Mengejar Cinta Dalam Mimpi

Mengejar Cinta Dalam Mimpi
Pengawalan dari kepolisian


__ADS_3

Sepanjang perjalanan mobil patroli terus menyalakan sirene membuat mobil yang lain terpaksa menepikan mobilnya.


"waahh.... rasanya sudah seperti presiden saja" young merasa bangga karena kali ini BOY'S X di kawal beberapa mobil patroli dan beberapa bodyguard dari pihak inteligen.


"seperti mau konser Akbar saja" ori melihat ke belakang yang mana mobil² pribadi besar mengikuti mobil mereka.


Perjalanan yang seharusnya mencapai waktu empat jam kini menjadi dua jam,pengawalan ketat juga di lakukan oleh pihak kepolisian hingga mereka masuk ke ruang pemotretan.


"ada apa ini?kenapa begitu banyak polisi dan Intel?" manager terheran² karena biasanya hanya di kawal oleh pengawal pribadi saja tapi kali ini halaman parkir penuh dengan mobil patroli dan mobil Intel.


"apa kalian tidak berbuat sesuatu?" manager melihat anak didiknya satu persatu


"tenang saja,kita baik² saja.setelah acara ini kita masih ada urusan jadi masih harus dapat pengawalan ketat" bio mencoba menenangkan dan berusaha menutupi sesuatu agar sen tetap aman bersama Maya.


"pengawalan?urusan?urusan apa?kenapa aku ga tau?" manager masih bingung


"sudahlah,yang penting kita hadir kan,yang lainnya biar kita yang urus" ori menggandeng managernya


"urusan apa yang tidak pernah aku catat?kenapa tidak ada dalam catatan schedule ku?"


"haaaiiiss....banyak omong,ayo kita segera mulai" young menutup mulut managernya


Pemotretan dan wawancara hanya berlangsung dua jam.


BOY'S X segera pamit pada managernya,mereka mencium kening managernya satu persatu.


Sementara manager mereka masih bengong.

__ADS_1


BOY'S X segera masuk ke dalam mobil dan pengawalan kembali di lakukan sampai mereka kembali ke rumah sakit.


"makasih untuk tidak mengatakan apapun pada manager kami" bio sangat berterimakasih berkat bantuan pihak kepolisian mereka bisa kembali ke rumah sakit dan jadwal mereka berjalan lancar.


"ini sudah jadi tugas kami"


"lapor komandan,pasien sudah siuman"


"Maya...." sen berlari menuju ruangan


"baik,mari kita menemui Maya" ucap komandan.


Maya masih mencoba membuka matanya dan melihat sekeliling.matanya kini tertuju pada sen.


"se-sen...." Maya mengulurkan tangannya dan sen segera menghampiri dan memegang tangan sen.


"syukurlah,maaf kami dari kepolisian kami hanya mau meminta kesaksian dari anda" komandan mendekati Maya


"heemm" Maya menggangguk pelan


"sen apa kamu baik² saja?" Maya melihat ke arah sen dan memagang tangan sen semakin erat


"ya aku baik² saja,apa ada yang sakit?"


Maya menggeleng kepala


"baiklah,kami akan kembali sebentar lagi,silahkan nikmati waktu bersama dulu,mari kita ngopi dulu" komandan mengajak young,ori dan bio juga menarik seluruh pengawalnya dan membiarkan Maya dan sen berdua saja.

__ADS_1


"Maya berjanjilah jangan lakukan hal bodoh lagi" sen mencium tangan Maya


"ya,aku hanya ga mau kamu terluka sen,aku sangat takut kehilanganmu"


"melihat kamu terluka apa aku ga terluka?aku lebih terluka Maya,jadi aku mohon jangan pernah melakukan hal itu lagi.aku benar² takut" sen meneteskan air mata


"sen"


"ya"


"bisakah setiap hari kita bertemu?"


"kenapa?"


"karena aku butuh kamu, kamu ga tau betapa aku kesepian disini,aku butuh kamu"


Sen terdiam,kata² ini mengingatkan sen akan mimpinya sebelum bertemu maya.dalam mimpi Maya juga mengucapkan kata² ini.


Sen mengangguk dan membenamkan wajahnya.


"aku akan selalu ada untukmu Maya" sen menangis


Sen kemudian mencium kening Maya.


"maafkan aku jika selama ini aku ga pernah ada untukmu,aku yang berusaha mengabaikan mimpiku"


"I love you sen"

__ADS_1


"I love you so much"


__ADS_2