Mengejar Cinta Dalam Mimpi

Mengejar Cinta Dalam Mimpi
Ada apa dengan "Maya"?


__ADS_3

"saya permisi, terimakasih banyak untuk semuanya Bu" Maya tersenyum manis


"saya yang berterima kasih karena nona Maya mau menemani saya,semoga kita bisa bertemu lagi nona Maya"


"semoga Bu,kalau begitu saya permisi"


"hati² nona Maya"


Maya dan managernya menuju tempat parkir.


"sen kamu mau kemana?" teriak bio yang melihat sen berlari keluar dari ruang ganti.


Sen berlari mencari² Maya,dari mulai tempat duduk yang Maya duduki tadi dan pintu masuk,sen berlari cepat menuju tempat parkir berharap Maya belum pergi dari tempat itu.


Sayangnya sen terlambat,Maya dan managernya sudah pergi menuju hotel.sedangkan besok Maya harus kembali ke kota S begitupun BOY'S X yang harus kembali keta Z.


"aku ga tau kapan bisa bertemu lagi,heehh.....aku menyia²kan kesempatanku yang berharga" sen menarik nafas berat


"kenapa sen?"


"ga apa² young,hanya sedikit lelah"


"bisakah kita liburan?aku merasa kita butuh refreshing" ori merasa lelah dan tidak pernah liburan setelah di tahun bekerja keras.


"kamu benar,tapi kalian harus menyelesaikan dulu tugas kalian selama satu bulan ini,bulan depan aku akan coba atur ulang Schedule kalian,semoga saja orang² bisa mengerti.huuuhh....." manager menarik nafas panjang


"yeaaahh.....kamu denger sen kita akan liburan" ori melompat kegirangan


"kemana kita akan pergi?" bio mencoba mengingat² tempat bagus


"kota S" sen menjawab pertanyaan bio sambil memandang ke jendela


"whaattt??apa indahnya kota S?"


"bukankah kamu ingin ke pantai young?kita akan ke pantai,ke danau berwarna,dan menginap di pulau di tengah laut,bagaimana?" sen mengedipkan sebelah matanya


"that right,kita harus kesana" young menjentikkan jari tanda setuju


"masih ada 26 hari,jadi kita tetap masih harus bertenaga untuk bekerja untuk menghabiskan satu bulan ini,haahh rasanya ga sanggup lagi" sen menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya.


"manager kita terlalu professional" eluh bio


"kita harus bersyukur,karena dia manager yang jujur"


"sen apa kamu akan mencari Maya?"


"entahlah young,jika memang harus bertemu pasti akan bertemu,aku merasa dia ga pernah memimpikan aku?"


"kenapa berpikir seperti itu?"


Ori,bio dan young melihat sen dengan serius.

__ADS_1


"kalian ga tau waktu kita konser di kota A tadi dia ada disana,kursi VVIP tepatnya di depan kita"


"kamu serius?"


"benarkah?"


"apa.....?"


Ori,young dan bio serentak bangun dari duduknya bahkan bertanyapun kompak.


"aku bahkan melempar bunga tepat di pangkuannya,tapi dia sama sekali ga memperhatikan konser kita,jelas terlihat bahwa dia ga kenal aku apalagi bermimpi tentangku" sen mulai putus asa


"ga apa² sen,kamu ga sendirian" young memeluk sen dan membelai rambutnya


"young..."


"ya sen"


"aku rasa kamu tau yang laki² normal butuhkan?dan apa kamu yakin bisa memberikannya?" sen mengangkat kepalanya dan menatap young


"aahh...." young langsung melepaskan kepala sen


"hahaha...." sen tertawa lepas melihat expresi wajah young


"waahhh.....parah" young memukul² sen


"seharusnya aku ga pulang ke kota S" Maya menenggelamkan wajahnya


"tapi mereka ga berpikir seperti itu,yang mereka pikirkan hanya apa yang mereka lihat,haahhhh....aku sangat lelah,bolehkah aku mengakhiri semua ini?"


"Maya,kamu bisa mengakhirinya tapi pikirkan saat kamu berjuang untuk mendapatkan impianmu ini"


"aku ga tau sampai kapan akan bertahan?mulut mereka terlalu tajam" Maya meneteskan air mata


"bersabarlah" manager memeluk Maya


Di mimpi sen.


Sen sedang memandang wajah Maya yang tengah tertidur.sen juga membelai pipinya lembut.


Tiba² Maya terbangun dan memegang tangan sen yang sedang membelai pipinya.


Sen tersenyum pada Maya.


"sen"


"heeemmm"


"tolong jangan pergi bagaimanapun sikapku sama kamu"


"ya" sen mengangguk

__ADS_1


Sen melihat Maya meneteskan air mata,ada rasa sakit di hatinya,seakan terbakar habis.sen tidak terima jika Maya harus menderita.


"aku janji,aku akan membuatmu bahagia dan akan selalu ada disampingmu" tangan sen semakin erat memegang tangan Maya bahkan menghapus air mata Maya dengan lembut.


"terimakasih sen..."


Sen terdiam


"kenapa suara Maya berubah?" bisiknya


"cium aku sen"


Sen semakin bingung dan akhirnya membuka matanya.


"waahhh.....bio" sen melonjak kaget saat tau tangan yang dia pegang adalah tangan bio.


"hahaha...."


"untunglah kamu cepat sadar kalau ga mulut bio akan habis kamu cium.hahaha....." ori tertawa terbahak-bahak


"huuuffff....." sen menjambak rambutnya dengan kedua tangan


"kita sudah sampai sen,apa kamu masih mau tidur?"


"ya young aku akan segera turun" sen membereskan barang²nya sebelum turun dari pesawat


"aku harap sen masih normal,hahaha...." bio ga henti²nya tertawa


"aku mau dia menjalani hidupnya dengan normal,jika mimpi itu hanya akan membuatnya menderita maka aku ga bisa menerima kehadiran Maya"


Bio dan ori melihat young.karena kali ini perkataan young benar² seperti sebuah ancaman.


"a-apa maksudmu young?"


"aku ga akan setuju jika sen bertemu lagi dengan Maya jika hanya Maya akan menyakitinya,aku mau mimpi² sen bisa hilang tapi bagaimana caranya?"


"huuuh...syukurlah,aku pikir...."


"kamu pikir apa io?" young memandang heran bio dan ori


"ga ada apa² young"


"ternyata masih tetap sama ga berubah" bio memeluk pundak ori sambil tersenyum dan pergi meninggalkan young


"hey.... apa yang kalian pikirkan?" young berusaha mengejar bio dan ori.


"hahaha...." bio dan ori tertawa


"aaahh kalian...."


Sen melihat mereka di jendela pesawat.

__ADS_1


"aku sudah berusaha melupakan bahkan ga menghiraukan semua mimpi²ku tapi saat aku mengabaikannya mimpi itu justru menghampiriku,mimpi itu perlahan jadi nyata.apa yang harus aku lakukan sekarang?" sen bicara sendiri


__ADS_2