Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 35


__ADS_3

"Ini mas kopi." ucap Arumi pada Rafa.


"Terimakasih Arumi,"


"Sama sama mas kalau begitu aku permisi dulu." ucapnya.


"Tunggu Arumi!"


"Kenapa mas?"


"Nanti pulang sama aku ya,"


"Maaf mas aku sudah pesen ojek buat pulang."


"Oh gitu, ya sudah mungkin lain kali saja ya."


"Iya mas saya permisi dulu," kemudian Arumi kembali lagi namun saat di depan ruangan Jonathan Arumi mencoba melirik ke ruangan Jonathan. Ada rasa ingin tahu sedang apa mantan suaminya di sana.


"Tumben hari ini dia ga minta di buatkan kopi," ucapnya lalu ia kembali lagi ke bagian office girl.


"Arumi kok kamu lama sekali sih nganterin kopinya," ucap Santi


"Oh aku ngobrol dulu sama pak Rafa,"


"Eh Arumi kamu tahu ga banyak yang ga suka sama kamu."


"Memang nya kenapa dengan aku?"


"Para keryawan disini apalagi bagian sekertaris mereka tak menyukai mu Arumi, gara gara tadi siang kamu makan bersama pak Rafa."


"Masa sih kok bisa gitu, kan dari dulu juga memang suka bareng sama dia, dia itu teman aku waktu kecil." ucap nya


"Tetap saja kamu jadi bahan ledek kan, sebenarnya aku juga iri sama kamu yang bisa deket sama pak Rafa," kata Santi


"Ya sudah nanti aku kenalin,"


"Serius nih!"


"Iya dong,"


"Asyik, ga apa apa walaupun ga dapet tuan Jonathan yang penting bisa dapet pak Rafa."


"Ada ada aja kamu, Ya sudah aku mau bersihin dulu toilet!" kemudian Arumi pergi meninggalkan Santi yang masih senyum senyum sendiri.


Jonathan yang sedari tadi sibuk dengan layar laptopnya sampai ia tak menyadari bahwa tadi Arumi berdiri di depan ruangan nya, dari luar memang tak terlihat kedalam namun dari dalam bisa tembus pandang keluar. Kalau Jonathan tahu Arumi berdiri disini mungkin ia akan senang, akan tetapi pikiran nya yang kacau dengan kebohongan Clara membuat Jonathan menghabis kan waktu untuk fokus di layar laptopnya. Sejujurnya Jonathan juga sakit hati dengan perbuatan Clara lebih sakitnya lagi ia mencampakkan Arumi demi Clara.


"Kenapa aku bodoh sekali, kenapa harus begini, menyesal pun sekarang sudah tak ada guna nya bagi ku. Arumi maafkan aku yang telah menyakiti mu apakah masih ada hati untuk ku," kini Jonathan memejamkan matanya.


Hari sudah sore waktunya pulang, Arumi berjalan ke depan biasanya ia akan di jemput di sini.


"Kemana ya ojek nya ko belum dateng?"

__ADS_1


Arumi terus saja menelpon tukang ojek langganan nya namun tidak ada jawaban.


Jonathan yang melihat Arumi sendirian, ia ingin sekali mengantarnya pulang namun ia masih gengsi dengan apa yang pernah dilakukan nya pada Arumi membuat Jonathan malu pada dirinya sendiri tanpa berpikir panjang Jonathan langsung pulang dengan mobilnya melewati Arumi yang masih mematung menunggu jemputan nya.


"Itu kan mobil mas Jo, sebenarnya dia kenapa? hari ini sangat berbeda." Ucapnya.


Tiba tiba tukang ojek yang di tunggu datang juga.


"Maaf neng lama ya, Abang barusan ngojek dulu."


"Oh ya udah bang ga apa apa,"


"Maaf ya neng,"


"Iya bang ga apa apa kok kalau begitu anter aku ke super market ya bang mau belanja dulu."


"Ayo neng,"


Arumi memilih sayuran dan juga kebutuhan untuknya karena hari ini ia dapat bonus dari perusahaan.


"Arumi," sapa Nita mantan ibu mertuanya.


"Ibu? apa kabar!"


"Ibu baik Arumi, gimana kabar mu,"


"Arumi baik juga Bu,"


"Kamu sedang apa disini?"


"Rasa nya ibu kangen sama kamu Arumi, sekali kali main kerumah ibu ya." ucapnya


"Iya Bu insyaallah nanti kalau libur Arumi main kesana."


"Kalau gitu kita makan bersama di dekat restoran ini yuk! tanya nya."


"Maaf Bu Arumi harus segera pulang karena masih banyak kerjaan di rumah."


"Oh ya sudah gak apa apa Arumi lain kali saja,"


"Maaf ya bu,"


"Iya gak apa apa, kamu pulang naik apa Arumi,"


"Aku ditungguin sama tukang ojek di depan Bu,"


"Uh tadinya ibu mau pulang bareng sama kamu," ucapnya


"Yah kalau begitu ibu main saja ke rumah ku,"


"Hem sayang nya ibu harus kumpul sama temen ibu karena ada urusan."

__ADS_1


"Oh gitu ya Bu, ya sudah Arumi pulang duluan ya Bu." lalu Arumi mencium punggung tangan Nita dan pamit untuk pulang.


"Ayo bang jalan,"


Disepanjang jalan tiba tiba saja pikiran Arumi tertuju pada Jonathan yang hari ini berbeda tak seperti biasanya.


"Ah sudah lah aku tak boleh mengingatnya lagi, lagian untuk apa sih otak ku masih memikirkan dia! aku ga boleh begini harusnya aku bisa melupakan dia yang udah menyakiti ku, pernikahan ku kandas setelah 5 bulan hanya gara gara orang ketiga, tapi kenapa sekarang Jonathan masih belum menikah dengan kekasihnya? apa karena surat cerainya belum ku tandatangani tapi aku sudah memintanya pada mas Jo, ah sudah lah tak usah di pikirkan!" ucapnya dalam hati.


"Sudah sampai non,"


"Terimakasih ya bang," Arumi memberikan uang lembaran pada Abang ojek.


"Jangan lupa besok antar saya pagi pagi ya bang jangan sampai telat."


"Siap neng."


**


Walaupun sudah pulang dari kantor nya, Jonathan masih fokus di layar laptopnya membuat Nita heran dengan anaknya itu.


"Jo tumben masih kerja? tanya Nita sang ibu.


"Iya nih Bu, Jo bete aja jadi mending ngerjain ini."


"Tumben Jo, kalau gitu kapan kamu nikah sama Clara." seketika Jonathan menghentikan jari jarinya.


"Jangan bahas Clara Bu, aku ga suka."


"Loh kenapa? padahal ibu merestui kalian apalagi ada cucu ibu di sana!" ucapnya Nita tahu apa yang sedang di alami Jonathan karena ia juga dapat informasi dari Devan jadi ia hanya ingin mengetes anaknya itu.


"Aku sudah tak mencintainya lagi ibu,"


"Secepat itu kamu melupakan wanita yang bersama mu, terus gimana dong dengan bayi yang ada di perutnya."


"Sudah cukup Bu jangan bahas dia lagi, yang penting bayi di Perutnya itu bukan anak Jo,"


"Lah kok bisa? terus anak siapa memang nya dia suka main selain dengan kamu!"


"Aku bilang sudah Bu, ibu bisa ga sih ga usah bertanya lagi!" kesalnya.


"Ya ga usah marah marah gitu dong Jo, bikin ibu heran aja sama kamu."


"Terserah ibu aja lah,"


"Oh iya tadi ibu ketemu Arumi loh di super market dia bilang nanti mau main kesini!"


"Benarkah," tiba tiba bibir Jonathan tersenyum.


"Kenapa kami senyum senyum gitu Jo, bikin ibu takut aja,"


"Ga apa apa ko Bu, Jo hanya senang saja kalau dia main kesini?"

__ADS_1


"Loh ko bisa, jangan jangan kamu masih cinta lagi sama dia."


Jonathan hanya diam tak menjawab pertanyaan ibunya lagi, memang ia masih cinta namun untuk mengucapkan nya saja ia malu karena sudah menyakiti ibunya dan juga Arumi.


__ADS_2