
"ini adalah tempat tinggal aku sekarang"
Sen melihat sekeliling
"rumah ini sangat murah dan lagi tetangga disini cukup baik"
"dimana Rio?"
tanya sen ketus
"dia sedang tour"
"apa dia tau kamu tinggal disini?"
"sen ini adalah keputusanku untuk tinggal disini,ga ada sangkut pautnya sama Rio,lagian selama ini aku sudah cukup merepotkan dia,aku ga mau terus²an bergantung padanya"
"paling ga dia bisa belikan kamu rumah yang layak dan...."
"cukup sen,aku siapkan dulu makanan buat kamu"
Sen menahan tangan Maya
"kamu harus istirahat,semalaman kamu kerja.soal makanan biar aku yang siapkan ya"
"tapi...."
"ayo pergi tidur"
Sen menarik tangan Maya ke kamar tidur
"istirahatlah"
Sen mencium kening Maya dan menyelimutinya Lalu meninggalkan Maya sendirian.
Maya melihat punggung sen,ada rasa bahagia yang tidak bisa maya jelaskan dengan kata².
"terimakasih tuhan karena sudah mempertemukan aku dengannya,walaupun aku tau manager sen ga akan setuju.I LOVE YOU SEN...."
Maya bergumam dan memejamkan matanya.
Selama Maya tidur sen menghubungi teman²nya dan meminta mereka untuk belanja makanan serta sembako tidak lupa sen menyuruh teman²nya membeli televisi,lemari es dan beberapa perabot rumah.
"nanti aku sharelock"
Sen menutup teleponnya
Satu setengah jam kemudian
"sen kamu dimana?apa ga ada jalan lain?jalannya terlalu sempit"
"tunggu"
Sen cepat² turun dan menemui teman²nya
"bagaimana mobil kita lewat?"
"parkir disini aja"
"apa masih jauh?"
"tolong barangnya diangkat ya"
Sen tidak menghiraukan gerutu temannya dan berjalan lebih dulu di ikuti tukang angkut.
Sen dan anggota boybandnya mulai jadi pusat perhatian para tetangga Maya,mereka saling berbisik.apalagi saat melihat banyak barang yang di angkat ke dalam rumah Maya.
"mereka siapanya Maya?kok ganteng² ya?apa Maya masuk acara reality show?"
Tetangga Maya bergosip ria
__ADS_1
"terimakasih,ini uang angkutnya"
"sama²,permisi"
Sen masih melihat beberapa tetangga berdiri di bawah dan masih bergosip.
"ini rumahnya?apa ga salah sen?"
"ssstt,jangan berisik Maya sedang tidur.lebih baik kalian bantu aku beres² dan ingat..jangan berisik aku ga mau Maya bangun"
"baiklah"
Sen,young,bio dan ori sibuk membereskan perabot rumah yang baru mereka beli.
"haahh....lelah sekali,apa ga ada AC?"young merebahkan tubuhnya di lantai
"disini bukan di basecamp,jadi kamu ga boleh banyak keinginan"
"aku mandi saja kalau begitu"
"oh ya,sebelum mandi kamu harus beli dulu peralatan mandi"
"apa??masih harus beli?"
"aku lihat Maya kehabisan sabun mandi, sekalian juga beli kondisioner dan masker wajah,maya kelihatannya sudah jarang perawatan"
"huuff...baiklah aku pergi"
Dengan gontay young pergi ke supermarket.
Sementara itu sen masih harus memasak setelah merapihkan rumah,sen pergi ke dapur untuk menyiapkan beberapa makanan.
Setengah jam kemudian.
Maya terbangun dan terkejut saat melihat BOY'S X ada di rumahnya,rasanya seperti sedang bermimpi bisa bertemu mereka lagi.mereka terlihat sibuk membantu sen menyiapkan makanan di meja makan Jepang yang baru mereka beli.
sapa bio saat melihat Maya keluar dari kamar tidur.
"ha-hay....."
Maya masih mematung tanpa berkedip sedikitpun
"mandi dulu sana,kita makan malam bersama"
"ba-baiklah"
tanpa pikir panjang Maya langsung masuk ke kamar mandi.
"haahh....menurut sekali dia?"
"kelihatannya dia sangat terkejut melihat kita"
"cepat siapkan sebelum Maya selesai mandi"
"sen,handukku dimana ya?" teriak maya.
Maya masih bingung saat melihat kamar mandinya penuh dengan perawatan tubuh serta handuk² baru yang berjejer.
"pakai saja handuk yang warna pink,yang lainnya punya kita,handuknya masih bersih kok" jawab sen setengah teriak
"oohh.....(punya kita?apa itu maksudnya?)" gumam Maya.
Maya melanjutkan mandinya walaupun masih bingung karena kini kamar mandinya jadi kamar mandi BOY'S X juga.
Selesai mandi Maya baru sadar rumahnya kini lebih sempit oleh perabotan yang baru.maya melihat ada lemari es,televisi,meja makan Jepang,permadani serta berbagai macam lukisan dinding yang sudah rapih dan berada di tempatnya.
"ini semua....?"
"kita yang rapihkan,apa terlihat bagus?mungkin kita harus alih profesi jadi desain interior" young berkacak pinggang
__ADS_1
"maksudku,ini kalian yang beli?"
"oh itu,iya kita yang beli tapi pakai tabungan sen"
"tabungan sen?" Maya melihat ke arah sen yang sedang mencuci buah.
"eehh sudahlah,ayo makan dulu aku lapar" ori mengalihkan pembicaraan
"ayo makan tuan putri"
Sen menarik tangan Maya menuju meja makan yang sudah tersaji makanan.
"ini semua siapa yang memasak?"
Bio mengangkat alis dan memonyongkan bibirnya ke arah sen yang masih memegang tangan maya
"seperti pesan dari restoran saja,mewah banget"
"ini masakan spesial dari sen buat kamu"
"kamu harus coba,dijamin pasti enak banget"
"sen ini chief of the world loh,dia idaman setiap wanita.udah ganteng,badan proporsional,terkenal lagi"
"masa sih?"
"sampai kapan kamu akan pegang tangan Maya?"
"aaahh,maaf....ayo kita makan" sen segera melepaskan pegangan tangannya dan mengajak Maya duduk
"selamat makan"
Selesai makan young,sen,bio,ori dan Maya membereskan meja makan dan mencuci piring.
"aku harus berangkat kerja"
"apa ga bisa libur?" bio merasa cemas melihat Maya bekerja yang hanya beristirahat tiga jam
"aku masih masa training jadi harus kerja,ga bisa bolos"
"padahal kita bisa membeli mini market itu"
Young bergumam dan disusul pukulan di kepala young oleh ori.
"kita antar ya"
"ga usah,kalian istirahatlah.aku siap² dulu"
Tidak lama kemudian Maya keluar dengan seragam kerjanya.
"aku berangkat ya,kalian baik²lah.bye...."
Young,ori dan bio melihat ke arah sen
"iya,aku ngerti"
Sen menyusul langkah Maya dari belakang
"sen mau kemana?"
"aku harus antar kamu"
"ga usah,aku bisa sendiri kok"
"aku mohon Maya,aku ga mau terjadi apa²"
"baiklah,tapi hanya mengantar ya.setelah itu kamu harus kembali"
"iya"
__ADS_1