tubuhnya setelah berdiri berjajar diantara peserta yang lolos

__ADS_1


"Maya kamu hebat....." teriak Silva


Sikap Rio membuat semua peserta,juri dan panitia bertanya²


__ADS_2