Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 15


__ADS_3

"Sakit mas tolong lepaskan aku," Arumi meringis,sebelum menyalakan mobilnya Jonathan malah menyakiti Arumi.


"Kau tahu apa kesalahan mu hah,"


"Aku tidak tahu mas,ini semua juga gara gara kamu,"


"Mulai berani ya kau melawanku," dengan ketus nya


"Lalu kenapa mas kemarin meninggalkan aku,sedangkan aku ga tahu arah jalan pulang," kata Arumi


"Kau tahu ibu marah pada ku karena gara gara diri mu, kau itu selalu saja membuat masalah di keluarga aku,asal kamu tahu semenjak ada kamu di kehidupan aku semuanya menjadi kacau," Arumi terdiam menunduk mendengarkan Omelan Jonathan.


"Lalu kenapa mas mau menikah dengan ku? apa karena takut kehilangan harta," sinis nya


"Diam kau, berani nya kau berkata itu pada ku hah," Jonathan semakin emosi dengan keberanian Arumi


Plak Jonathan menamparnya.


"Ini hukuman mu karena sudah membuat ku emosi," namun Arumi terdiam ia merasakan panas dan perih di pipinya.


"Kalau begitu mari kita bercerai mas," ucap Arumi dengan bibir yang bergetar.


"Cih hahaha berani sekali kau berkata seperti itu,"


"Aku serius mas,mari kita bercerai setelah sampai rumah ibu mu, biar kamu tau rasa bagaimana rasa nya tanpa aku,"


"Dih kepedean sekali kau jadi wanita, cantik juga engga," ledeknya


"Bukan soal itu yang aku maksud mas,tapi harta mu lenyap seketika," Jonathan bagai di sambar petir dengan kata kata Arumi.


"Kenapa diam mas,apa kamu takut?" sinis nya.


"Oke kita akan bercerai setelah 6 bulan kita akan bercerai, waktu tinggal 4 bulan lagi kita akan bercerai," kata Jonathan.


"Kenapa tidak sekarang aja mas,lebih cepat lebih baik kan?"


"Tidak bisa,kau harus menurut pada ku,ingat kau punya hutang Budi pada ibu ku," Arumi yang terlihat biasa saja menanggapi ucapan Jonathan padahal hatinya begitu sakit seperti ditusuk ribuan jarum,ingin rasanya ia menumpahkan air matanya namun saat ini ia tahan,Arumi memang paling pintar berakting dan menyembunyikan perasaan nya.


Setelah pertengkaran didalam mobil,Jonathan mulai melajukan mobilnya dengan santai tanpa ada lagi perkataan yang keluar dari Arumi begitupun dengan Jonathan mereka fokus dengan pikiran nya masing masing.


"Arumi," kata Nita


"Ibu," kemudian mereka berdua saling berpelukan layaknya seorang ibu dan anak.

__ADS_1


"Kamu kemana aja nak,ibu khawatir,"


"Aku ga tahu arah jalan pulang Bu,maaf kan Arumi,"


"Kau tak perlu minta maaf sayang ini semua ulah anak ibu, ya sudah ayok masuk kamu pasti belum makan," Jonathan hanya menyaksikan ibu dan istrinya yang terlalu berlebihan menurutnya.


"Cih cuma hilang satu hari aja tingkahnya kaya ditinggal mati," gumamnya.


Begitu pun dengan Rafa ia baru saja sampai.


"Lu dari mana Raf,Arumi sudah ketemu," kata Jonathan


"Apa? kamu serius kan Jo," Jonathan melihat mata Rafa yang berbinar setelah tahu kepulangan Arumi.


"Kenapa dia begitu,perasaan baru kemarin dia saling kenal,tapi Rafa terlihat... ah sudahlah aku tak ingin memikirkannya," kata Jonathan


"Arumi," ucap Rafa,lalu ia langsung memeluk Arumi tanpa mempedulikan Tante dan juga Jonathan yang baru masuk.


Seketika Arumi diam melihat tingkah Rafa yang berlebihan.


"Mas lepas," ucap Arumi


"Arumi aku mencari mu tapi aku tidak menemukan mu, akhirnya sekarang kamu pulang juga aku sangat merindukan mu,"


"Ehem, Rafa," panggil Nita


Seketika Rafa langsung melepaskan pelukannya.


"Maaf Tan ,aku terlalu bahagia,"


"Ko Tante jadi curiga," ucapnya.


"Cih ibu baru tahu ya bahwa Arumi itu murahan,dia dengan pria mana saja selalu sebegitu," kata Jonathan dengan tatapan jijik melihat Arumi.


"Apa maksud mu mas,aku tak pernah berbuat apapun dengan pria lain,jaga mulut mu mas," ucap Arumi dengan nada bergetar.


"Arumi wanita baik baik, tak sepantasnya kau menganggap Arumi seperti itu," Rafa langsung membalas perkataan Jonathan


"Cih baik kata mu," kemudian Jonathan langsung pergi ke kamarnya tanpa mempedulikan Arumi yang masih kesal padanya.


"Anak itu benar benar membuat orang sakit hati, Arumi maafkan anak ibu ya semoga suatu saat nanti dia akan sadar,"


"Ya Bu Arumi mengerti ko," dengan senyum terpaksa Arumi menahan rasa sakit di hati nya.

__ADS_1


"Arumi kalau begitu ibu tak akan mengizinkan kamu pulang ke apartemen,kamu tinggal disini saja sama ibu,"


"Ya Bu nanti Arumi mau bilang dulu sama mas Jonathan,"


"Tidak perlu Arumi biar ibu saja yang akan memberitahunya,"


"Baik Bu kalau begitu Arumi mau ke kamar dulu," ucapnya


Rafa yang masih rindu dengan Arumi ia merelakan Arumi pergi padahal ia masih ingin memeluknya.


"Rafa sini kamu," ucap Nita


"Ada apa Tan,"


"Kenapa kamu peluk menantu Tante,"


seketika Rafa menunduk lalu ia menarik nafasnya.


"Arumi mantan Rafa Tan, Rafa sudah kenal dari kecil dengan Arumi,dulu ia kekasih ku Tan namun orang tua ku tak merestuinya karena ia dari keluarga miskin," Rafa mencoba menjelaskan nya


"Apa jadi kamu?"


"Ya Tan maaf kan aku sudah berlebihan pada menantu Tante,"


"Apa kamu masih mencintainya," Nita penasaran dengan perasaan Rafa saat ini.


"Aku tidak tau Tan," kemudian Rafa pergi meninggalkan Nita


"Astaga dunia ini memang sempit,kenapa semuanya jadi begini,Rafa pasti sakit hati," gumam nya.


"Mas," Arumi memanggil Jonathan yang sedang sibuk dengan layar laptopnya.


"Hem, tolong ganti baju mu dan cuci tubuh mu itu,"


"Apa maksud mu mas?"


"Aku tak suka dengan badan mu yang sudah ditempeli Rafa," ucapnya


"Ya sudah mas aku mandi dulu,"


"Hem," Rafa yang fokus dengan layar laptopnya namun pikiran nya masih tertuju pada Arumi dan juga Rafa,ia jadi penasaran dengan Rafa yang tiba tiba memeluk Arumi , dia saja suaminya tidak berani memeluk Arumi.


"Apa mungkin mereka punya hubungan? kalau begitu berarti Arumi sudah selingkuh dibelakang ku,aku harus memberinya pelajaran," ucapnya dengan tangan yang mengepal siap untuk memukul ke udara.

__ADS_1


__ADS_2