
Pagi hari.
Maya membuka matanya dan tersadar bahwa dia tidur di dada sen yang kekar.
Maya mengangkat kepalanya dan melihat wajah sen.
Dalam hati Maya.
"saat tidur saja sudah setampan ini,pacarmu pasti sangat beruntung"
"mau berapa lama lagi melihat wajahku?"
Sen bicara tanpa membuka mata
"aahh....kamu...."
Maya terkejut karena dia pikir sen masih tertidur,nyatanya sebelum Maya bangun sen lebih dulu bangun hanya saja tidak tega membangunkan maya yang tertidur pulas dan tidak tega jika harus memindahkan kepala Maya dari dada sen.
"apa kamu sudah bangun dari tadi?"
Maya memalingkan wajahnya berusaha menutupi rasa malunya.
"ya,kamu tidur sangat pulas jadi aku ga berani membangunkanmu"
"memalukan sekali"
Maya hendak beranjak dari tempat tidur tapi dengan cepat sen menyambar tangan Maya dan menariknya
"sen...."
"apa yang terjadi semalam?"
"ga ada"
"kamu yakin?"
"ya,memangnya kamu berharap apa?pagi² sudah mikir yang ga².lepaskan aku...."
Maya meronta
"Maya"
"apa...."
Maya melototi sen
"jika aku harus kembali ke kotaku dan aku tau untuk kembali kesini pasti membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan semua konserku,bisakah kamu ga terlalu dekat dengan Rio?"
__ADS_1
"kamu biacara apa sen?lepaskan aku...."
Maya masih berusaha melepaskan diri
"haaahh...aku sangat khawatir Rio tinggal bersama kamu"
"aku sama Rio cuma teman dan dia adalah orang yang selalu ada saat aku butuhkan"
"ya kamu benar,Rio adalah laki² yang selalu menemani kamu bahkan selalu ada disaat2 tersulitmux
Sen melepaskan pelukannya
"aahh.... akhirnya"
Maya yang sudah lepas dari pelukan sen langsung mengangkat tubuhnya dan duduk.
"maaf,aku mungkin terlalu banyak minum semalam jadi berpikir berlebihan"
Sen bangun dari tidurnya dan beranjak dari tempat tidur
"sen...."
"heemmm..."
"apa yang kamu impikan tentang aku?"
"haaahh.....i-itu,mimpi....apa maksudmu?"
"kamu salah dengar,lagian untuk apa percaya sama omongan orang mabuk?"
"sen..."
Maya menahan langkah sen dengan memegang tangannya.
"coba lihat aku dan ulangi lagi apa yang kamu katakan semalam padaku"
"a-aku...bi-bicara apa?sudahlah..."
"sen...."
Maya mendekati sen dan menatap mata sen dalam².
"jangan melihatku seperti itu,seperti sedang interogasi saja"
"kalau begitu lihat aku dan katakan sekali lagi isi hatimu"
Sen terdiam lalu mencium bibir Maya dengan lembut.tangan sen mengelus lembut pipi Maya.
__ADS_1
"ini adalah jawaban dari pertanyaanmu"
Sen pergi meninggalkan Maya yang masih terkesima.
"hey...kamu sudah menciumku dua kali,kamu keterlaluan sekali"
Maya berteriak dan melempar sen dengan bantal.
Sen memutar arah dan menghampiri maya
"Baiklah,lalu kamu mau apa?apa mau ambil kembali bekas bibir kamu?silahkan...."
Sen memonyongkan bibirnya
"iiihhh....kamu...."
Maya memukul dada sen dan sen langsung membalas dengan memeluknya.
"maaf...."
"heemmm...."
"Maya"
"ya..."
"besok aku harus kembali,aku......"
"sstt....jangan banyak bicara,aku sudah tau itu"
Maya menaruh telunjuknya di bibir sen.
"makasih sen,sebelumnya aku merasa kesepian,aku mengacuhkan orang² disekitarku,tapi setelah kalian datang aku mulai bisa membuka hatiku untuk melihat dunia,aku bisa tertawa dan aku bahagia bisa mengenal kalian dan......"
Sen kembali mencium bibir Maya,kali ini Maya meresponnya.bibir sen menelusuri leher maya sementara Maya menggigit bibirnya.
"eeemm....."
"apa mereka belum bangun?"
Young melihat villa Maya dari jendela
"kalaupun sudah bangun juga mereka ga mungkin langsung membuka pintu,masih harus beres² kamar dan mandi young"
Bio menjawab
"kita kan masih harus sarapan,aku lapar"
__ADS_1
"sudahlah,kita pesan saja.kamu mau makan apa?"
Ori memesan makanan dari aplikasi di ponselnya