
"Arumi Ibu harus pergi ke rumah Tante mu dulu," kata Bu Retno
"Memang nya ada apa Bu?"
"Tante mu sedang sakit, jadi Ibu mengurusi anak nya yang masih kecil,"
"Kasian sekali Tante ku Bu,"
"Ya kamu ga apa apa kan di sini sendiri,Ibu sudah siapkan makanan untuk mu nanti Ibu pulang malam kau tak perlu menunggu,"
"Ya Bu baik,hati hati dijalan Bu," ucap Arumi
Baru saja Arumi mau masuk kedalam rumah namun malah ada yang memanggilnya.
"Arumi," panggil seorang pria,kemudian Arumi berbalik.
"Mas Rafa? ada apa kesini,"
"Aku hanya ingin bertemu dengan Ibu mu saja, karena sudah lama aku tak bertemu dengan nya,"
"Em Ibu baru saja pergi ke rumah Tante,"
"Oh gitu ya udah ga apa apa, kamu sedang apa disini,"
"Aku hanya mengunjungi ibu,sudah lama aku tidak kesini,"
"Lalu dimana Jonathan?" tanya nya
"Ah mas Jo masih kerja dia sibuk,"
"Em boleh kah aku mengobrol dengan mu disini,"
"Em gimana ya mas?" Arumi menggaruk hidungnya yang tidak gatal ia bingung harus menjawab apa karena ia takut Jonathan marah padanya lagi dan takut terjadi perang cemburu.
"Tapi dia juga suka berhubungan dengan wanita,kenapa aku tak boleh bersama Rafa padahal hanya berteman saja,lebih baik aku ajak mas Rafa ngobrol aja dari pada mikirin mas Jonathan yang tak punya perasaan," ucapnya dalam hati.
"Ya udah boleh mas,mari masuk dulu nanti aku buatkan minum,"
"Terimakasih Arumi," sejak dulu Rafa memang sering main ke rumah Arumi,karena memang jarak nya tidak jauh dan ia harus berpisah dengan Arumi setelah pindah ke luar negri.
Jonathan sudah sampai dihalaman rumah Bu Retno tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk kedalam namun malah dikejutkan dengan Rafa yang sedang duduk manis dengan secangkir teh di tangan nya.
"Arumi," seketika Arumi terkejut dengan kedatangan Jonathan.
"Mas Jo,kenapa kesini?" namun Jonathan malah tersenyum sinis.
"Ternyata kau murahan juga rupanya,"
"Apa maksud mu mas,kebetulan Rafa ingin menemui ibu,"
__ADS_1
"Menemui ibu kata mu, mana ibu mu hah,"
"E em ibu ke rumah Tante mas karena sedang sakit,"
"Memang kau alasan saja,bisa bisa nya kau berduaan di sini dengan mantan mu," akan tetapi Rafa malah santai menikmati teh buatan Arumi.
"Heh bajingan! kenapa kau di sini hah berani beraninya kau dekat dengan istri ku,"
"Kenapa memangnya," jawab Rafa dengan santainya.
Jonathan sudah tidak kuat dengan sikap Rafa yang menyebalkan kemudian ia menarik kerah bajunya Rafa dengan kasar.
"Pergi kau dari sini atau aku akan membunuh mu," tegasnya
"Enak aja,Arumi saja menerima ku di sini. Harusnya kau yang pergi sana,"
"Berani berani nya kau bajingan," Jonathan semakin mengeratkan jari jarinya.
"Cukup sudah cukup jangan membuat keributan di rumah ibu ku," teriak Arumi
"Berani nya kau teriak, kau harusnya berpikir jadi istri jangan murahan!"
"Apa maksud mu mas,kau selalu menuduhku yang tidak tidak,harusnya kau cari tahu dulu jangan marah marah ga jelas kaya gini mas,"
"Aku sudah bilang pada mu Arumi, jangan pernah dekat dengan Rafa kenapa kamu tak menurut pada ku hah," bentaknya
"Bagaimana aku mau menuruti keinginan mu mas sedangkan kamu diluar sana bermain main dengan bebas," teriak Arumi
"Berani nya kamu berteriak padaku, jangan pernah mengurusi kehidupan ku ingat itu,"
"Kamu egois mas, kalau begitu kau juga jangan mengurusi kehidupan ku,"
Plakkk tiba tiba saja Jonathan malah menamparnya,Rafa yang melihatnya tak hanya diam ia langsung menonjok Jonathan.
Brukkk
"Berani beraninyq kau pada wanita,"
"Diam bajingan,dia istri ku kau tak boleh mencampuri urusan ku," kata Jonathan
begitupun Jonathan membalas Rafa dengan menonjok perut nya.
"Ini akibat mu yang selalu mengganggu hidupku," Rafa ke sakitan di area perutnya karena ia punya penyakit lambung.
"Mas Rafa kamu tidak apa apa?" Arumi khawatir
"Aku tidak apa apa Arumi,nanti juga sembuh," ucapnya.
kemudian Arumi menarik tangan Jonathan dan membawanya ke dapur.
__ADS_1
"Mas kau kenapa selalu membuat orang kesakitan mas?"
"Aku bilang aku tak suka kau dekat dekat dengan nya,"
"Tapi aku tidak punya hubungan apa apa dengan dia mas,dia hanya mau menemui ibu tapi ibu sedang pergi jadi aku menyuruhnya masuk,"
"Cih itu memang ke inginan mu kan untuk menggodanya,"
"Sampai kapan pun kau tak akan percaya pada ku walaupun aku menjelaskan panjang lebar mas, sebenarnya apa mau mas,"
"Aku ingin kau pulang sekarang Arumi,"
"Tidak bisa mas,aku sudah janji pada ibu akan pulang besok."
"Baiklah besok pagi kau harus segera pulang,"
"Ya mas iya sekarang kamu pulang saja mas besok kamu harus ke kantor,"
"Aku tak mau pulang,aku akan menginap disini," kata Jonathan
"Ya sudah terserah kau saja mas,tapi jangan membuat ribut disini lagi,"
"Baiklah,tapi aku akan mengusir si bajingan itu," kemudian Jonathan menemui Rafa lagi diruang tamu.
"Pergi sekarang juga," ketusnya pada Rafa
"Enak aja,gue lagi menikmati cemilan kau malah mengusir ku,"
"Atau kau ingin mati hah," Jonathan mulai emosi lagi
"Jo Jo kau ini pria egois, kau selalu berhubungan dengan kekasih mu diluar sana tapi kau melarang istri mu disini hanya mengobrol dengan ku,dan aku tak pernah menyentuh nya aku hanya menemani nya curhat tak ada sedikit pun aku menyentuhnya tapi bagaimana dengan kamu yang masih berhubungan dengan Clara hah,apa kau tak pernah berpikir bagaimana sakit hatinya jadi Arumi , dari pada kau menyakitinya lebih baik ikhlas kan dia untuk ku,"
"Jangan pernah mengurusi kehidupan ku dengan Arumi mau bagaimana pun aku diluar sana itu bukan urusan mu,"
"Benar benar egois cih,jangan sampai menyesal jika Arumi kembali pada ku, dan jika kamu masih menyakitinya maka aku akan mengambil paksa dari mu.Ingat itu!" lalu Rafa pergi meninggalkan Jonathan yang masih berdiam diri sedangan kan Arumi yang mendengarnya tak kuasa menahan tangis nya.
"Arumi," lalu Jonathan mendekati Arumi yang masih menangis.
"Memang benarkan mas kamu masih berhubungan dengan kekasih mu, kalau begitu mari kita bercerai mas,"
"Jangan pernah berkata cerai di hadapan ku Arumi,kata kata itu hanya berhak aku yang ucapkan."
"Lalu aku ini apa mas hah, kau anggap aku apa, jawab aku mas,"
"Aku sudah bilang kau istri ku yang akan melahirkan anak ku,"
"Ya setelah itu kau akan membuang ku, bukan kah begitu?"
"Kalau kau sudah tahu kenapa kau harus menangis hah,aku memang butuh anakmu bukan kamu," Tegas Jonathan sungguh menyakitkan hati Arumi,dia benar benar tak berperasaan.
__ADS_1
"Baiklah mas akan aku hapus semua rasa cinta aku untuk mu,dan aku hanya sebatas mainan mu," ucap Arumi lalu ia pergi ke kamar nya yang dulu pernah ia tempati.
"Arggh bukan itu maksud ku Arumi,kenapa semua nya jadi kacau,ini semua karena si bajingan itu," Jonathan menjambak rambutnya sendiri lalu ia pergi meninggalkan rumah Bu Retno,tadinya ia ingin menginap bersama Arumi namun karena pertengkaran ini ia lebih baik pergi untuk menenangkan pikiran nya.