
Jonathan sudah sampai di halaman rumah sang ibu tanpa memberi tahu kepulangan nya pada siapapun termasuk Arumi istrinya.
Baru saja sampai halaman depan Jonathan sudah dibuat geram dengan pemandangan istrinya dan pria lain.
"Sialan kau Rafa," ucap nya kemudian ia berjalan menuju mereka berdua.
"Bro tunggu," ucap Devan, begitupun Arumi melihat Jonathan yang berjalan ke arahnya dengan tatapan tajam yang tak bisa di artikan.
"Mas Jonathan," Arumi menyapanya namun tiba tiba.
Bug brukkk Rafa terhuyung kebelakang,seketika semua orang terkejut dengan perlakuan Jonathan.
"Sialan kau bajingan," tetapi Rafa malah tersenyum sini walaupun hidungnya berdarah.
"Kenapa hah!" Tanya Rafa
"Kau masih bisa tersenyum sialan kau,"bug bug bug
"Tolonggg,, mas berhenti mas," Arumi mencoba memisahkan Jonathan dan Rafa namun ia tidak bisa.
Nita yang mendengar teriakan Arumi ia langsung menghampiri nya.
"Ada apa ini, astaga Rafa," teriak Nita begitupun dengan Arumi ia khawatir pada Rafa yang terlihat babak belur.
"Mas hentikan,kenapa kamu menonjoknya," tanya Arumi
"Ini semua karena kamu," geram Jonathan
"Apa maksud mas kenapa kamu tiba tiba memukulnya memangnya dia salah apa,"
Namun Jonathan ingin menonjok lagi tapi dihentikan oleh Devan.
"Jangan pernah dekat dekat dengan istri ku jika kau tak ingin mati," geram nya.
"Haha sejak kapan kau menganggap nya istri,kau cemburu," sinis Rafa
"Diam sialan," Devan kewalahan dengan emosi Jonathan.
"Sudah Jo hentikan,kau seperti anak kecil main tonjok aja," kata Nita
Dan bodohnya Arumi malah mendekati Rafa dengan memegang bibir Rafa yang berdarah ini semakin membuat Jonathan marah.
"Lepaskan aku Devan," Devan melepaskan nya.
Jonathan berjalan ke arah Rafa lalu ia menarik paksa Arumi dan membawanya kedalam.
"Mas lepas ini sakit,"
"Diam kamu!"
"Mas kau ini kenapa,apa salah aku,"
"Diam,"Jonathan terus menarik nya,dan sesampainya di kamar ia langsung mendorong Arumi ke tempat tidur.
"Mana saja yang sudah dia sentuh," kata Jonathan
"Apa maksud mu mas,"
"Kau jangan berpura pura bodoh,"
"Hiks hiks mas sakit,"
Jonathan mencengkram dagu nya dengan kuat
"Begini kah kelakuan seorang istri di saat suami nya sedang kerja, berani berani kau tertawa dengan Rafa hah,"
"Sakit mas lepas!"
__ADS_1
"Diam,ini akibat nya kau dekat dengan pria lain dibelakang ku,"
"Tapi aku tak ada apa apa dengan Rafa mas,aku hanya mengobrol,"
"Jangan berbohong pada ku sialan,berani berani nya kau berbohong,"
"Aku harus jujur bagaimana lagi mas, emang seperti itu kenyataan nya,"
"Cih rupanya kau masih tidak mengakui perbuatan mu," ucap jonathan
"Terserah kau saja mas," Arumi sudah capek dengan perbuatannya.
kemudian Arumi melepaskan tangan Jonathan dan ia ingin meninggalkan Jonathan.
"Mau kemana kamu hah," tanya Jonathan
"Mau pergi!" ucapnya singkat
"Beraninya kamu mau pergi sedangkan aku baru pulang,"
"Percuma aku disini juga kau selalu marah marah ga jelas mas,capek aku tuh dengan sikap kamu yang begini,"
"Kau tetap jangan pergi,baiklah aku tak akan marah lagi," Arumi tersenyum setelah mendengar ucapan Jonathan namun ia pura pura kesal.
"Aku minta maaf Arumi,aku tak suka kau dekat dekat dengan dia,apalagi dia mantan mu," Arumi terkejut dengan kata kata Jonathan dari mana dia tahu bahwa Rafa mantannya.
"mas tahu dari mana kalau Rafa mantan ku,"
"Ya aku tahu semuanya tentang mu,kau tahu aku ini bos dan aku bisa mengetahui apapun tentang mu,"
"Ah begitu mas," Arumi gugup
"Jadi aku mohon,jangan pernah dekat dengan dia lagi,"
"Iya mas aku tidak akan dekat dengan nya lagi," kata Arumi
"Nah gitu dong sayang, terimakasih." kata Jonathan dengan senyuman manis nya kemudian ia mengecup bibir Arumi.
"Kenapa kamu diam,apa aku salah," Jonathan menyadarkan Arumi.
"Ah tidak ada mas hehe,ya sudah mas mandi dulu aku akan menyiapkan sarapan untuk mas,"
"Baiklah tapi aku ingin masakan buatan kamu,"
"Baiklah mas aku akan ke bawah sekarang," ucap Arumi
"Tunggu," kata Jonathan memanggilnya kembali
"Ada apa lagi mas?"
"Jangan dekat dekat dengan Rafa,"
"Iya mas iya," kemudian Arumi meninggalkan Jonathan yang masih mematung melihat kepergian Arumi.
"Arumi,kamu sedang apa?" tanya Nita
"Aku lagi masak Bu, mas Jo ingin makan masakan ku,"
"Em tumben sekali,"
"Aku juga tidak tahu Bu," ucapnya
"Apa dia marah pada mu,"tanyanya
"Tidak Bu, bagaimana keadaan Rafa Bu,"
"Ya begitulah wajahnya lebam gara gara Jonathan,ibu tak habis pikir dengan kelakuan dia pada Rafa,"
__ADS_1
"Maafkan mas Jo ya Bu,"kata Arumi
"Kenapa kamu yang minta maaf Arumi,ini semua salah dia nanti ibu akan memarahinya,"
"Lalu sekarang Rafa kemana bu?"
"Dia pulang, karena ada sesuatu yang harus dikerjakan,"
"Oh gitu,"
"Sini ibu bantuin masaknya,"
"Tidak usah Arumi bisa sendiri,ibu istirahat aja," ucapnya
"Menantu ibu memang baik dan juga rajin,ya sudah ibu kesana dulu ya," kemudian Nita kembali ke ruang tamu.
"Ah segar sekali," ucap Jonathan yang baru selesai mandi.
"Terimakasih istri ku ternyata dia sudah menyiapkan baju untukku,aku akan segera ke bawah untuk membantunya,"
Arumi yang sudah selesai masak ia langsung mencuci piring yang kotor.
"Istri ku yang rajin," ucap Jonathan yang baru saja datang kemudian memeluk Arumi dari belakang.
"Mas apa sih malu sama ibu jangan gini,"
"Kenapa malu kamu kan istri ku," kata Jonathan
"Istri hanya enam bulan maksud mas," seketika Jonathan diam,ia tak suka dengan ucapan Arumi dan Arumi juga menyadari sepertinya Jonathan marah lagi.
"Mas em kamu kenapa?"
"Aku tidak suka dengan ucapan mu itu!"
"E maaf mas,aku minta maaf,"
"Hem,"
"Ya sudah mas ayok makan dulu katanya mau masakan buatan aku,"
"Ya udah sini kamu temenin mas,"
"aku belum beres cuci piring mas,"
"Nanti saja biar bi esih yang bersihin," lalu Arumi duduk di depan Jonathan sambil memandanginya.
"Ini enak,aku suka masakan mu,"
"Terimakasih mas,"
"aaaaa," Jonathan menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Arumi dan Arumi pun menerimanya.
"Cie so sweat sekali anak ga tau diri ini," tiba tiba Nita datang
"Apa sih Bu ganggu aja,"
"Kamu ngusir ibu,"
"Iya ngapain disini Bu,aku sedang ingin berduaan dengan istri ku," ucapnya
"Jadi sekarang kamu sudah jatuh cinta sama wanita pilihan ibu hemm,"
Jonathan tak menanggapinya ia fokus dengan makanan nya.
"Apa ibu mau aku ambilkan makanan nya," tanya Arumi pada Nita
"Tidak perlu ibu masih kenyang ya sudah lanjutin aja mesra mesraan nya," Nita pun pergi kembali.
__ADS_1
"Ibu ku memang suka mengganggu,aku kadang kesal sama sikap ia ibu yang kepo," kesal Jonathan
"Biarin aja mas namanya juga orang tua."