Mengejar Cinta Dalam Mimpi

Mengejar Cinta Dalam Mimpi
Kesulitan maya


__ADS_3

"taxinya sudah di depan,aku harus pergi sekarang,makasih untuk minum²nya"


"kenapa kamu ga minta aku untuk mengantar,paling tidak aku tau dimana kamu tinggal"


"nanti aku kasih tau"


"sejak kapan kamu main rahasia sama aku?"


"sejak sekarang,jadi tolong ya tuan Rio yang terhormat jangan pernah cerewet lagi"


Rio mengantar dan membawa koper Maya sampai taxi.


"jaga diri baik²,cepat² hubungi aku jika ada apa²,jangan lupa aktifkan GPS ponsel kamu"


Rio menceramahi Maya dari jendela taxi


"siaaapp pak boss.....aku pergi sekarang ya,tolong jaga managerku dengan baik"


Maya melirik managernya yang sudah barkaca².


"ya,bye...."


Mobil Maya melaju meninggalkan Rio dan managernya.


Setelah taxi pergi Rio bergegas lari menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah.


"mau kemana?"


Manager masih bingung melihat tingkah Rio.


"cepat naik"


Tanpa pikir panjang lagi manager naik ke dalam mobil.


Mobil Rio melaju dengan cepat lalu melambat setelah melihat taxi yang Maya naiki berada tepat di depannya.


Dalam hati Maya

__ADS_1


"apa yang harus aku lakukan sekarang?aku bahkan ga punya apa²,tabunganku sudah hampir habis,aku juga ga bisa terus menerus membebani Rio,aku ga bisa terus bergantung padanya,sesulit itukah hidupku?haaahh....sen,seandainya kamu tau betapa aku sangat membutuhkanmu,aku ingin kamu berada di sisiku sekarang,tapi....aku sudah terlanjur janji sama managermu untuk pergi menjauh darimu,sen...bolehkan aku menangis di pelukanmu?aku hanya ingin meluapkan kepedihanku karena aku ga tau harus gimana lagi?"


Air mata Maya tidak dapat tertahan lagi dengan cepat Maya menghapusnya.


Supir taxi diam² memperhatikan Maya dari spion mobilnya.


"tisyu..."


Supir taxi menyodorkan box tisyu pada Maya.


"makasih"


Maya mengelap air matanya dengan tisyu


"baru putus ya non?"


"ga pak,hanya....."


Maya tidak melanjutkan perkataannya


"tolong berhenti di depan pak"


"baik"


"maaf,pak Stanley yang mana ya?"


Tanya Maya pada beberapa orang yang sedang berdiri didepan rumah susun


"iya saya sendiri"


"saya Maya yang mau menyewa rumah susun anda"


"oh iya,saya sudah menunggu nona dari tadi.mari akan saya tunjukan"


"baik"


Maya mengikuti pemilik rumah susun ke lantai dua.

__ADS_1


"ini rumahnya,silahkan lihat² dulu.airnya karena banyak yang memakai jadi kadang suka ga jalan di jam² tertentu,tapi penghuni disini baik² jadi nona bisa cepat bersosialisasi dengan tetangga"


"ya,ini uang sewanya"


"baiklah kalau begitu,saya permisi dulu.semoga nona betah disini"


"makasih pak"


Selepas pemilik rumah pergi,Maya membuka gorden kamarnya.


"haahh..."


Maya menarik nafas dalam dan duduk disudut tempat tidur.


Rio memarkirkan mobilnya dipinggir jalan dan berjalan menyusuri gang sempit yang Maya lalui tadi.


Rio melihat Maya yang sedang duduk dari jendela sebuah kamar.


Manager Maya tidak bisa menahan air matanya saat melihat kondisi rumah Maya.


"aku ke mobil dulu"


Manager Maya melangkah meninggalkan Rio yang masih melihat Maya dari bawah.


"Maya,begitu sulitkah bagimu menerima bantuan dariku?kamu lebih memilih tinggal disini daripada di tempatku"


Rio berjalan menuju mobilnya dan melihat manager Maya yang masih menangis di dalam mobilnya.


"aku ga tau harus gimana lagi?dia begitu keras kepala.apa yang ada di pikirannya?kenapa ga bisa cerita kalau dia lagi kesulitan?"


Tangis manager Maya semakin kencang


"kita bisa mengunjungi dia besok"


"apa kamu yakin dia bisa menerima kehadiran kita apalagi dia sepertinya ga mau kita tau dia tinggal dimana?"


"aku ga tau"

__ADS_1


Rio memukul stir mobilnya.


__ADS_2