
Di luar kamar Vera
"Kenapa Vera semalam tidur di kamar Kakak" Arian bertanya pada Arya wajahnya berapi-api
"Kenapa? Kau cemburu?" Arya berbalik tanya membuat Arian tersentak mendengarnya
"Tidak!" Langsung membuang muka "Mana mungkin, kenapa aku harus cemburu? Dia kan adik ku?"
"Benarkah!" Melihat wajah Arian merona malu, Arya tersenyum sinis menghina. "Ku dengar semalam kau mencarinya. Itu berarti janji mu sudah di langgar."
"Waktu itu malam sudah larut, tapi dia belum pulang dan aku sangat khawatir. Jadi apa masalahnya jika aku mencarinya Kak?"
"Cih! Kakak yang sangat penyayang sekali pada adiknya." Arya membuang muka "Susah payah mencarinya padahal dia tertidur lelap di kamar ku. Seolah lupa dengan dunia nya."
Entah apa yang di pikirkan Arya, dia sengaja mengatakannya dengan penuh kemenangan. Memancing, tiba-tiba Arian meraih kerah baju Arya tanpa sadar, dia terkena umpannya.
"Berhentilah kau menindas Ve, dia adik mu?" Rasanya Arian sudah mencakar wajah Arya dengan matanya, karena terlalu emosi
"Harus berapa kali aku mengatakannya, dia memang adik mu. Tapi dia bukan adik ku." Ujar Arya santai, meski kerah baju nya masih di cengkramnya. Sedikitpun tidak ada rasa ketakutan terlihat di wajahnya.
Membuat Arian menurunkan tangannya, karena jengah setelah mendengar alasannya.
"Kak! Bisakah kau memberikan ku alasan yang jelas." Suaranya merendah "Aku terlalu bosan mendengar alasan yang sama."
"Kalau begitu, kelak kau tidak perlu mencampuri lagi urusan ku." Arya mengancam
Cklekkk Suara pintu kamar Vera terbuka. Membuat kedua kakak beradik itu menoleh bersamaan.
"Apa yang kalian lakukan di depan kamar ku ?Menunggu ku ya?'' Vera bertanya sambil melihat wajah manusia di depannya bergantian.
Sementara Arian, melihat Vera muncul dia langsung mendekat lalu meraih tubuhnya, mendekapnya sebentar. Melepas kekhawatiran.
"Vee, dari mana saja kamu tadi malam. Apa kamu tau. Kakak menelpon mu berkali-kali dan Kakak mencari mu kemana-mana. Kakak khawatir banget sama kamu sayang."
"Cih!" Arya menyeringai
"Maaf kemarin aku lupa menelepon Kakak, kalau aku sudah mendapatkan pekerjaan."
"Pekerjaan apa?" Arian penasaran
"Pelayan di kafe hehe" Vera nyengir
"Sungguh ! Kamu gak berbohong kan?" Vera menggeleng
__ADS_1
"Lagian, untuk apa aku berbohong?" Cletak! Sebuah sentilan mendarat mulus di keningnya lagi. "Ah sakit! Jidat ku sakit." Buru-buru mengusapnya dengan tangan.
"Kamu ini ya! Baru saja kakak memberimu kebebasan satu hari. Kamu sudah melupakan Kakak begitu. Hemm?" Arian berpura-pura marah
"Maaf Kak maaf" Langsung melingkarkan tangan di lengan Arian "Kemarin aku benar-benar lupa hehe" Nyengir tanpa dosa
"Lupa dengan dunia nya." Arya menimpali
Vera mengerutkan keningnya
"Apa itu maksudnya?"
Melihat Arya tersenyum meledek Arian menghela nafasnya panjang. Mengusir keributan yang segera tercipta.
"Artinya lain kali saat kamu mau melakukan apapun, kamu wajib beritahu Kakak satu jam sebelumnya. Mengerti?" Mode tegasnya bicara
"Iya iya, Vera ngerti kok, hehe.." Arian tersenyum
"Baiklah" ujarnya lembut "Sekarang mari kita makan, Mama sudah lama menunggu kita di meja makan."
"Siap bosss" Ucap Vera sembari melakukan hormat ala kapten. Setelahnya mereka berjalan menuju lantai bawah melupakan Arya dibelakang.
Sementara Arya
Di meja makan
"Mah! Nanti setelah pulang kuliah, Ve langsung bekerja lagi dan pasti pulang larut malam. Jadi Mama jangan khawatir lagi ya."
"Iya sayang, kamu jaga diri kamu dengan baik. Sebelum berangkat kamu harus telpon mama dan sebelum pulang juga kamu harus telpon Mama. Intinya kalau ada apa-apa kamu langsung telpon Mama." Mode tegas bicara
"Ve kamu dengar itu, kamu harus selalu memberi kabar. Biar bagaimanapun kamu itu perempuan kamu harus jaga diri baik-baik. Mengerti?" Arian menimpali.
Hanya Arya yang diam tanpa banyak bicara
"Okkkeee boss, Vera berjanji. Karena gak mau membuat semua orang khawatir lagi"
"Hemm, bagus. Adik yang baik harus menurut." Arian tersenyum sambil mengusap kepalanya.
Setelahnya, semua orang kembali menikmati makannya dengan tenang. Tidak berapa lama, Arian melihat bibir Vera, ada secuil bumbu yang menempel di ujungnya. Karena gatal, dia sentuh bibirnya, menyekanya dengan induk jari. Gadis itu langsung menoleh, matanya saling bertemu.
Dag dig dug
Di lihat Kakak sedekat ini. Kenapa jantung ku berdetak lebih cepat. Apa mungkin aku terlalu lelah karena seharian bekerja kemarin.
__ADS_1
Si Vera salah tingkah matanya masih melihat Arian wajahnya merona.
Arya melihatnya geram, sementara Aliya hanya senyum-senyum melihatnya.
"Ada apa dengan wajah mu?" Vera menoleh secepat kilat "Kenapa menjadi merah? Seperti tomat busuk." Arya berhasil mengalihkan suasana dengan kaku, yang membuat Vera serasa terbakar ditempatnya. Perasaan indah juga lenyap.
"Apa kau bilang tomat busuk? Gila!"
"Ingatlah hari ini, kau dilarang berceloteh dalam pelajaran ku."
"Kau tenang saja, hari ini aku pasti serius. Karena aku tidak mau mengerjakan pelajaran tambahan mu lagi."
"Dan jika kamu tidak serius." Aliya menimpali "Mama tidak mau memberi mu izin bekerja lagi. Mengerti?" Mode tegasnya keluar lagi.
"Dengarkan itu dengan baik. Satu kali lagi kau melakukan kesalahan. Keluarlah dari pekerjaan mu." Arya tersenyum penuh kelicikan
Sial orang ini selalu pandai memanfaatkan situas. Selalu menambahkan minyak kedalam api. Tapi lihat saja aku tidak mau kalah dari mu.
"Kau tenang saja, aku akan selalu berpegang teguh dengan kata-kata ku, aku tidak akan menyerah ya."
"Ya sudah, Kakak percaya padamu Vee" Arian yang menyemangati tangannya mengelus rambut Vera sebentar "Apa kamu mau pergi bersama Kakak ke kampus mu. Kebetulan arahnya sejalan dengan proyek baru Kakak.''
"Benar sayang" Aliya menimpali " Sementara ini daripada kamu naik angkot. Lebih baik kamu berangkat bersama saja dengan Kakak mu"
Vera berpikir sejenak.
"Baiklah....! "
"Ya sudah, nanti saat waktunya kamu berangkat. Kakak tunggu kamu di mobil"
"Siaap bosss, Kakak memang selalu yang terbaik" Tersenyum
Manisnya aku ingin sekali mencium nya
Kata Arian dalam hati sambil membalas dengan senyuman
Sementara Arya hanya diam melihatnya, urat di sekitar lehernya terlihat menonjol saking menahan geram.
Sial! Kau harus membayarnya untuk ini kucing liar
Dan Aliya
Vera Mama ingin kamu segera tersadar bahwa kedua kaka mu ini sangat menyayangi mu.
__ADS_1