
"ini adalah Maya yang aku ceritakan itu"
"eemmm,baiklah ga usah dilihat lagi lamaran kamu ini cuma buat formalitas aja,kamu bisa langsung kerja besok"
"benarkah?"
Maya merasa senang
"tentu,tapi ingat jangan terlambat dan selama training kamu harus bekerja full time selama dua bulan,apa kamu sanggup?karena mini market ini cuma satu²nya disini jadi kita buka 24 jam,karyawan disini juga cuma ada satu sekarang bertambah lagi satu yaitu kamu"
"ga masalah,aku pasti bisa"
"baguslah,mari aku kenalkan sama rekan kerja kamu"
Maya mengikuti pemilik mini market dari belakang.
Terlihat seorang perempuan berdiri dibalik kasir dengan seragam mini market
"Jesi"
Panggil pemilik mini market
"ya"
"kenalkan ini Maya rekan kerja kamu yang baru,karena disini cuma kalian berdua jadi nanti kalian atur aja untuk shift kalian setelah Maya selesai masa percobaan selama dua bulan"
"iya baik"
Jesi tersenyum pada Maya
Pemilik mini market memberi Maya dan Jesi waktu untuk saling mengenal lebih dulu.
"ayo kita berkeliling,akan aku tunjukkan gudang dan produk yang di pajang"
__ADS_1
Diam² Maya memperhatikan Jesi,Maya mengingat kenangan saat bersama Silva dulu.
"apa dia akan seperti Silva?atau persahabatan kita juga akan seperti sebuah topeng lagi?"
Kata hati Maya.
Dua jam Maya menyusuri mini market dan akhirnya maya pun pamit pada Jesi.
"makasih untuk hari ini,makasih sudah mengantarku melihat²"
"jangan sungkan,sebentar lagi kita kan akan jadi rekan kerja"
"iya,mohon bimbingannya"
"bimbingan?"
"kamu kan senior disini"
"heeyy....siapa yang senior?aku lebih tua dong dari kamu kalau kamu bilang aku senior"
Tawa Maya dan Jesi terdengar oleh pemilik mini market.
"cepat sekali akrabnya"
Sang pemilik tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya
"makasih untuk semua"
Maya memang sangat berterimakasih pada tetangganya karena sudah merekomendasikan dirinya pada pemilik mini market.
"makasih untuk apa?"
"untuk pekerjaan ini,karena jika bukan karena anda aku ga tau apakah aku akan diterima bekerja atau ga"
__ADS_1
"jangan terlalu banyak berpikir,kita kan tetangga.kamu juga masih muda ga baik jika hanya berpangku tangan,iya kan?"
"iya,sebagai tanda terimakasih dariku bagaimana jika malam ini makan di rumahku?"
"baiklah,aku ga bisa nolak jika kamu memaksa"
Maya tersenyum mendengar celotehan tetangganya.
"aku mau belanja dulu sayuran untuk makan malam kita"
"ada yang bisa aku bantu?"
"ga usah"
"baiklah"
Maya pergi untuk berbelanja dan menyiapkan masakan yang sederhana karena minimnya dana yang Maya miliki.tapi Maya berusaha menyajikan makanan terbaik dan enak.
Selesai berbelanja Maya sibuk di dapur walaupun dia sedikit bingung karena tidak bisa melihat resep masakan dari internet karena ponsel Maya sekarang cuma ponsel biasa yang hanya bisa terima pesan dan telepon saja.
Malam hari tetangga Maya ikut membantu menyiapkan hasil masakan Maya dan mereka makan malam bersama.
"orang tua kamu dimana?sejak pindah kesini aku ga melihat mereka datang berkunjung"
"aku.....aku ga tau dimana mereka,setelah mereka bercerai mereka menitipkan aku sama nenek dan setelah dewasa aku harus kuliah dan bekerja sampingan untuk biaya hidup dan sekolahku,nenekku meninggal saat aku masuk kuliah"
"oohh....maaf"
"ga apa²"
"pasti sangat sulit buat kamu ya?"
"bagaimanapun hidupku masih harus aku jalani"
__ADS_1
"kamu benar,SEMANGAT....."