
"aku sudah sampai,kamu kembalilah dan beristirahat"
"kamu yakin?"
"ya,aku sudah biasa sen kamu jangan khawatir ya" Maya meyakinkan sen dengan memegang tangannya
"baiklah,kamu hati²"
Maya mengangguk cepat.kemudian sen mencium kening Maya.
"bye..."
Maya beranjak pergi meninggalkan sen yang masih berdiri melihat Maya masuk ke dalam mini market.
"akhirnya kamu datang juga"
"maaf aku sedikit terlambat"
"malam ini aku sudah ada janji tau ga,aku pikir kamu ga masuk" Jesi merajuk
"baiklah,maafkan aku tuan putri" Maya mencubit pipi Jesi
"kamu tau ga dia itu ganteng banget loh,dia itu cowok paling cool,aahh bahagia sekali akhirnya dia mau jalan sama aku.tapi maaf... kayanya aku ga bisa ngenalin dia sama kamu,abis kamu itu cantik kamu juga jomblo jadi aku ga mau dia jatuh hati sama kamu.maaf ya....tapi dia itu benaran cakep banget.ya sebandinglah sama cowok² boyband BOY'S X itu loh,aahh kamu pasti ga tau ya BOY'S X?orang² sini juga banyak yang ga kenal mereka termasuk para orang tua"
"heemm,kenapa kamu masih disini?cepat pergi sana ga takut apa dia di gaet cewek lain"
"iihh kamu ngeselin deh,aku kan lagi curhat"
"curhatnya nanti aja,sekarang kamu pergi temuin dia dulu jangan biarkan dia nunggu lama,sana pergi huuss......" Maya mengantar Jesi sampai pintu keluar
"MAYAAAA....." teriak Jesi kesal karena di usir Maya
"bye sayang,hati² ya mcuuuaahhh....." Maya melambaikan tangan kepada Jesi sambil tersenyum lalu menutup pintu masuk.
Sementara itu tanpa sepengetahuan Maya sen bukannya pulang malah masuk ke sebuah kedai kopi yang berada di seberang mini market dan memang buka 24 jam.
Setelah memesan kopi latte sen duduk di table paling depan pojok kanan agar sen bisa melihat Maya dengan jelas.pandangan sen tidak terlepas dari Maya hingga membuat seorang waiters penasaran dan menghampiri.
"apa dia pacarmu?"
"haah apa?" sen langsung melihat ke arah sumber suara
"dia itu pasti baru ya?"
"heemmm"
__ADS_1
"kamu memang harus menjaganya,karena sebenarnya tempat ini cukup rawan,makanya ga banyak karyawan perempuan yang kerja lembur malam"
"ma-maksud kamu?" sen mulai ga nyaman sama apa yang waiters katakan.
"ya maksudku di kota ini sudah sering terjadi kejahatan,seharusnya mini market itu pakai jasa keamanan" si waiters ikut memperhatikan Maya
"waahhh......" tiba² si waiters melotot ke arah sen sambil menunjuk
"a-apa?" sen terkejut sekaligus takut lihat expresi si waiters
"ka-kamu...." mata waiters semakin melotot ke arah sen
"apaaa.....?" sen semakin takut bahkan mulai bangkit dari duduknya
"kamu....bukannya sen BOY'S X?"
"aahhh....kamu membuatku takut saja,aku pikir ada apa?haaahh...." sen mengusap dadanya dan duduk kembali
"kamu beneran BOY'S X?" si waiters berteriak membuat orang² di dalam kedai melihat ke arah mereka berdua
"ssttttt......" sen menutup mulut si waiters
"aahh maaf...." waiters mulai memelankan suara
"aku sengaja memakai sweater dan topi ini,aku ga mau kerepotan sama orang² yang mengenaliku"
"bisakah aku fokus sama cewekku?karena aku ga mau kehilangan jejaknya sama sekali" sen tersenyum sinis dan berharap si waiters cepat pergi tidak menggangu konsentrasi sen.
"baik,eehhh...bisakah aku minta tanda tangan dan Selfi?aku mohon...."
"haaahh....baiklah"
Setelah Selfi dan memberi tanda tangan akhirnya sen bisa berkonsentrasi kembali.
Menjelang tengah malam.
Tiba² mata sen tertuju pada dua orang lelaki yang memakai jaket kulit hitam,perasaan sen mulai tidak beraturan ada rasa curiga,takut dan sebagainya.dengan cermat sen memperhatikan gerak gerik dua lelaki tersebut dan ternyata memang benar kecurigaan sen.setelah mereka masuk ke dalam mini market salah satu dari mereka menodongkan pistol ke arah Maya satunya lagi melihat sekitar mini market.dengan cepat sen bangkit dari duduknya dan menghampiri waiters yang tadi meminta tanda tangan sen.
"tolong segera telepon polisi"
si waiters hanya bengong melihat sen yang terus berlari keluar kedai menuju mini market,setelah melihat apa yang terjadi di seberang si waiters cepat² menelepon polisi.
"ya ampun terjadi lagi" ucap si waiters khawatir.
Sen cepat² masuk ke dalam mini market tapi sayangnya sebelum sen bertindak,sen sudah ditodong pistol oleh si penjahat yang berada di belakangnya.
__ADS_1
"se-sen...." Maya terkejut melihat sen yang tiba² datang
"oohh,sudah saling kenal kalian?mau jadi pahlawan kamu haahh?" bentak si penjahat semakin mendekatkan pistolnya ke wajah sen
"cepat masukan semua uangnya" bentak si penjahat yang berada disebelah Maya dengan pistol yang masih mengarah ke arah Maya.
"ngomong² cantik juga kamu ya" si penjahat menelan ludah dan menjilat bibirnya.
Melihat kelakuan kotor si penjahat kepada Maya membuat sen semakin tidak bisa menahan emosi lagi dan dengan cepat merampas pistol si penjahat yang berada di belakangnya dan memukul keras di kepala hingga membuatnya pingsan.tanpa pikir panjang lagi sen menembakan peluru ke arah kaki si penjahat yang berada disebelah Maya
DOOORR.......
mendengar suara tembakan Maya langsung berteriak
"AAHHHH......" Maya langsung jongkok dan bersembunyi di balik meja kasir
Bukan cuma Maya tapi juga waiters di seberang ikut terkejut dan mondar mandir berharap polisi segera tiba.
Si penjahat meringis kesakitan.
"kurang ajar" si penjahat mencoba bangkit dan mengarahkan pistolnya ke arah sen tapi sebelum dia menembakan peluru Maya langsung berlari ke arah sen dan berdiri didepan sen.
DOOORRRR......
Peluru dengan cepat melesat ke arah Maya dan melukai tangan kiri Maya.
"MAYAAA....."teriak sen
Maya tersungkur dan sen langsung menangkap tubuh Maya.
Sen tediam melihat darah yang mengalir.
Polisi tiba di tempat kejadian,si penjahat terlihat gugup tapi sudah terlambat baginya untuk melarikan diri karena polisi dengan cepat masuk ke dalam mini market
"jangan bergerak" teriak seorang polisi dan beberapa polisi masuk ke dalam mini market,salah satu polisi memborgol si penjahat dan Polisi lainnya segera menelepon ambulance.
"apa ada korban lagi?" tanya seorang polisi
Sen terdiam.
"semua akan baik² saja" polisi berusaha menenangkan sen
Setengah jam kemudian ambulance tiba dan segera membawa Maya ke rumah sakit.
"mari ikut saya ke kantor polisi untuk memberi kesaksian"
__ADS_1
Sen masih tetap diam dan tidak bergerak hingga polisi terpaksa menarik tangan sen dan menggandengnya ke mobil patroli.