Mengejar Cinta Dalam Mimpi

Mengejar Cinta Dalam Mimpi
Ungkapan hati sen


__ADS_3

"kalau begitu kami permisi dulu ya,maaf merepotkan"


"ori apa ga apa² sen tidur disini?kenapa kalian ga ikut tidur disini saja?"


"eemm....itu,sebenarnya kami sedang menggarap album terbaru dan kami masih harus banyak latihan vocal dan menghafal lirik,kami juga masih harus latihan dance sebelum konser kami di mulai kembali,jadi seharusnya sen juga ikut tapi karena dia sedang mabuk jadi aku pikir biarkan sen beristirahat saja"


Bio berusaha menjelaskan pada Maya.


"baiklah,kalian boleh pergi,biarkan sen istirahat"


"terimakasih Maya...kami pergi ya"


Young,ori dan bio berpamitan.


"kamu hebat bio,Maya begitu percaya sama kata² kamu,the best...."


Young mengacungkan jempolnya


"siapa dulu dong,sekarang kita liat apakah sen masih mau membungkam mulutnya,waktu kita ga banyak aku mau sebelum manager datang sen sudah mengungkapkan isi hatinya sama Maya,selama ini sen sudah menunggu begitu lama untuk bertemu Maya dan terus bermimpi tentang Maya,sen sudah cukup menderita"


"ya,kamu benar bio.ini adalah cara satu²nya agar sen melangkah lebih cepat"


"aku harap Maya ga hamil"


Ori dan bio langsung melihat ke arah young yang sedang melihat villa Maya dari jendela.


"kenapa?apa aku salah bicara?"


Young yang masih ga sadar sama ucapannya,dan melihat kedua temannya menatap dirinya dengan tatapan tajam


"kamu pikir kita bikin sen mabuk untuk melakukan itu haahh?kita cuma mau sen jujur sama Maya.bukankah aku tadi sudah menjelaskan?kenapa sulit sekali kamu mencerna omongan kita young?dasar fiktor..."


Bio memukul kepala young dan pergi ke kamar tidur


"kamu ini terlalu banyak berpikir young"

__ADS_1


Ori juga memukul kepala young dan mengikuti bio ke kamar


"apa yang salah?bukankah biasanya juga kalau laki² mabuk liat cewek suka langsung begituan?"


Young berteriak dan mengikuti teman²nya ke kamar


"haiiiss....kamu pikir sen laki² seperti itu?dia kalau sudah bicara banyak langsung tidur.kamu ini ada² aja.cepat tidur"


Ori mendorong tubuh young ke tempat tidur


"tapi....."


"ssttt.....aku ngantuk"


"haahh...kalian ini"


Sementara itu di villa Maya.


"Maya....Maya....."


Sen mengigau memanggil² nama Maya,entah apa yang dia impikan?


"sen,ada apa?"


"Maya,aku mohon tetaplah disampingku,aku sayang sama kamu,aku pikir mimpiku selama ini cuma sebatas mimpi tapi saat aku melihatmu pertama kali aku baru tau kalau kamu benar² nyata,Maya....."


Sen berbicara sambil tertidur


"apa maksudnya?"


Maya mengerutkan keningnya


"sen apa maksudmu?"


"haahh...."

__ADS_1


Sen membuka matanya berat


"Maya,maafkan aku karena datang terlambat, seharusnya saat pertama kali aku bermimpi tentangmu aku mencari dirimu,aku bahkan ga ada disampingmu disaat² tersulit,maafkan aku...aku benar² sayang kamu Maya"


Sen kembali menutup matanya


"mimpi...mimpi apa sen?"


Maya semakin tidak mengerti ucapan ngawur sen.


"haahh...."


Sen kembali membuka matanya dan menatap Maya


"aku selalu bermimpi tentang kamu,entah kenapa?tapi...itu benar² seperti nyata,Maya...."


Sen menarik tangan Maya hingga membuatnya terjatuh tepat diatas tubuh sen.


"aahh...sen kamu....."


Sebelum Maya melanjutkan ucapannya bibir sen lebih dulu mendarat di bibir Maya.


Sen sangat menikmati bibir Maya dan tidak melepaskan pelukannya.


"uuummm....sen....le-lepaskan,a-aku...sesak..."


Suara Maya tidak terdengar jelas karena sen mendekap tubuh Maya sangat kuat dan sen masih mencium bibir Maya.


"haaahh....."


Maya bernafas lega saat sen melonggarkan pelukannya.


"tetaplah disini,aku mohon"


Sen memeluk lembut tubuh Maya

__ADS_1


"sebenarnya apa yang kamu impikan sen?kenapa aku yang harus ada di mimpi kamu?dan kenapa aku ga bermimpi tentang kamu?"


Maya berbisik dalam hatinya dan tetap membiarkan sen memeluk tubuhnya.


__ADS_2