Mengejar Cinta Dalam Mimpi

Mengejar Cinta Dalam Mimpi
Menjaga Maya


__ADS_3

Setelah semua pergi dan hanya tinggal Maya dan sen.


"apa masih ada yang sakit?"


"ga,hanya ini aja kok"


"aku buatkan minuman hangat ya"


Maya pergi ke dapur dan membuatkan minuman untuk sen.


"minumlah selagi hangat"


"makasih"


"aku yang harusnya berterima kasih.makasih ya sen kalau ga ada kamu aku ga tau akan seperti apa jadinya,aku bahkan ga bisa membayangkannya"


Maya tertunduk


Tangan sen terangkat perlahan ingin meraih rambut Maya tapi selalu diurungkan.


Maya meneteskan air matanya.


"semua sudah berlalu,kamu tenang saja ada kami disini,jika ada apa² panggil kami"


"bagaimana kamu bisa tau aku dalam bahaya?"


Maya tiba² mengangkat kepala


"aah i-itu...aku ga sengaja terbangun dan mengambil minuman lalu aku lihat seseorang mengendap² dan sangat mencurigakan jadi aku putuskan untuk melihat dari dekat,ternyata memang orang yang mau berniat jahat sama kamu"


"Maya"


"ya"


"apa kamu punya musuh atau orang yang membenci kamu?"


"entahlah"


"aku rasa gosip kamu yang beredar dan foto² itu semua rekayasa dan editan seseorang yang iri sama kamu"


"kenapa kamu berpikir seperti itu sen?"


"semua terlihat ga masuk akal aja"

__ADS_1


Maya terdiam sejenak


"aku rasa aku ga punya musuh,selama ini aku selalu berusaha hidup seperti orang lain bahkan aku ga mau orang berpikir aku sombong,tapi ya.....pasti ada saja kan orang² yang benci tanpa sebab"


"sen"


"heemm"


"sebenarnya aku lelah,aku berusaha sembunyi dari wartawan dan orang² makanya aku memutuskan untuk berhenti dan tinggal disini jauh dari orang² walaupun sesungguhnya bernyanyi adalah mimpiku.jujur....aku sebenarnya takut,aku takut menghadapi semua sendirian,aku ga bisa terus menerima hujatan dan gosip² murahan yang mereka buat,aku takut sen....."


Tangis Maya semakin kencang dan tiba² langsung memeluk sen menangis sepuasnya dipelukan sen.


Sen yang masih kaget karena pelukan tiba² dari Maya hanya diam bisa mematung lalu mengangkat tangannya dan memeluk balik Maya juga membelai rambut Maya.


"aku takut sen...."


Maya terisak.malam ini Maya membuka topengnya dihadapan sen,selama ini Maya berusaha acuh pada semua gosip mengenai dirinya,Maya berusaha lari dari kenyataan,maya selalu berusaha tegar dan selalu tersenyum,menyembunyikan ketakutannya dari semua orang,Maya yang selalu cuek dan tertutup akhirnya pasrah pada laki² yang satu ini (sen),Maya merasa nyaman saat menangis dipelukan sen Maya juga merasa tenang saat sen memeluknya balik.


"jadi inilah kebenaran mimpiku,inilah dirimu yang sesungguhnya Maya,selama ini aku mengira mimpiku cuma sebatas mimpi dan aku hampir saja meninggalkan mimpiku mencoba untuk melupakan kamu yang selalu hadir dalam mimpiku.maafkan aku Maya...mungkin aku sudah terlambat untuk selalu ada di samping kamu disaat² kamu terpuruk.kamu adalah wanita yang hebat Maya"


Sen berbicara dalam hati dan ikut menitikan air mata.


Cukup lama Maya menangis dipelukan sen,sen merasakan detak jantungnya berdegup kencang.


Maya tersadar,dengan cepat melepaskan pelukannya dari sen dan menjauh.


"ga apa² Maya,aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan,semua memang butuh perjuangan dan pengorbanan.kami juga dulu sebelum seperti sekarang selalu mendapatkan hujatan dan lagu kami ga laku di pasaran,kami berusaha memperbaiki cara dance,suara dan lagu kami.kami hampir putus asa dan ingin membubarkan BOY'S X,kami juga pernah menangis saat orang² bilang kami boys band yang Cemen,banyak yang ga suka sama kami berempat,tapi kami berusaha bertahan dan mengurungkan niat kami untuk bubar,kamu tau Maya?kami juga selalu cedera saat konser,kami juga pernah kehilangan suara kami,kami juga selalu kelelahan setelah selesai konser,kamu bisa bayangkan kami harus nyanyi dan dance dalam waktu bersamaan,kami pernah sakit tapi harus tetap konser,bahkan kami juga pernah hampir pingsan karena lelah dan sakit,kami juga pernah mendapat ancaman manager menyuruh kami lapor polisi tapi ga kami lakukan karena aku ga ingin memenjarakan orang yang ga bersalah.kami ingin merubah orang yang membenci kami jadi cinta"


"benarkah seperti itu?"


"tentu saja,jadi aku harap kamu ga sembunyi lagi,apapun yang telah terjadi maka sudah selayaknya kamu memperbaikinya"


Sen memegang tangan Maya dan menatap matanya.


"kenapa jantungku berdebar gini?"


Bisik Maya


"pergilah,beristirahat.aku tidur bisa tidur di sofa"


"baiklah"


Maya beranjak menuju kamarnya.tapi tiba² berbalik

__ADS_1


"eemmm.....sen....."


"heeemmm...."


"bisakah kamu tidur di kamar bersamaku?aku masih ada kasur cadangan yang selalu dipakai managerku"


"tapi...."


"aku hanya masih trauma tidur sendirian,ga apa² jika kamu keberatan"


"aahh...baiklah,sebentar lagi aku nyusul ya.aku mau habiskan minuman ini dulu"


"baiklah,aku masuk duluan ya"


Maya masuk ke kamar,sementara sen masih berpikir bahwa ini mimpi.


Sen cepat² menghabiskan minumannya dan berjalan menuju kamar.


Maya sudah menyiapkan kasur untuk sen di bawah tempat tidurnya.


Sen mencoba menghampiri tempat tidur yang sudah disiapkan Maya,sen melirik ke arah Maya yang sudah terpejam lalu memandangi wajah maya.


"aku masih punya waktu dua hari untuk menemani kamu Maya,setelah waktuku berakhir mungkin akan lama lagi aku kesini,masih banyak konser yang harus aku selesaikan.haaahh......bagaimana ini?aku sangat khawatir"


Sen tidak bisa mengalihkan pandangannya.


"sen..."


Sen langsung tersadar dan cepat² berbaring di tempat tidurnya.


"ada apa?"


"ga ada,aku hanya berpikir jika kami ga ada apa yang akan kamu lakukan?jangan sendirian Maya karena akan sangat berbahaya.aku ga mau kejadian tadi terulang"


"apa kamu mengkhawatirkan aku sen?"


"aahh,i-itu....maksudku kamu kan perempuan jadi jangan sampai membuat orang jadi berpikir jahat"


"aku tau sen.selamat tidur...."


Maya menutup matanya


Dan pandangan sen menerawang,dia memandang bintang dari jendela kamar maya

__ADS_1


__ADS_2