
Sen mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Rio.
Terdengar nada sambung pribadi dari nomor Rio dan tidak lama kemudian.
"halloo...." suara Rio
"selamat malam,maaf apa benar ini Rio?"
"ya,kamu siapa?"
"maaf,aku mau bertanya soal Maya, kalau boleh tau dimana Maya sekarang?"
"oh,kamu wartawan?maaf aku ga tau dimana Maya" Rio menutup teleponnya
"huuuhh.....siapa yang wartawan?" sen melempar ponselnya ke atas kasur
"Kenapa Rio langsung menutup teleponnya?ada hubungan apa mereka?" sen berpikir keras
Sen menghampiri bio yang sedang bermain ponsel.
"bio"
"heemmm" bio menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel
"apakah rio memang ada hubungan sama Maya?"
"kenapa bertanya begitu?yang gosip katakan soal hubungan mereka berdua bisa saja cuma sebatas gosip belum tentu kebenarannya"
"aku rasa pencarian Maya Sampai disini saja" sen menyerah
"kenapa?" bio langsung menyimpan ponselnya
"aku ga mau mengganggu hubungan mereka"
"ga bisa gitu dong sen,kita harus cari tau dulu bener apa ga nya"
"lupakan saja,aku lelah.aku harap mimpi² itu juga pergi dan aku akan menjalani hidup normal ku kembali"
Bio terdiam.
"sen ikut aku" manager yang sedari tadi mendengar percakapan mereka
Sen pun mengikuti managernya.
"Nih....." manager memberikan selembar kertas
"apa ini?"
"liat saja"
Sen membuka kertasnya
"alamat siapa ini?" sen masih belum mengerti
"itu adalah alamat maya,sayangnya aku ga bisa mendapat nomornya"
__ADS_1
"dapat darimana?"
"aku ketemu sama managernya Maya,awalnya dia sangat tertutup soal Maya hanya cerita sebagian tapi saat bertemu lagi aku mencoba memastikan dia sampai dia memberikan alamat maya" manager membuka pintu hendak pergi
"oh ya,soal Rio mereka ga ada hubungan apa² kalau Rio mungkin punya perasaan sama Maya sayangnya Maya terlalu dingin mungkin dia hanya menganggap Rio teman"
Sen masih ternganga,seakan tidak percaya bahwa managernya diam² sangat membantu.
"seharusnya liburan kita sudah berakhir,haaahh.....aku kasih kamu waktu seminggu"
"seminggu....?"
"kalau ga mau ya sudah,kita kembali besok"
"aahh baiklah, terimakasih managerku sayang..." sen memeluk managernya
"sudah sana pergi,aku masih banyak kerjaan,aku harus undur jadwal konser kalian.setelah ini kalian harus kerja full"
"siaaapp.....aku harus siap² dulu"
"aku sudah sewa villa yang ga jauh dari villa maya,aku akan hubungi pemilik villa, keperluan kamu juga sudah aku siapkan di mobil putih"
"aku ga tau bagaimana jadinya kalau ga ada kamu" sen masih memeluk managernya
"kapan² kami juga akan kesana buat mastiin secepat apa pergerakan kamu mendekati Maya,jadi kamu harus bisa mendapatkan hatinya Maya sebelum kita datang, mengerti....."
"haahh....iya"
Sen menyiapkan beberapa baju dibantu teman²nya.
"jangan lupa kasih kabar ya" young merasa khawatir
"kenapa kita ga ikut saja?" bio merengek
"haiiss.....kalau kita ikut nanti Maya bingung,lagian ini kan urusan mereka biarkan mereka berdua yang selesaikan" ori memukul punggung bio
Selesai berkemas mereka mengantar sen sampai mobil dan memasukan barang² sen ke dalam mobil.
"ternyata sen ku cepat sekali besar,berat sekali untuk berpisah dari kamu sen" Young memalingkan wajahnya dan menangis dipundak managernya.
"apaan nih,orang cuma seminggu lagian aku yakin besok kalian pasti nyusul,pake drama segala" sen memukul pundak young
"ya kan biar dramatis sen,kamu gimana sih" young nyengir
"hati² sen,kabari kami jika sudah sampai"
"baik manager, terimakasih untuk semuanya" sen memegang tangan managernya
Mobil sen melaju meninggalkan villa BOY'S X.
Selama di perjalanan sen terus memikirkan maya dan memikirkan rencana untuk mendekati Maya.
Kriiinng.....
"young,ada apa?"
__ADS_1
"kamu kangen ga sama aku?"
"kangen apanya?aku baru meninggalkan villa satu jam yang lalu,ini aja masih di jalan"
"ya kali aja kamu kangen ga ketemu aku"
"aku lagi nyetir young,nanti aku telepon kamu lagi ya"
"ya baiklah,hati² ya sen"
Sen tersenyum, memiliki teman seperti mereka mungkin lebih dari cukup,sen hanya perlu memastikan kenapa dia selalu bermimpi tentang Maya dan ada apa sebenarnya.
Menjelang sore,sen sampai di villa dan sudah ditunggu pemilik villa.
Setelah serah terima kunci villa sen membereskan barang²nya dan mandi lalu menyiapkan untuk makan malamnya.
Setelah makan malam,sen duduk di teras rumahnya sambil menikmati secangkir minuman hangat.
"sepi sekali" sen melihat sekeliling villa.
"aahh aku lupa kasih kabar"
Sen bergegas video call teman²nya.
"seeennn......." teriak young heboh
"aaaww......young......" Bio menutup telinganya
"bagaimana disana sen?sudah makan?" tanya ori
"ya,aku baru selesai kemas barang.disini sepi sekali"
"aha.....kamu pasti kangen kan pada kami?"
"ya.....aku kangen young ku yang loading,hahaha......"
"jahat banget sih sen"
"semangat ya sen,dekati pelan² saja,aku pikir Maya itu orangnya acuh wanita seperti itu suka sama laki² cuek jadi kamu jangan terlalu murahan tapi jangan lupa juga perhatian sama dia,disaat seperti ini dia pasti butuh teman" ori menasehati
"jadi aku harus cuek atau perhatian?yang jelas dong?"
"ya cuek tapi perhatian saja sen"
"haaahh.....ga jelas,ya sudah aku mau istirahat dulu"
Sen menutup teleponnya.
Tiba² sen melihat Maya keluar dan berdiri didepan pintu.
"jadi itu villa Maya?"
Villa Maya tidak jauh dari villa sen hanya terhalang satu villa dari seberang villa sen.jadi sen bisa dengan jelas melihat Maya.
Sen memperlihatkan maya yang masih melamun.rasanya sen ingin mendekati maya tapi sen tidak punya alasan yang jelas.
__ADS_1