
"Jo kapan mau pergi berlibur bersama ku," kata Clara
"Maaf Cla aku belum bisa mengajak mu,kamu tahu sendiri kan aku sudah menikah jadi aku engga bisa bebas,"
"Sampai kapan kita seperti ini terus Jo,aku pengen berlibur sama kamu,"
"Aku benar benar sibuk sekarang Cla,aku sedang mengerjakan proyek baru,"
"Pasti jawaban mu seperti ini terus Jo, jadi kapan kamu mau bercerai sama istri mu?"
"Tunggu 5 bulan saja maka kita akan bersama," ucap Jo
"Kamu ga bohong kan," Jo mengelus tangan Clara yang putih dan lembur
"Aku janji akan menikahi mu,asal kau mau bersabar menunggu ku,"
"Ya sudah aku mau menunggu mu Jo, dan aku juga mau minta izin sama kamu,"
"Izin kemana?" Clara menarik nafasnya,ia takut Jonathan tak menyetujuinya.
"Aku mau ke Amerika selama 3 bulan untuk melanjutkan karir ku,apa boleh," Jo tersenyum melihat Clara yang menunduk takut tak di izin kan olehnya.
"Boleh!"
"Kamu serius Jo," ucap Clara senang
"Ya aku serius kalau kamu janji akan mengakhiri karir mu ini maka aku izin kan kamu untuk terakhir kalinya,"
"Aku janji Jo,setelah tiga bulan aku akan bersama mu lagi,"
"Jadi kapan kamu akan berangkat?"
"Dua hari lagi Jo,"
"Baiklah," ucap Jonathan
"Em Jo," Clara mendekati Jonathan dengan manja.
"Ada apa Clara,"
"Apa kamu ga mau melakukan dulu,"
"Tidak! cukup satu kali terakhir,aku tidak mau melakukan nya sebelum kamu jadi istri ku,"
"Apa semua ini karena pembantu itu,"
"Tidak Clara ini tidak ada hubungan nya dengan dia,"
"Sekali ini aja Jo,ayok,"
"Maaf aku tidak bisa melakukan nya,aku harus pulang dan besok aku kesini lagi," kata Jonathan lalu pergi meninggalkan Clara yang sedang kesal padanya.
"Malam tuan,ini kopinya,"
"Terimakasih,"
"Oh iya tuan,tadi ibu mu menelpon,"
"Apa katanya,"
"Ibu ingin kita menginap ke sana," seketika Jo menghentikan jari jarinya yang sedang fokus ke laptopnya.
"Ya sudah besok kita ke sana,"
__ADS_1
"Baiklah,aku tidur duluan," kata Arumi
"Enak aja langsung tidur, sini pijit pundak ku," pinta Jonathan
"Hem baiklah," ucap Arumi dengan malas.
"Kalau jadi istri tuh harus nurut jangan pemalas begini, dosa tau,"
"Ko tuan tahu dosa,bukannya lebih dosa selingkuh ya?"
"Memang nya siapa yang selingkuh? Kamu ya?"
"Siapa lagi kalau bukan kamu tuan,"
"Jangan menuduh ku,kau tahu apa tentang aku," tiba tiba Jonathan geram dan melepaskan tangan Arumi dengan kasar.
"Lepas tangan mu," ketus Jonathan
"Lah kok gitu sih, kalau memang bener ga usah marah kali,"
"Kau mau melawanku hah," lalu Jonathan mencengkram dagu Arumi dengan keras
"Sakit,"
"Kau tahu ini sakit, jaga mulutmu jika tidak mau seperti ini," lalu Jonathan melepaskan cengkraman nya.
"Kamu egois tuan," ucap Arumi
"Terserah kau saja,"
lalu Arumi pun tak banyak bicara lagi ia langsung kembali ke sofa nya lalu tertidur.
Sedangkan Jonathan masih memikirkan ucapan Arumi "Apa dia tahu hubungan ku dengan Clara,tapi dari mana dia tahu. Ah sudah lah aku tak mau memikirkan nya."
"Buat apa kau bawa banyak barang barang ini," tanya Jonathan
"Ini cemilan buat ibu,ini aku yang membuatnya,"
"Huh merepotkan sekali," lalu Jonathan meninggalkan Arumi
"Tuan mau kemana?"
"Ya ke rumah ibu,cepetan jalan,"
"Tapi ini berat tuan,tolong bantu aku dong,"
"Suruh siapa bawa barang,kamu sendiri yang bawa sana,"
"Huh menyebalkan," gerutu Arumi
Bayangkan saja harus membawa barang barang ini kebawah,ini akan membuat Arumi pegal namun ia tetap saja membawanya karena memang ingin membuat ibu mertua senang bisa mencicipi makanan buatan nya.
"Huh akhirnya bisa sampai sini juga," kata Arumi.
"Hey cepetan,kok lama sekali sih," Jonathan buru buru karena hari ini ia harus mengantar Clara ke bandara.
"Sabar dong ini kan berat," ucap Arumi dengan mengerucutkan bibir nya.
Jonathan merasa lucu yang melihat bibir Arumi seperti bebek.
"Hahaha,"
"Tuan kenapa ketawa,bantu aku naikkan ini, ini berat sekali!"
__ADS_1
"Dasar rempong,"
setelah selesai Jonathan langsung tancap gas
"Tuan pelan pelan dong nyetirnya,"
Namun Jo Jonathan tak menghiraukan nya, saat ini ia ingin secepatnya sampai.
"Arumi," Ucap Nita yang senang dengan kedatangan Arumi.
"Ibu apa kabar,"
"Ibu baik kok,ayo masuk,"
"Maaf Bu Jonathan ada urusan sebentar, nanti Jonathan kembali lagi ke sini," kata Jonathan berbohong
"Ya sudah jangan lama lama ya," ucap Nita.
"Ibu aku bawa oleh oleh buat ibu, ini buatan ku loh donatnya," lalu Arumi memberi donat pada Nita.
"Wah kamu pintar sekali membuat donatnya, ibu jadi pengen di ajarin sama kamu,"
"Hehehe ibu bisa aja,aku juga masih belajar kok bu,maafkan Arumi bu hanya bisa bikin donat,"
"Ga apa apa Arumi ibu suka sekali sama donat buatan mu," Arumi merasa senang sekali dengan ibu mertuanya.
"Kamu kemana aja sih Jo lama," ucap Clara dengan wajah kesalnya.
"Maaf tadi aku ada urusan,"
"Bentar lagi juga terbang, kenapa sih kamu bikin aku kesal terus,"
"Jangan marah dong,"
"Tau ah males,"
"Em ya udah nih nanti aku transfer uang buat beli tas branded," kata Jonathan merayu Clara yang masih kesal padanya.
"Beneran,kamu serius" lalu Jonathan menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih sayang,"
"Hem dasar wanita bisanya senyum pas di kasih uang," ucap Jonathan dalam hatinya.
"Arumi,gimana? apakah kamu sudah hamil," Arumi yang sedang mencicipi makanan tiba tiba tersedak.
"Uhuk uhuk,"
"Pelan pelan dong sayang makan nya," kemudian Nina menyodorkan minuman pada Arumi.
"Hehe maaf ibu,Arumi masih proses,"
"Em ya sudah ga apa apa yang penting kalian bahagia," ucap Nita.
"Terimakasih Bu,"
"oh iya Arumi, Nanti siang akan ada ponakan ibu ke sini,"
"Wah benarkah Bu, Bu pasti nya seru banyak saudara," kata Arumi
"Hanya satu orang saja Arumi,"
"Oh e gitu ,"
__ADS_1