
"hallo..."
"jemput aku di bandara"
"apaaa...."
"sekarang"
"haaah....baik"
Manager Maya segera pergi ke bandara untuk menjemput Rio.
"apa sudah ada kabar dari Maya?"
"belum"
"haaiiss......Maya kamu dimana?"
"kamu tau Rio aku sudah susah payah mengatur jadwal kamu,berusaha menghubungi koneksiku agar kamu bisa tour,kamu malah membatalkan semua dengan mudah,ga menghargai kerja kerasku sama sekali"
"apa tour lebih penting dari Maya?"
"ga juga sih,tapi...."
"jalankan saja mobilnya,jangan banyak bicara.aku lelah" Rio menyandarkan kepalanya
"memangnya aku supirmu apa?" gerutu manager Maya.
"aaahhh....." Rio tiba² bangun dan berteriak
"apaaa??" manager Maya terkejut
"aku tau dimana Maya?"
"dimana?"
"jalankan saja mobilnya"
Mobil Rio melaju menyusuri jalan raya.
"sen ngapain kita kesini?" tanya ori penasaran
"villa ini sudah aku beli,aku sengaja membelinya untuk peristirahatan kita"
"beli?kapan?"
"saat aku mulai berpikir untuk hidup bersama Maya dan menghabiskan waktu bersama dia"
Sen menghentikan mobilnya tepat di villa Maya.
"kenapa parkir disini?"
"tunggulah" sen turun dari mobil dan diam cukup lama di depan pintu villa Maya.
"apa yang sen lakukan?bukannya villa itu kosong"
"tapi...." bio terdiam
"tapi apa?"
"villa ini sudah jadi hak milik Maya walaupun Rio yang membelinya"
__ADS_1
"jangan-jangan......" young serius melihat ke arah villa.
Terlihat sen mengetuk pintu.
TOK...TOK..TOK
"apa Maya ada di dalam?" ori turun dari mobil di susul yang lainnya.
Tidak lama setelah sen mengetuk pintu.
KRAAKKK......
pintu terbuka dan muncullah seseorang dari dalam.
"MAYAAA......" young,ori dan bio terkejut saat melihat siapa yang membuka pintu.
"ka-kamu.....bagaimana bisa tau kalau aku...."
Sen tersenyum yang di susul dengan air mata jatuh membasahi pipinya,sen langsung memeluk Maya.
"aku tau kamu pasti kesini"
"untunglah,insting seorang kekasih memang ga pernah salah"
"berhenti disini"
"kenapa?" manager Maya semakin bingung
"biar aku yang menyetir" Rio turun dari mobil dan mengambil alih posisi.
Rio dengan cepat menjalankan laju mobilnya.
Tanpa menjawab pertanyaan dari managernya di tetap fokus menjalankan mobilnya.
Dari kejauhan Rio melihat sen memeluk Maya.
"i-itu....." manager Maya terkejut melihat Maya
"ya"
"bagaimana kamu tau Maya disini?"
"maya ga punya tempat lagi untuk sembunyi,ini adalah tempat satu²nya untuk menenangkan pikiran,lagian Maya sedang ga punya uang dan sedang terluka"
"waahhh kamu benar² hebat" manager Maya memukul punggung Rio cukup keras
"ciiihh...apa ga bisa memukul dengan pelan?"
"aahh maaf itu refleks,aku sangat bahagia akhirnya Maya ketemu"
Manager Maya melihat Rio memandangi sen dan Maya sedang berpelukan tanpa berkedip.
"apa kamu baik² saja?"
"ya,ayo kita turun"
Rio dan manager turun dari mobil dan menghampiri mereka.
"waahh...kebetulan sekali kamu datang"
"ya,aku baru tiba dari bandara dan langsung kesini" Rio menjawab pertanyaan dari bio
__ADS_1
"Riiooo....." Maya melihat ke arah Rio dan Rio melambaikan tangannya
Sen segara melepaskan pelukannya dan Maya langsung berlari kecil menghampiri Rio lalu memeluknya.
"apa kamu baik² saja?"
"heemmm..." Maya mengangguk
"apa kamu ga akan memelukku?" manager Maya merajuk karena merasa tidak dianggap kehadirannya oleh Maya
"tentu saja belum,sini peluk aku" Maya membuka lebar kedua tangannya
"aku sangat merindukanmu"
"aku juga Maya,maaf jika selama ini aku menghilang bahkan aku ga ada disisi kamu saat kamu terluka"
"aku baik² saja"
"karena hari ini kita sudah berkumpul bagaimana jika kita pesta barbeque?" ajak rio
"siiippp....." young bersemangat
"aku dan Maya akan belanja,kalian selesaikan persiapannya.ok..."
"baiklah"
Maya dan managernya pergi untuk berbelanja.
"sebenarnya aku ga bisa memungkiri bahwa aku benci sama kamu,apalagi saat tau Maya terluka karena dirimu,mau lebih mementingkan nyawamu dibanding nyawanya sendiri,haaahhh....aku sangat iri padamu,selama ini aku berusaha merebut hati Maya dengan melakukan banyak hal tapi entah apa yang Maya lihat darimu hingga dia menjatuhkan hatinya padamu"
"mungkin kamu harus jadi boyband agar Maya bisa menyukaimu"
"young..." sen melirik ke arah young yang bicara sembarangan
"apa....?apa aku salah bicara lagi?"
"cinta itu bukan untuk di paksakan,biarkan hati yang memilih.aku yakin kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik"
"yuuppzz....bagaimana dengan kariermu?apa kamu juga sudah tau kenapa Maya menjauhi kamu?"
"ya....kamu benar tentang managerku dan aku memutuskan untuk keluar dari boyband ku,aku sudah putuskan untuk selalu bersama Maya.semoga kamu ga keberatan"
"aku ga yakin soal itu,kamu keluar dari BOY'S X?"
"ya..."
"lalu kenapa mereka masih ikut denganmu?"
"karena kami ga bisa hidup di bawah didikan manager yang terlalu terobsesi yang ga punya perasaan dan menganggap kami hanya robot penghasil uang,jadi kami putuskan untuk ikut sen" bio berusaha menjelaskan pada Rio.
"lalu bagaiman kamu bisa menghidupi maya dan teman²mu?"
"akan aku pikirkan nanti"
Dua jam kemudian Maya dan managernya kembali.
"haayy.....bagaimana apa semua sudah siap?" Maya membawa beberapa kantong belanjaan
"tentu saja,ayo kita mulai" ajak Rio.
Kebersamaan kali ini berbeda dari sebelumnya karena adanya Rio diantara mereka
__ADS_1